Kaya Serat dan Air, Ini Buah yang Baik untuk Jaga Pencernaan Anak

Dapat kurangi rasa mulas saat sembelit dan jaga kesehatan pencernaan

1 Februari 2020

Kaya Serat Air, Ini Buah Baik Jaga Pencernaan Anak
fillyourplate.org

Ketika si Kecil mengeluh rasa sakit perut atau sulit buang air besar (BAB), Mama mungkin akan mengalami rasa khawatir dan bertanya-tanya apa penyebabnya.

Hal ini sebenarnya dapat disebabkan oleh sistem pencernaan yang tidak lancar sehingga terganggu dalam proses pembuangan. Selain itu, pengaruh konsumsi makanan tertentu, seperti terlalu pedas juga bisa memicu sakit perut.

Dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, Mama dapat memerhatikan asupan nutrisi tubuh mereka. Terutama makanan yang kaya serat dari sayur-mayur atau buah-buahan. Beragam buah yang mengandung banyak serat dan air dapat membantu.

Jika Mama masih cenderung bingung, mungkin dapat mencoba memberikan beberapa buah untuk sistem pencernaan anak. Berikut telah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Apel jadi buah terbaik buat si Kecil

1. Apel jadi buah terbaik buat si Kecil
Freepik

Apel merupakan sumber pektin yang kaya serat dan mudah larut. Pektin dalam tubuh bermanfaat untuk memintas pencernaan di usus kecil yang kemudian dipecah oleh bakteri baik pada usus sehingga meningkatkan volume pembuangan kotoran.

Kandungan pektin pada apel mampu mengikat dan menghilangkan racun serta kolesterol. Apel juga dapat meredakan sembelit dan diare,mengurangi risiko infeksi usus, serta peradangan pada usus besar. Satu buah apel sehari untuk si Kecil dapat membantu pemenuhan serat hingga 1,6 gram lho, Ma.

2. Alpukat miliki kandungan yang lancarkan pencernaan

2. Alpukat miliki kandungan lancarkan pencernaan
Unsplash/Thought Catalog

Alpukat dengan daging buah berwarna kuning cenderung kehijauan ini merupakan salah satu sumber serat yang baik bagi tubuh. Alpukat juga kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat untuk kesehatan.

Alpukat membantu mengubah beta-karoten menjadi vitamin A yang bisa memertahankan lapisan mukosa sehingga dapat membantu proses pencernaan. Teksturnya yang lembut dan cenderung creamy pada alpukat sebenarnya mengandung serat sekitar 6-7 gram per setengah buah.

Selain menjaga kesehatan pencernaan, alpukat juga meminimalisir risiko kanker usus besar. Namun, Mama harus pandai mengolah alpukat saat memberikannya pada anak mengingat rasanya yang tidak cukup manis sehingga mungkin si Kecil tidak menyukainya. Tetap batasi penggunaan gula dalam pengolahan alpukat agar tidak berlebihan ya, Ma.

Editors' Picks

3. Kiwi baik untuk usus

3. Kiwi baik usus
Unsplash/Angélica Echeverry

Konsumsi buah kiwi secara rutin dapat melancarkan sistem pencernaan.

Buah kiwi memiliki enzim yang disebut dengan actinidin yang dapat meningkatkan pencernaan protein sehingga memberikan efek pencahar ringan. Kandungan serat yang tinggi pada kiwi baik untuk usus besar sehingga baik bagi sistem pencernaan.

Kiwi diperkaya vitamin C dan E, magnesium, kalium, dan asam lemak sehingga kaya antioksidan.

Vitamin C dapat membantu daya tahan tubuh dalam melawan penyakit. Tak hanya itu, kiwi juga dapat meningkatkan pertumbuhan lactobacilli dan bifiobacteria yang merupakan bakteri baik dalam usus.

4. Mangga banyak kandungan air

4. Mangga banyak kandungan air
Unsplash/Hotchicksing

Mangga memiliki enzim yang membantu pemecahan dan pencernaan protein dalam tubuh, kekayaan serat dalam mangga juga dapat melancarkan saluran cerna. Kandungan air pada mangga juga membantu masalah pencernaan, seperti sembelit dan diare.

Mama sebaiknya memilih mangga yang benar-benar matang sehingga memiliki rasa manis dan disukai si Kecil. Perlu diketahui juga bahwa konsumsi mangga secara rutin bisa mengurangi risiko kanker usus besar. Selain dikonsumsi langsung, mangga juga dapat divariasikan menjadi makanan lain, seperti jus atau pudding yang lebih menarik.

5. Pepaya memudahkan nutrisi terserap dalam tubuh

5. Pepaya memudahkan nutrisi terserap dalam tubuh
Unsplash/Ilyuza Mingazova

Pepaya dikenal sebagai buah yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Hal ini karena pepaya mengandung enzim yang disebut dengan papain.

Papain bantu memecah serat protein dalam sistem pencernaan sehingga memudahkan penyerapan nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh.

Pepaya memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menenangkan perut dan melarutkan lemak. Konsumsi pepaya dapat meredakan rasa mulas akibat alergi makanan. Selain itu, papain juga dapat meredakan gejala sindrom iritasi usus besar, seperti sembelit dan kembung.

6. Jambu biji berfungsi jadi obat pencahar alami

6. Jambu biji berfungsi jadi obat pencahar alami
Unsplash/Amirul Islam

Jambu  biji mengandung serat hingga 12% sehingga baik untuk sistem pencernaan. Jambu biji dapat berfungsi sebagai obat pencahar alami untuk membantu buang air besar lebih lancar. Hal ini karena jambu biji dapat membantu pergerakan usus lebih sehat.

Selain menjaga kesehatan pencernaan, jambu untuk si Kecil juga bermanfaat untuk melindugi kesehatan jantung dari kerusakan radikal bebas. Tingginya kadar kalium dan serat larut dalam jambu biji dianggap berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan jantung.

Namun, alangkah baiknya Mama berhati-hati dalam memberikan jambu pada si kecil karena bijinya dapat membuat tersedak. Mengolahnya menjadi jus bisa menjadi pilihan dan akan lebih aman untuk anak. 

7. Pisang bisa kurangi rasa mulas

7. Pisang bisa kurangi rasa mulas
Unsplash/Ailiv-Sonas Aceron

Kandungan serat pada pisang dapat menjaga keteraturan dalam usus sehingga mempercepat proses pencernaan. Pisang juga memiliki efek anatacid yang dapat mengurangi rasa mulas akibat sembelit.

Mama bisa menyajikan pisang untuk camilan anak di siang atau sore hari. Hal ini dapat memenuhi kebutuhan serat si Kecil sebanyak 3,1 gram.

Selain untuk kesehatan pencernaan, pisang juga dapat meningkatkan kualitas tidur anak karena mengandung triptofan.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.