Jangan Lakukan 8 Hal ini Jika Tidak Ingin Dibenci Anak Saat Dewasa

Hargai perasaan mereka walaupun masih kecil ya, Ma

15 April 2018

Jangan Lakukan 8 Hal ini Jika Tidak Ingin Dibenci Anak Saat Dewasa
Unsplash/caleb woods

Orangtua pada umumnya akan mencintai anak mereka tanpa syarat mencintai bahkan tidak mengharapkan hal yang sama dari mereka.

Orangtua juga akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka, memenuhi tuntutan mereka, membantu mereka ketika diperlukan, serta mendukung mereka dan merawat mereka dari kecil hingga dewasa.

Bagi orangtua, anak merupakan lilin yang akan menerangi kehidupannya, baik sekarang ataupun nanti.

Namun, sesuatu yang terlalu berlebihan juga terkadang tidak baik untuk dilakukan. Begitu pula perlakuan orangtua pada anak.

Mungkin secara tidak sadar, Mama pernah melakukan hal yang tidak disukai anak dan hal tersebut dilakukan secara berulang kali.

Wah, kebayang kan Ma gimana dampaknya nanti pada anak?

Sebelum terlambat, Popmama.com akan membagikan 8 hal yang harus Mama hindari agar nantinya Si Kecil tidak membenci Mama.

Simak baik-baik alasan ilmiahnya ya, Ma!

1. Terlalu mengatur

1. Terlalu mengatur
Unsplash/kai pilger

Menurut sebuah penelitian dari University of Missouri, jika anak usia dua tahun terlalu dikendalikan oleh Mama, maka nantinya mereka akan lebih cenderung tidak suka menghabiskan waktu bersama dengan orangtua

Hal tersebut akan berdampak pada dirinya ketika ia sudah menginjak usia 10 tahun ke atas.

Mengingat dampak yang buruk mengenai hal tersebut, maka ada baiknya jika Mama hanya menerapkan pola asuh drown pada anak.

Yang dimaksudkan disini adalah pola asuh yang membebaskan namun tetap dalam pengawasan.

2. Mama hanya bermain dengan anak kesayangan

2. Mama ha bermain anak kesayangan
Unsplash/katie emslie

Terlihat jelas bahwa saudara kandung yang kurang disukai akan menyimpan kebencian terhadap orangtua mereka.

Tetapi ternyata anak kesayangan juga akan terpengaruh hal negatif dari perlakuan yang Mama lakukan terhadapnya.

Ironisnya, menurut penelitian dari laman Cafe Mom, 70% orangtua lebih memilih bermain dengan anak kesayangannya ketimbang bermain dengan semua anaknya.

Penelitian juga mengungkapkan, hanya 15% anak merasa bahwa mereka dan saudaranya diperlakukan sama. Sisanya? Ya, tidak merasa diperlakukan dengan adil Ma.

This is too bad

3. Terlalu menekan dan banyak tuntutan

3. Terlalu menekan banyak tuntutan
Unsplash/patrick fore

Studi yang dilakukan pada tahun 2013 di University of Texas menunjukkan bahwa menjadi 'ibu harimau' ternyata tidak berfungsi baik bagi tumbuh kembang si anak.

Tentu, akan ada sesekali anak-anak super sukses yang diperjuangkan oleh tipe orangtua seperti itu.

Tetapi faktanya, anak yang diasuh terlalu keras akan memiliki prestasi akademik yang rendah, maladjustment (gangguan penyesuaian diri) yang lebih besar, dan akan timbul banyak kebencian bagi orangtua mereka.

4. Perceraian ketika mereka masih kecil

4. Perceraian ketika mereka masih kecil
Unsplash/alexander dummer

​Perceraian akan berdampak buruk bagi kesehatan mental anak, tidak peduli apapun alasannya.

Apalagi hal tersebut terjadi pada anak usia dini.

Kalaupun memang hal tersebut tidak bisa dihindari lagi, maka Mama dan Papa harus memastikan bahwa kasih sayang yang kalian berikan akan tetap cukup seperti sedia kala.

Namun, bukan berarti Mama dan Papa harus menutupi masalah ini ya!

Tetap jelaskan masalah ini pada Si Kecil secara baik-baik.

Editors' Picks

5. Memaksakan keinginan pribadi

5. Memaksakan keinginan pribadi
Unsplash/patrick fore

Ma, jika nantinya mereka tumbuh dan memutuskan untuk tidak menyetujui pendapat Mama, maka jangan pernah paksa mereka secara kasar.

Hal tersebut justru tidak membuatnya menuruti permintaan Mama, malahan ia akan semakin membangkang bahkan dapat membenci Mama.

Untuk mengatasi kasus seperti ini, cobalah untuk mendengarkan terlebih dahulu pendapat anak kemudian pertimbangkanlah keputusannya.

Setelah itu, Mama baru bisa memberikan keputusan dan penjelasan padanya.

6. Berdebat mengenai keuangan dengan pasangan

6. Berdebat mengenai keuangan pasangan
Unsplash/niels steeman

Sangat spesifik, bukan? Yup, pasalnya hal ini cukup lumrah terjadi di kalangan masyarakat.

Berkat sebuah penelitian di Journal of Research on Adolescence, orangtua sekarang tahu bahwa hal tersebut dapat sangat merusak kesehatan mental anak serta hubungan mereka dengan Mama.

Ada baiknya jika Mama dan Papa memutuskan untuk berdiskusi hal tersebut ketika Si Kecil sedang tidur ya. Jangan biarkan mereka terlibat ke dalam permasalahan orangtua.

7. Penggunaan ponsel yang terlalu sering

7. Penggunaan ponsel terlalu sering
Unsplash/linda sondergaard

Seringkali memainkan ponsel atau apapun itu yang dapat merusak waktu kebersamaannya dengan Mama, ternyata dapat membuat Si Kecil tidak nyaman.

Spesifiknya, mereka tidak suka bersaing dengan sebuah smartphone hanya untuk mendapatkan perhatian dari Mama.

Maka dari itu, batasi pemakaian ponsel ketika sedang bersama mereka ya Ma, ingatlah bahwa saat-saat bersama mereka tidak dapat terulang kembali.

So, makethemostofit!

8. Mencintai mereka secara kondisional

8. Mencintai mereka secara kondisional
Unsplash/plant prize shelves

Mungkin Mama tidak bermaksud demikian, tetapi sebenarnya sangat mudah untuk secara tidak sengaja menunjukan pada mereka bahwa Mama hanya mencintainya ketika ia melakukan hal yang menyenangkan.

Psikolog menjelaskan bahwa pola asuh kondisional lebih baik tidak dilakukan meskipun itu bagus untuk membuat anak berperilaku lebih baik.

Intinya, usahakan untuk tetap sekedar mengucapkan bahwa Mama mencintai Si Kecil bagaimanapun kondisinya.

Hanya dengan mengucapkan kalimat sesimpel itu, nyatanya dapat membuat Si Kecil merasa dicintai apa adanya lho Ma.

Nah, demikianlah 8 hal yang harus orangtua hindari pada anak agar nantinya ia tidak membenci orangtuanya.

Penerapan pola asuh yang baik sejak dini merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh setiap orangtua.

Jadi, teruslah berusaha menjadi orangtua yang baik ya, Ma!