Anak Sering Flu Sampai Susah Naik Berat Badan, Cek ke Dokter Ma!

dr. Rinal atau akrab disapa dokter brewok kembali membagikan pengalaman seorang pasien di Instagram pribadinya. Anak pasiennya sering mengalami flu berulang, hingga sebulan dua kali, yang membuat berat badannya sulit naik.
Kepada dr. Rinal, Mama dari anak itu mengaku putranya mengalami berat badan yang stuck di angka 18 kg, padahal seharusnya 21-22 kg. Ternyata, kondisi yang anak itu alami adalah karena infeksi pernapasan, Ma.
Setelah mendapatkan penanganan, berat badan sang anak berhasil naik hampir 2 kg hanya dalam 10 hari. Dari kisah pasien dr. Rinal ini bisa mengingatkan kita pentingnya mencari penyebab, bukan hanya mengobati gejalanya.
Lantas, apa hubungan antara flu berulang dan berat badan yang sulit naik? Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan yang perlu orang tua pahami.
1. Hubungan infeksi pernasapan dengan status gizi anak

Berdasarkan penjelasan dari dokter yang menangani pasien dr. Rinal, diketahui penyebab dari berat badan anak tersebut susah naik adalah karena infeksi pernapasan yang membuatnya sering flu.
Nah, infeksi pernapasan inilah yang ternyata bisa berpengaruh pada kondisi pertumbuhan si Kecil Ma.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Kesehatan Tambusai (2025), ditemukan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat memengaruhi status gizi anak.
Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang melemah, sehingga lebih rentan terserang infeksi. Nah, jika si Kecil mengalami flu yang berulang, ini bisa mengindikasikan adanya infeksi kronis atau gangguan sistem imun.
Infeksi yang terus-menerus ini membuat tubuh anak terus bekerja keras melawan penyakit, sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan dan penambahan berat badan justru terkuras.
Selain itu, kondisi seperti rinitis alergi atau sinusitis kronis seringkali gejalanya mirip flu biasa yakni pilek dan hidung tersumbat, tetapi berlangsung lama.
Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bukan hanya bisa mengganggu kenyamanan anak, tapi juga menurunkan nafsu makan, dan pada akhirnya mempengaruhi status gizinya.
2. Alasan infeksi pernapasan bisa pengaruhi berat badan

Saat tubuh mengalami infeksi, terjadi peningkatan kebutuhan energi dan protein untuk melawan penyakit. Namun, di saat yang sama, anak seringkali mengalami penurunan nafsu makan akibat rasa tidak nyaman, demam, atau gangguan penciuman dan pengecapan.
Nah, kondisi ini menciptakan defisit energi, di mana energi yang dikeluarkan lebih besar daripada yang masuk. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini juga bisa menyebabkan malabsorpsi nutrisi.
Proses peradangan di saluran napas bisa "menyebar" memengaruhi saluran cerna atau mengganggu proses metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Akibatnya, meski anak makan sesuai porsi dan nutrisi yang sudah Mama siapkan, nutrisi tersebut tidak dapat diserap dan digunakan secara optimal untuk menaikkan berat badannya.
3. Kapan harus bawa anak ke dokter?
Orang tua perlu waspada dan segera berkonsultasi ke dokter anak jika anak mengalami flu atau batuk pilek yang berulang lebih dari 8 kali dalam setahun, atau jika satu episode sakit berlangsung lebih dari 10-14 hari tanpa perbaikan signifikan.
Seperti yang dialami anak dari pasien dr. Rinal, anaknya itu bisa mengalami flu hingga dua kali dalam sebulan, meski sudah diobati. Terlebih lagi, berat badan anak mengalami stagnan dalam beberapa bulan berturut, atau malah cenderung turun.
dr. Rinal menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh. Dalam video tersebut, ia berpesan, "Jangan sampai nanti kronis, udah susah kita ngobatinnya."
Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada semua orang tua agar tidak menunggu anak sakit untuk memeriksakan kondisinya ke dokter. Penanganan yang tepat sesuai masalah yang ditemukan, tentunya bisa membantu optimalisasi pertumbuhan si Kecil, Ma.
Jadi, jika anak sering sakit dan berat badannya sulit naik, jangan dianggap remeh. Kondisi ini adalah sinyal dari tubuh yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai agar tumbuh kembang anak bisa optimal sesuai usianya.


















