Sekala Main Sepeda Tanpa Pedal, Ayudia dan Ditto Ungkap Manfaatnya!

Kira-kira apa alasan mereka memilih sepeda balance untuk anaknya?

8 Agustus 2019

Sekala Main Sepeda Tanpa Pedal, Ayudia Ditto Ungkap Manfaatnya
Instagram.com/dittopercussion

Pasangan selebritis Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion kini sedang gencar-gencarnya menanamkan hidup sehat pada keluarga mereka.

Tak hanya aktif berlari, pasangan yang satu ini juga ternyata turut mengajak putra kecilnya, Sekala untuk berolahraga.

Agak unik dari jenis olahraga pada umumnya, Ayudia dan Ditto lebih memilih untuk mengajari Sekala bermain sepeda balance atau sepeda tanpa pedal.

Sepeda jenis ini sebenarnya mirip dengan sepeda pada umumnya, tapi tidak ada pedal atau gowesan.

Menurut Ditto, alasan ia dan Ayu membiasakan Sekala memakai sepeda keseimbangan atau tanpa pedal yaitu karena dianggap baik untuk melatih keseimbangan Sekala.

Terlebih, saat ini putra kecil mereka tengah memasuki usia yang sedang aktif dalam tumbuh kembang.

“Sekala ini lagi saya ajarin sepeda balance atau sepeda tanpa pedal, sepeda ini nggak ada gowesannya. Itu bagus banget untuk anak usia 3-5 tahun, karena memang melatih balancing dia,” ujar Ditto dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube pribadinya.

“Menurut saya, sebelum bisa roda 2 yang digowes, kita bisa latih anak pakai sepeda balance itu, tapi jangan lupa juga pakai pengamannya. Kemudian, penting juga melatih percaya diri anak saat melepas sepedanya dari kaki,” imbuh Ditto menjelaskan.

Tak hanya itu, ternyata masih banyak lagi manfaat dari sepeda balance atau sepeda tanpa pedal untuk tumbuh kembang anak.

Dilansir dari laman People, sepeda balance ini dirancang untuk melatih fisik, perkembangan dan emosional anak.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum 5 manfaat pemakaian sepeda balance atau sepeda tanpa pedal.

1. Mudah dipakai oleh anak-anak

1. Mudah dipakai oleh anak-anak
Instagram.com/dittopercussion

Sejak usia 2 tahun, anak sudah mulai bisa belajar menyeimbangkan diri mereka sendiri, termasuk dengan menggunakan sepeda keseimbangan.

Lalu, pada usia 4 hingga 5 tahun, ketika tubuh mereka lebih tinggi dan kuat, mereka dapat dengan lancar belajar menggunakan sepeda pedal tanpa perlu roda tambahan.

Editors' Picks

2. Membuat anak lebih percaya diri

2. Membuat anak lebih percaya diri
Instagram.com/dittopercussion

Tidak seperti sepeda pada umumnya, sepeda keseimbangan ini dapat mengajarkan keterampilan, seperti keseimbangan, kemudi, cara mengerem, kewaspadaan, serta aturan lalu lintas dasar.

Seluruh keterampilan tersebut merupakan keterampilan dasar yang harus diketahui saat mengendari sepeda tradisional.

3. Ringan saat dipakai oleh anak

3. Ringan saat dipakai oleh anak
Instagram.com/dittopercussion

Sepeda keseimbangan nyatanya lebih ringan dua hingga tiga kali dari sepeda pedal atau beroda.

Dengan demikian, anak atau balita dapat mengendarainya tanpa merasa lelah, meski dengan jarak yang agak jauh.

4. Risiko terjadinya cedera lebih kecil

4. Risiko terjadi cedera lebih kecil
Instagram.com/dittopercussion

Sepeda yang tidak memiliki pedal membuat anak harus memakai kakinya sendiri untuk menjalankan sepeda tersebut.

Ketika sepeda oleng atau akan terbalik, maka anak secara naluriah akan mengatur kaki untuk memperlambat dan menstabilkan posisi sepeda, sehingga risiko terjungkal pun berkurang.

5. Menumbuhkan ikatan antara orangtua dan anak

5. Menumbuhkan ikatan antara orangtua anak
Instagram.com/dittopercussion

Naik sepeda adalah kegiatan yang dapat dilakukan bersama keluarga, serta dapat mendorong aktivitas fisik dan mengeksplor segala yang ada di luar ruangan.

Dengan memakai sepeda tersebut memungkinkan anak-anak mengikuti orangtua atau saudara mereka, sehingga dapat menjaga ikatan keluarga yang lebih dekat dan senang.

Nah, itulah manfaat yang akan diraih oleh anak jika terbiasa menggunakan sepeda tanpa pedal sejak dini.

Setelah mengatahuinya, apakah Mama tertarik untuk mencobanya pada si Kecil? 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.