Si Kecil Menolak Toilet Training! Duh, Apa yang Harus Dilakukan?

Cara-cara ini melatih si Kecil berani buang hajat sendiri

5 April 2021

Si Kecil Menolak Toilet Training Duh, Apa Harus Dilakukan
Freepik/Odua

Melatih balita untuk mandiri memang gampang-gampang sulit. Tak terkecuali mengajarkan mereka toilet training alias latihan mandiri membuang hajatnya sendiri. 

Mama mungkin mendapati si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda siap toilet training: sudah mencapai usia yang tepat dan teman-teman sebayanya sudah beranjak beralih dari popok. Namun, kenapa si Kecil masih sulit, bahkan menolak toilet training ya?

Berikut ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara menghadapi anak yang menolak toilet training. Simak tips melatih anak toilet training, dilansir dari What to Expect.

1. Bantu anak mengurangi rasa takut

1. Bantu anak mengurangi rasa takut
Freepik/ShevtsovaYuliya

Sebagian anak takut mendengar suara flush toilet atau jatuh di kamar mandi. Sebagai orangtua, Mama dapat mengurangi rasa takutnya dengan membantu mereka menyeimbangkan diri didudukkan toilet dan baru menyiram ketika anak sudah keluar kamar mandi.

Kemudian, secara bertahap biasakan anak mendengar suara flush toilet. 
 

Editors' Picks

2. Berikan penghargaan

2. Berikan penghargaan
Unsplash

Memberikan penghargaan atas kemajuan yang berhasil dilakukan anak sangat penting. Mama bisa menawarkan hadiah sederhana seperti stiker untuk setiap keberhasilan toilet training yang sudah dilewati si Kecil. Berikan hadiah setelah jumlah tertentu terkumpul.

Cara ini dapat memotivasi si Kecil untuk berani mencoba toilet training sendiri.

3. Jangan memaksa anak

3. Jangan memaksa anak
Freepik/User19622617

Apa yang sederhana bagi kita, belum tentu anak merasakan yang sama lho, Ma. Bagi sebagian anak, toilet training bisa menjadi hal yang membuatnya merasa tertekan. Melatih anak secara bertahap dapat dilakukan.

Pastikan anak tahu bahwa Mama selalu siap sedia untuk membantu kapan pun ia membutuhkannya.

Berikan pemahaman bahwa anak dapat beralih dari popok ke pakaian dalam seperti layaknya Mama dan Papa pakai, serta menggunakan toilet kapan pun ia mau. 

Berikan jeda waktu untuk tidak membicarakannya untuk sementara ketika anak sudah terlihat frustrasi membahas tentang toilet training ini.

4. Berikan penawaran

4. Berikan penawaran
Freepik/Antoniogravante

Anak dapat diajari untuk berkompromi dan diberikan penawaran. Jika Mama memberikan anak pilihan tentang baju apa yang ingin dikenakannya hari itu atau makan siang apa yang diinginkannya, mungkin ia tidak akan terlalu menolak pergi ke toilet sendiri.

5. Mintalah bantuan orang lain

5. Mintalah bantuan orang lain
Freepik/Pressfoto

Mama bisa meminta tolong orang dewasa lain, seperti pengasuh atau kakek-nenek untuk membantu proses toilet training ini.

Seringkali komentar dan dorongan dari orang luar akan lebih berpengaruh pada psikis anak ketimbang orangtua yang berinteraksi dengannya setiap saat. 

Seperti berjalan atau berbicara, toilet training adalah keterampilan perkembangan yang dikuasai anak dengan kecepatan yang berbeda-bedai. Mereka akan melakukannya saat mereka siap, bukan saat orangtua siap.

Itulah beberapa tips melatih anak toilet training untuk anak yang bisa dicoba sejak si Kecil usia 24 bulan. Semoga artikel ini menginspirasi ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.