Jangan Dilarang, Ini Cara Mengatasi Anak yang Suka Mencoret Dinding

Bantu si Kecil menuangkan bakatnya dengan tepat yuk Ma!

24 Februari 2019

Jangan Dilarang, Ini Cara Mengatasi Anak Suka Mencoret Dinding
Commons.wikimedia.org

Saat si Kecil sudah mulai lancar berjalan dan mulai pandai menggenggam sesuatu di tanggannya, maka saat itulah dinding rumah Mama akan terancam!

Yup, pada usia balita, kreatifitas si Kecil pun semakin berkembang dan semakin ekspresif.

Maka dari itu, tak jarang pula jika ia meluapkan kreatifitasnya pada barang-barang yang ada di rumah, tak terkecuali pada dinding.

Apa yang si Kecil lihat biasanya akan langsung ia tuangkan pada gambar.

Namun sayangnya, media yang paling sering ia gunakan adalah dinding rumah.

Mengapa dinding?

Permukaan pada dinding layaknya bidang kanvas yang besar dan yang paling sering ia lihat, sehingga memudahkannya untuk mencoret-coret permukaan tersebut.

Pada masa-masa seperti itu, jangan larang apalagi memarahi perlakuannya yang sangat menyebalkan tersebut ya, Ma. Ada baiknya jika Mama mendukung kreatifitasnya dengan cara lain.

Nah, trik ala Popmama.com yang satu ini mungkin dapat membantu kegundahan Mama dalam mengatasi anak yang sedang senang-senangnya mencoret dinding rumah.

Here are the tips!

1. Siapkan area tembok khusus untuk ia coret

1. Siapkan area tembok khusus ia coret
Commons.wikimedia.org

Jika si Kecil memiliki ruang bermain sendiri, maka gunakanlah ruangan bermain tersebut sebagai area khususnya untuk bebas mencoret-coret.

Mama dapat menjelaskan padanya agar tidak mencoret dinding lain kecuali dinding yang berada pada ruangan bermainnya.

Dengan memberikannya penegasan seperti itu, Mama tetap bisa mengembangkan kreatifitasnya sekaligus dapat mengajarkan si Kecil mematuhi peraturan yang telah diberikan.

Menerapkan hal tersebut, Mama juga dapat mengurangi budget pengecatan dinding rumah.

Dengan begitu, Mama hanya perlu mengeluarkan budget untuk mengecat dinding ruang bermain saja, kan?

2. Batasi ia untuk mencoret-coret lantai saja

2. Batasi ia mencoret-coret lantai saja
Pxhere/unknown camera

Mengetahui betapa sulitnya membersihkan dinding rumah yang telah dicoret oleh si Kecil seakan mimpi buruk bagi Mama.

Belum lagi jika ia mencoretnya dengan alat tulis yang sulit untuk dibersihkan, seperti pulpen ataupun spidol.

Wah, kalau sudah begitu, rasanya sangat ingin marah ya, Ma. Namun bersabarlah, Mama harus punya banyak akal untuk mengatasinya.

Ajarkan padanya untuk tidak mencoret dinding, melainkan mencoret lantai saja, karena lantai akan lebih mudah untuk dibersihkan daripada dinding.

Jika si Kecil berkarya dengan coretannya di lantai, maka Mama bisa langsung membersihkannya dengan pembersih lantai.

Mudah bukan?

Editors' Picks

3. Menyediakan papan tulis besar di ruang bermainnya

3. Menyediakan papan tulis besar ruang bermainnya
Pixabay/vonsasson

Jika Mama tidak ingin membiarkannya untuk mencoret dinding ataupun lantai, maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan papan tulis besar sebagai media coretannya.

Jangan lupa juga untuk melengkapinya dengan beraneka macam kapur berwarna agar semakin menstimulasi kreatifitasnya.

Dari kapur warna tersebut, Mama juga dapat mengajarkan pada si Kecil untuk mengenal warna beserta dengan namanya.

Namun, Mama juga harus mendampingi si Kecil saat bermain-main dengan kapur.

Jangan sampai ia memakan kapur yang sudah kecil atau berupa potongan-potongan.

Mengawasi si Kecil harus tetap menjadi prioritas Mama ya!

4. Berikan alat tulis yang mudah dibersihkan

4. Berikan alat tulis mudah dibersihkan
Unsplash/daniel watson

Langkah lain yang dapat Mama lakukan adalah dengan memberikan alat tulis yang dapat dengan mudah untuk dibersihkan seperti pensil ataupun kapur.

Dengan memberikannya pensil dan kapur sebagai alat untuk berkreasi, maka walaupun ia mencoretnya pada dinding, lantai, ataupun furniture lain, nantinya Mama akan mudah untuk membersihkannya.

Gunakanlah kanebo basah untuk membersihkan noda.

Jika belum hilang juga, campurkan dengan larutan sabun pembersih, setelah itu gosok secara perlahan.

5. Menggunakan cat tembok spotless

5. Menggunakan cat tembok spotless
Maxpixel.net

Saat ini sudah banyak terobosan baru dalam dunia interior desain. Salah satunya adalah jenis cat tembok yang mudah untuk dibersihkan atau biasa disebut dengan spotless paint.

Maka dari itu, trik lain yang dapat Mama coba untuk mengatasi coretan anak adalah dengan mengaplikasikan cat tembok spotless pada seluruh dinding rumah.

Dengan begitu, si Kecil pun dapat leluasa berkreasi dimanapun tanpa takut menodai dinding rumah Mama.

Praktis, bukan?

6. Jauhkan alat tulis yang sulit untuk dibersihkan dari jangkauannya

6. Jauhkan alat tulis sulit dibersihkan dari jangkauannya
Pxhere/NIKON D7200

Alat tulis seperti spidol dan pulpen wajib Mama jauhkan dari jangkauan si Kecil agar tidak ia gunakan untuk mencoret dinding ruangan.

Biasakan pada diri Mama dan Papa untuk meletakkan spidol dan pulpen di tempat yang lebih tinggi sehingga tidak terjangkau oleh pandangan ataupun gapaiannya.

Sebagai gantinya, Mama dapat memberikan alat-alat tulis yang dapat dengan mudah untuk dibersihkan seperti pensil dan kapur.

7. Berikan ia pengertian jika tidak menuruti peraturan yang sudah diberikan

7. Berikan ia pengertian jika tidak menuruti peraturan sudah diberikan
Pxhere/NIKON D5100

Jika semua tahapannya sudah Mama lakukan, namun si Kecil tetap melanggar peraturan yang sudah Mama berikan, maka jangan ragu untuk berbicara tegas padanya.

Jelaskan bahwa ia tidak bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Sebagai salah satu anggota keluarga, maka sudah menjadi kewajibannya juga untuk menuruti peraturan yang ada.

Dengan bersikap tegas, maka pasti si Kecil akan lebih memahami arti kata disiplin dan bertanggung jawab.

Nah, itulah ketujuh tips dan trik mengatasi anak yang suka mencoret dinding rumah.

Dari artikel diatas, maka saat ini Mama sudah mengetahui bahwa ada banyak cara untuk mengatasi fase semacam itu pada anak.

Mulai sekarang, jangan bingung lagi ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.