5 Perbedaan dalam Mendidik Anak Laki-laki dan Perempuan

Sudah barang tentu ada perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan

20 Desember 2019

5 Perbedaan dalam Mendidik Anak Laki-laki Perempuan
markhuttontkd.co.uk

Sudah kita ketahui, anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan.

Anak laki-laki cenderung lebih senang mengekspresikan dirinya dengan gerakan, senang dengan benda-benda bergerak, maupun menonton benda bergerak.

Sedangkan anak perempuan, meski tak bergerak sebanyak anak laki-laki namun gerakan motorik halusnya lebih cepat berkembang.

Sehingga anak perempuan lebih cepat makan dengan sendok garpu, menulis, dan kegiatan lainnya.

Akan tetapi dari keduanya hanyalah sebuah perbedaan gender dan stereotip bahwa anak laki-laki lebih suka bermain action figure dan anak perempuan lebih suka bermain Barbie.

Namun, banyak orangtua tidak mengetahui bahwa sebenarnya membimbing mereka perlu kesabaran yang berbeda.

Salah satunya cara berkomunikasi dengan membutuhkan trik lho Ma.

Simak yuk bagaimana orangtua harus bersikap pada anak laki-laki dan anak perempuannya:

1. Ajarkan anak menjaga aurat

1. Ajarkan anak menjaga aurat
Pexels/Luis Quintero

Ma, dalam menyikapi anak laki-laki dan perempuan yaitu bisa mengajarkan mereka perbedaan aurat laki-laki dan perempuan.

Tanamkan pada mereka bagian mana saja yang boleh dilihat orang lain.

Hal ini berlaku untuk kedua jenis kelamin.

Hal tersebut karena maraknya kekerasan seksual terhadap anak.

Tanamkan pada mereka bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya di beberapa bagian tubuh.

Pasalnya mereka harus menjaga organ vital sejak dini.

Beritahu juga bahwa mereka jangan lengah dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Tetap selalu menjaga auratnya demi keamanan serta keselamatan diri mereka.

Editors' Picks

2. Pancing untuk bercerita

2. Pancing bercerita
Pexels/Victoria Borodinova

Otak laki-laki memiliki kemampuan untuk memisahkan dan menyimpan informasi.

Sehingga, mereka cenderung menyimpan semua masalah sendirian.

Ma, sebagai orangtua sebaiknya pancing anak laki-laki untuk bercerita dengan Mama cerita terlebih dahulu.

Misal: ceritakan pengalaman sewaktu kecil ketika ada masalah dan bagaimana mengatasinya.

Sedangkan anak perempuan cenderung lebih mudah untuk curhat bahkan jika dipancing sedikit saja akan menjelaskan panjang lebar mengenai kejadian yang ia alami di hari ini.

Nah, tugas Mama harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk mereka berdua.

3. Komunikasi dengan bijak

3. Komunikasi bijak
Pexels/Gratisography

Jika anak laki-laki Mama sedang terbawa emosi, biarkan saja ia sejenak terlarut di dalamnya.

Hal tersebut membantu memberinya pelajaran penting bahwa emosi adalah hal yang normal.

Tapi apabila anak laki-laki menangis, kesal, atau marah, Mama pun bisa bertanya dan tidak perlu menawarkan solusi apapun, yaitu cukup menanyakan bahwa ingin mendengar apa yang mereka katakan.

Jangan biarkan mereka meredam amarahnya sendirian ya Ma. 

Namun pada anak perempuan Mama, yang harus Mama hadapi ialah dekati ia secara perlahan dan berbicara dari hati ke hati.

Usahalan menggunakan nada bicara yang lembut agar anak melunak.

4. Didik dengan karakter yang baik

4. Didik karakter baik
Pexels/Pixabay

Sejak kecil, ajarkan anak laki-laki maupun anak perempuan dengan sikap-sikap yang baik.

Jangan hanya mengajarkan teori melalui perkataan saja, tapi disertai contoh yang baik untuknya.

Mendidik anak bukanlah hanya dengan celotehan saja lho, tapi Mama juga harus menunjukkan dan mempraktekkannya.

Tanamkan sikap mental berani. Misal: Mama pun bisa mempelajari bagaimana cara melatih mental mereka agar berani untuk tampil atau berbicara di depan umum.

5. Terapkan kedisiplinan

5. Terapkan kedisiplinan
Pexels/Pixabay

Ma, meski anak mama seorang anak laki-laki, maka Mama juga harus menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki.

Mereka membutuhkan usaha ekstra dalam menerapkan kedisiplinan, karena mereka cenderung tidak peduli dan tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan.

Sedangkan anak perempuan cenderung memberikan respon yang lebih baik peringatan orangtua yang mengisyaratkan kedisiplinan.

Hal ini disebabkan anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat.

Orangtua tetap harus memberikan sebuah kedisplinan kepada mereka berdua dengan penuh kesabaran. 

Ma, itulah 5 tips menjadi seorang Ibu yang baik untuk anak laki-laki dan anak perempuan Mama.

Didiklah mereka dengan budi pekerti dan cara yang bijak.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan dalam Mendidik Anak

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.