11 Fakta Anak Pertama yang Perlu Diketahui, Cocok Menjadi Pemimpin!

Kenali karakter dan kepribadian anak pertama lebih dekat

24 November 2021

11 Fakta Anak Pertama Perlu Diketahui, Cocok Menjadi Pemimpin
Pexels/olia danilevich

Anak tentunya merupakan sebuah anugerah yang sangat disayangi oleh setiap orangtua. Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan karakter dan pribadinya yang berbeda satu sama lain. Mulai dari anak sulung, anak tengah, anak bungsu maupun anak tunggal memiliki perbedaannya masing-masing.

Adanya perbedaan ini membuat mereka memiliki keunikan masing-masing yang tidak dapat disama ratakan. Berdasarkan Study National Academy of Sciences, ahli bernama Alfred Adles menjelaskan bahwa anak dapat mempengaruhi sebuah keluarga.

Adanya urutan kelahiran yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap perilaku sang anak. Ditambah dengan cara mendidik anak yang berbeda antara anak pertama, kedua dan seterusnya.

Berikut ini Popmama.com sudah merangkum fakta anak pertama yang perlu diketahui.

1. Anak pertama cenderung lebih cerdas

1. Anak pertama cenderung lebih cerdas
Pexels/olia danilevich

Dikutip dari laman Elite Daily, berdasarkan penelitian dari National Bureau of Economic Research (NBER) menyebutkan bahwa anak pertama lebih baik dibandingkan adik-adiknya ketika di sekolah.

Penelitian ini juga menunjukkan nilai tes IQ anak pertama yang lebih tinggi sehingga menunjukkan hasil bahwa anak sulung lebih cerdas secara alami.

Menurut penjelasan dalam penelitian tersebut, anak pertama lebih cerdas karena mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih optimal dibandingkan dengan adik-adiknya. Hal inilah yang membuat terdorongnya perkembangan otak menjadi lebih kuat, sehat dan cemerlang.

2. Anak pertama lebih bertanggung jawab

2. Anak pertama lebih bertanggung jawab
Pexels/Josh Willink

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh YouGov tahun 2015, menunjukkan hasil bahwa anak pertama mempunyai sifat yang lebih bertanggung jawab dibandingkan adik-adiknya. Menurut hasil, sekitar 54% anak pertama menyebutkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi.

Sementara sekitar 31% lainnya, menyebutkan bahwa adik atau saudaranya yang lebih muda mengklaim bahwa mereka lebih bertanggung jawab. Sifat tanggung jawab ini sebenarnya dapat dilakukan diberbagai hal.

Bentuk tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab terhadap sesuatu hal yang sudah ditugaskan kepada kita, seperti mengerjakan tugas, disiplin, menjaga kebersihan dan lain sebagainya.

3. Memiliki sifat keibuan

3. Memiliki sifat keibuan
Pexels/Tima Miroshnichenk

Ketika tidak ada Mama atau orangtua di rumah, biasanya akan dititipkan kepada kakak atau anak yang lebih tua. Sehingga ialah yang akan bertanggung jawab terhadap apapun yang ada di rumah selama orangtuanya tidak ada.

Hal seperti ini biasanya dilakukan karena anak pertama dianggap lebih tahu apa yang harus dilakukan dibandingkan adik-adiknya. Selain karena faktor usia, namun juga pikiran dan cakap yang terdapat pada si anak.

Tanpa disadari, tentunya kebiasaan ini dapat menumbuhkan jiwa keibuan yang terdapat pada diri anak, terutama anak perempuan pertama. Adanya sikap perhatian, kasih sayang, serta ketelatenan sang kakak dalam mengurus adik-adiknya dapat menjadikan anak pertama sebagai sosok yang diandalkan.

4. memiliki jiwa pemimpin

4. memiliki jiwa pemimpin
Pexels/cottonbro

Memiliki sifat tanggung jawab tentu juga membuat anak memiliki sifat seorang pemimpin yang tumbuh secara alami. Sebagai anak pertama, tentu ia dituntut agar dapat menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Sehingga, tidak heran bahwa kebanyakan anak pertama memiliki jiwa pemimpin.

Berdasarkan University of Texas menyebutkan bahwa sekitar 30% anak pertama besarnya dapat menjadi seorang politisi ataupun CEO.

Dengan adanya kombinasi antara sifat tersebut tentu akan membuat anak pertama lebih diandalkan, terutama dalam pekerjaan yang tentunya lebih membutuhkan kemampuan dalam memimpin.

Editors' Picks

5. Termasuk pendengar yang baik

5. Termasuk pendengar baik
Pexels/Ketut Subiyanto

Anak pertama, terutama pada anak perempuan biasanya dapat menjadi tempat curhatan bagi orang-orang yang ada disekitarnya, seperti adik ataupun teman. Hal ini terjadi karena anak pertama biasanya memiliki sisi pendengar yang cukup baik.

Tidak heran bila banyak orang yang curhat pada anak pertama. Selain menjadi sosok penasehat yang baik, anak pertama juga dapat dipercaya serta suka dalam membantu siapapun. Hal ini menjadikan alasan mengapa anak pertama kebanyakan memiliki punya banyak teman.

6. Memiliki emosi yang lebih stabil

6. Memiliki emosi lebih stabil
Pixabay/Victoria_Borodinova

Dilansir dari DailyMail, menyebutkan bahwa terdapat anak pertama yang mempunyai emosi yang cukup stabil dibandingkan adik-adiknya. Hal ini diakibatkan karena faktor usia yang lebih tua dibandingkan adiknya. Sehingga membuat sang anak menjadi lebih dewasa.

Mereka mempunyai emosi yang stabil karena mempunyai sifat dan karakter yang sudah terbentuk di dalam diri mereka. Sehingga mereka pun dapat banyak belajar dari kesalahan yang sebelumnya pernah dilakukan.

Selain itu, karena anak pertama kerap dijadikan sebagai contoh yang baik untuk adik-adiknya, hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa anak pertama cenderung dapat menahan emosi lebih baik.

Saat adiknya menginginkan sesuatu, sang kakak biasanya cenderung mengalah agar dapat membuat kebutuhan sang adik terpenuhi lebih dulu.

7. Sebagai sosok pelindung

7. Sebagai sosok pelindung
Pexels/Antonius Ferret

Memiliki tanggung jawab untuk dapat menjaga adik-adiknya, membuat sang kakak memiliki sosok dan jiwa pelindung, terutama bagi orang-orang yang disayanginya, seperti adik atau keluarga.

Mereka biasanya akan berusaha sekuat mungkin agar dapat melindungi sang adik dari berbagai macam bahaya. Mempunyai sikap yang dewasa, bijak dan tegas membuat anak pertama mendapatkan penilaian sebagai orang yang sangat cuek dan kaku. 

Padahal, hal tersebut membuktikan bahwa sang kakak memiliki kepribadian dan sifat yang penyayang.

8. Mandiri dan menjadi andalan keluarga

8. Mandiri menjadi andalan keluarga
Freepik/master1305

Sebagai anak pertama, tentunya sang kakak sudah mengalami masa dimana saat dia masih dimanja oleh orangtuanya. Namun, semenjak kehadiran sang adik tentu hal tersebut mulai berkurang secara berangsur-angsur.

Hal ini terjadi karena perhatian sang orangtua yang mulai beralih pada anak keduanya. Sehingga secara sadar dan tidak sadar, anak pertama pun akan dituntut menjadi sosok yang dapat mandiri serta dapat melakukan segala hal sendiri.

Berada di dalam kondisi ini tentunya anak dituntut untuk dapat menjadi individu yang dapat diandalkan, terutama dalam lingkungan keluarga. Hal ini karena dia harus dapat memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya, mulai dari perkataan serta perangai atau tingkah laku.

9. Lebih berorientasi pada keluarga

9. Lebih berorientasi keluarga
Pexels/Migs Reyes

Berdasarkan laman YouGov, anak pertama lebih berorientasi pada keluarganya. Hal ini terletak pada perbandingan sebanyak 32% anak pertama yang mengaku bahwa mereka lebih berorientasi pada keluarganya dibandingkan adik-adiknya.

Sedangkan pada anak-anak atau saudara yang lebih muda, mendapatkan hasil sekitar 27% anak yang mengaku berorientasi terhadap keluarganya.

Hal ini terjadi karena anak pertama yang cenderung menjadi teladan bagi adik-adiknya. Tentunya dengan ini membuat anak pertama cenderung mempunyai sifat yang lebih penyayang, perhatian dan lebih mengalah.

Salah satu contohnya adalah saat anak pertama yang sudah bekerja, maka mereka biasanya rela membantu dalam membiayai sekolah sang adik dengan menyisihkan gajinya.

10. Lebih percaya diri dan luwes

10. Lebih percaya diri luwes
Freepik

Fakta anak pertama selanjutnya adalah mereka yang memiliki rasa percaya diri yang lebih dibandingkan dengan adik-adiknya. Selain itu, mereka juga memiliki sifat yang lebih luwes dan juga lebih terbuka terhadap kehadiran orang lain. 

Berdasarkan laman YouGov, sekitar 34 anak pertama memiliki sifat yang cenderung lebih percaya diri, sedangkan adik-adiknya memiliki 28% yang memiliki sifat percaya diri.

Walaupun begitu, sekitar 46% beranggapan bahwa adik atau saudara yang lebih muda dianggap lebih lucu dan 47% di antaranya juga mempunyai sifat yang easy going. Hasil dari persentase ini membuktikan bahwa nilai ini yang lebih tinggi daripada anak pertama.

11. Memerlukan teman berdiskusi & berbagi

11. Memerlukan teman berdiskusi & berbagi
Pexels/RODNAE Productions

Berdasarkan dari naluri anak pertama yang memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi, memicu hadirnya tekanan dalam diri anak pertama.

Hal inilah yang membuatnya harus dapat memiliki teman diskusi untuk dapat berbagi dan membantu dalam mengatasi dan memecahkan adanya permasalahan hidup yang dialaminya.

Sebagai orangtua, Mama seharusnya dapat mengajak sang anak berdiskusi atau membahas berbagai hal untuk memastikan bahwa sang anak tetap mendapatkan dukungan dan perhatian dari orangtuanya.

Sehingga, anak pun tidak merasa sendirian dan tidak mengalami berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya.

Nah, itulah fakta anak pertama yang perlu diketahui. Jadi gimana? Sesuaikah dengan kriteria anak pertama Mama?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.