Jangan Langsung Panik, Ini Pertolongan Pertama saat Anak Jatuh Pingsan

Tenangkan diri Mama, lalu ikuti hal-hal ini sebagai bentuk pertolongan pertama

11 Januari 2021

Jangan Langsung Panik, Ini Pertolongan Pertama saat Anak Jatuh Pingsan
Nortonchildrens.com

Sebagai orangtua, siapa yang tidak merasa panik saat melihat buah hatinya jatuh pingsan. Ketika hal ini terjadi, banyak orangtua meminta pertolongan orang lain untuk membantunya.

Alih-alih meminta bantuan orang lain, Mama bisa kok melakukan pertolongan pertama dengan hal-hal yang sudah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Jadi, ketika si Kecil pingsan pun rasa panik yang Mama rasakan akan sedikit berkurang karena sudah memahami bagaimana menolong anak yang pingsan.

Lantas, bagaimana cara yang bisa Mama lakukan ketika anak jatuh pingsan?

Yuk, simak informasi selengkapnya mengenai pertolongan pertama ketika anak pingsan.

1. Baringkan tubuh anak dengan posisi kaki lebih tinggi

1. Baringkan tubuh anak posisi kaki lebih tinggi
Freepik/rawpixel.com

Ketika si Kecil alami pingsan, langkah awal yang bisa Mama lakukan adalah dengan membaringkan tubuhnya. Pastikan posisi kepala anak sejajar dengan tubuh ya, Ma.

Perlu diketahui, memposisikan kaki lebih tinggi 25 derajat dari jantung saat seseorang pingsan akan membuat peredaran darah lebih banyak ke area kepala, Ma.

Mama bisa memberikan alas lebih tinggi pada bagian bawah dibanding kepalanya, hal ini untuk menghindari kekurangan oksigen ke otaknya.

2. Jangan masukan apa pun ke dalam mulut anak

2. Jangan masukan apa pun ke dalam mulut anak
Freepik

Banyak orangtua masih melakukan kesalahan dengan memasukan sesuatu ke dalam mulut anak saat pingsan, padahal hal ini tidak benar dan tidak boleh dilakukan, Ma.

Misalnya saja dengan buru-buru memberikan anak minum ketika pingsan, ini justru akan dikhawatirkan membuat anak tersedak ketika sadar. Pemberian air bisa diberikan ketika anak sudah sadar dari pingsannya.

Editors' Picks

3. Longgarkan pakaian anak

3. Longgarkan pakaian anak
Freepik

Setelah dibaringkan, selanjutnya Mama bisa melonggarkan pakaian yang dipakai anak mama yang justru bisa sebabkan pernapasan anak semakin sulit. Jadi, pastikan tubuhnya tidak terlalu terlilit pakaian yang begitu kencang ya, Ma.

4. Beri aroma yang cukup menyengat

4. Beri aroma cukup menyengat
Agoramedia.com

Saat anak pingsan, banyak orangtua melakukan pemberian minyak kayu putih untuk membuat kesadaran anak cepat pulih. Cara ini bisa Mama lakukan untuk membangunkan anak yang pingsan. 

Setelah pakaiannya sudah cukup longgar untuk ia bernapas, selanjutnya Mama bisa menggunakan minyak kayu putih yang dibaluri dibagian dadanya atau didekatkan disekitar hidungnya.

5. Berikan minuman manis saat sadar

5. Berikan minuman manis saat sadar
Freepik

Setelah pertolongan di atas berhasil membuat anak tersadarkan dari pingsannya, selanjutnya yang bisa Mama lakukan adalah memberikan anak minuman manis seperti teh manis.

Minuman manis dipercaya mampu meningkatkan gula darah dan bisa mengembalikan energi yang anak perlukan setelah dirinya jatuh pingsan.

6. Biarkan anak istirahat dan jangan langsung berdiri

6. Biarkan anak istirahat jangan langsung berdiri
Freepik/user18526052

Setelah sadar, anak juga disarankan untuk tidak langsung berdiri. Biarkan anak beristirahat lebih dulu dengan didudukkan setidaknya selama kurang lebih 15 menit. Hal ini guna menghindari terulangnya pingsan.

Saat anak sudah benar-benar sadar, Mama juga bisa menanyakan padanya apakah ia masih alami gejala seperti sakit kepala, lemas, sulit menggerakkan bagian tubuh tertentu, atau sesak napas. Jika iya, segera bawa anak ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Itulah hal-hal yang bisa Mama lakukan sebagai bentuk pertolongan pertama saat anak jatuh pingsan. Panik adalah hal wajar ketika anak pingsan, tetapi Mama harus segera melakukan pertolongan pertama seperti yang sudah disebutkan di atas agar anak cepat pulih dari pingsannya ya, Ma.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Mama!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.