Perbedaan Daycare dan Preschool, Mana yang Dibutuhkan oleh Anak Mama?

Sebelum memasukkan anak ke salah satunya, orangtua wajib tahu perbedaan mendasar ini

20 September 2021

Perbedaan Daycare Preschool, Mana Dibutuhkan oleh Anak Mama
Pexels/Naomi Shi

Bagi orangtua yang bekerja penuh, seringkali mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara bekerja dengan mengasuh anak. Terutama di jam kerja dan ketika anak sudah memasuki usia balita. 

Salah satu solusi mengatasi masalah ini adalah dengan memasukkan anak ke daycare atau preschool. Keduanya memang sekilas tampak sama. Tetapi ternyata keduanya punya sistem yang berbeda.

Berikut ini Popmama.com merangkum beberapa perbedaan antara daycare dengan preschool yang penting diketahui orangtua, dilansir dari berbagai sumber:
 

1. Perbedaan mendasar daycare dengan preschool

1. Perbedaan mendasar daycare preschool
Freepik/User18003440

Daycare adalah tempat penitipan anak. Meski sekarang banyak daycare yang dilengkapi dengan fasilitas lebih dengan staf yang telat dilatih dengan dasar pendidikan anak usia dini, pada dasarnya fungsi daycare adalah untuk tempat penitipan anak sementara. 

Sedangkan preschool, atau di Indonesia juga disebut sebagai PAUD (pendidikan anak usia dini), adalah bentuk semi-formal prasekolah yang dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara tempat penitipan anak dan taman kanak-kanak. Di preschool anak belajar keterampilan sosial dan akademik untuk membantu transisi ke taman kanak-kanak. 

Editors' Picks

2. Usia anak

2. Usia anak
Pexels/Bruno Saito

Rentang usia anak yang dititipkan di daycare beragam, mulai dari 18 bulan hingga usia balita. Beberapa daycare juga melayani penitipan anak hingga usia sekolah dasar. Sementara usia anak masuk preschool biasanya mulai usia tiga atau empat tahun. 

Di preschool anak dikategorikan berdasarkan usia yang sama untuk memudahkan pengaturan kelas dan pengajaran. Sedangkan di daycare, umumnya anak segala usia bertemu di tempat yang sama sehingga memungkinkan anak bersosialisasi dengan teman yang berbeda usia dengannya.

3. Durasi waktu

3. Durasi waktu
Pexels/Yan Krukov

Sebagian besar daycare melayani penitipan anak sepanjang tahun, dari hari Senin sampai Jumat, selama jam kerja reguler untuk mengakomodasi orangtua yang bekerja. Bahkan ada daycare yang juga buka selama akhir pekan dan hari libur.

Berbeda dengan daycare yang durasi waktunya fleksibel, preschool punya sistem seperti sekolah pada umumnya. Beberapa preschool menawarkan program setengah hari sekolah atau pun full day school, mulai dari Senin sampai Jumat. Di preschool pun berlangsung tahun ajaran baru yang dimulai dari bulan Juli.

4. Sistem pengaturan kelas

4. Sistem pengaturan kelas
Unsplash/zoo_monkey

Preschool mengajarkan keterampilan anak untuk membantu mereka berhasil secara sosial dan akademis di taman kanak-kanak dan jenjang pendidikan setelahnya. Setidaknya anak mengikuti preschool selama satu tahun sebelum memulai taman kanak-kanak. Di kelas preschool anak akan diajarkan tentang angka, huruf, bentuk, berbagai kosakata, keterampilan awal membaca, keterampilan matematika dasar, hingga kemampuan bersosialisasi dalam kelompok.

Karena daycare tidak memiliki kurikulum pengajaran, maka tidak ada sistem pengaturan kelas yang terstruktur. Tetapi di daycare anak dapat mengasah keterampilan sosialnya, seperti menunggu giliran memakai mainan, berinteraksi dengan teman sebaya, dan lain-lain.

5. Kemandirian

5. Kemandirian
Freepik

Salah satu keterampilan yang penting diajarkan pada anak sejak dini adalah kemandirian. Di preschool, anak menghabiskan waktu setengah hari jauh dari orangtua mereka.

Di saat inilah mereka harus mengatasi ketidaknyamanan akan perpisahan. Pelajaran ini membuat transisi ke taman kanak-kanak menjadi lebih mudah. 

Preschool juga mengajarkan anak bagaimana membuat keputusan, melakukan sesuatu untuk diri sendiri, toilet training, berkontribusi di kelas, dan menjadi percaya diri. Hal ini didukung dengan kurikulum akademik yang telah dirancang sesuai perkembangan anak.

Di sisi lain daycare juga mendidik kemandirian anak lewat keterampilan sosial, kognitif, dan emosional, dengan bantuan para staf. Namun, untuk anak yang akan masuk sekolah, program preschool lebih baik dalam mempersiapkan anak terjun ke lingkungan sosial dan akademik di taman kanak-kanak.

Itulah beberapa perbedaan daycare dengan preschool yang cukup mendasar dan dapat dijadikan pertimbangan orangtua. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.