Mitos Kesehatan Ibu dan Anak Menurut Ahlinya

Sering mendengar beberapa hal ini? Bisa saja ini termasuk mitos lho, Ma!

13 November 2021

Mitos Kesehatan Ibu Anak Menurut Ahlinya
Pexels/Helena Lopes

Saat ini tentunya banyak sekali berbagai macam mitos yang mengarah pada kesehatan ibu dan anak. Sehingga membuat para ibu-ibu menjadi was-was dan takut salah langkah dalam mengira informasi yang benar maupun yang tidak.

Dengan banyaknya mitos yang beredar ini tentunya sangat diperlukan pemahaman dan edukatif mengenai kesehatan ibu dan anak secara ilmiah.

Berbagai macam mitos seperti ibu yang baru melahirkan tidak boleh tidur siang serta berbagai macam mitos lainnya perlu diketahui kebenarannya.

Komunitas Ibu Canggih @Ibu2Canggih kembali mengadakan acara edukatif untuk ibu di seluruh Indonesia. Kali ini mengadakan webinar yang mengupas tuntas mengenai mitos kesehatan ibu dan anak secara ilmiah bersama dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A sekaoigus bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-1 Komunitas Ibu Canggih @Ibu2Canggih dengan tema “The Power of Ibu-Ibu Canggih”.

Agar tidak salah kaprah maka diperlukan penjelasan dari ahli yang terkait mengenai pembahasan kesehatan antara ibu dan anak secara ilmiah.

Lalu, apa saja mitos kesehatan ibu dan anak yang tersebar di masyarakat?

Berikut ini Popmama.com sudah merangkum berbagai macam mitos mengenai kesehatan ibu dan anak menurut ahlinya yang perlu Mama ketahui.

1. Jangan memeras cucian bayi terlalu kencang karena akan membuat bayi gelisah

1. Jangan memeras cucian bayi terlalu kencang karena akan membuat bayi gelisah
Pexels/Teona Swift

Pernahkah Mama mendengar kalimat "Jangan memeras cucian bayi terlalu kencang karena akan membuat bayi gelisah"?

Sebenarnya, bayi dapat gelisah diakibatkan oleh berbagai macam faktor yang terjadi, namun alasan yang satu ini tidak termasuk.

Bayi yang gelisah dapat terjadi karena beberapa hal, seperti karena merasakan lapar, kegerahan, popok yang penuh maupun kolik.

Apabila Mama khawatir dengan kondisi sang bayi, Mama tentunya dapat mengkonsultasikannya kepada dokter.

Dan tentu saja, penyebab bayi menjadi gelisah tidak ada hubungannya dengan memeras cucian bayi dengan terlalu keras.

Editors' Picks

2. Ibu yang baru melahirkan tidak boleh tidur siang karena bisa mengakibatkan darah naik ke mata

2. Ibu baru melahirkan tidak boleh tidur siang karena bisa mengakibatkan darah naik ke mata
Pexels/RODNAE Productions

Mitos yang kedua adalah melarang ibu yang baru melahirkan untuk tidur siang. Jika dilihat secara ilmiah, tentunya tidur siang sangat diperlukan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

“Ini sudah jelas mitos ya. Ibu yang baru melahirkan justru disarankan tidur yang cukup agar stamina dan kesehatan juga terjaga,” tambah dr. Nofiyanty.

Mama yang baru melahirkan justru disarankan untuk dapat tidur siang. Hal ini tentunya sangat penting untuk menurunkan terjadinya tingkatan stres ketika pascamelahirkan, terutama pada orangtua yang baru menjadi ibu.

Selain itu, istirahat juga diperlukan sebagai bentuk penebusan karena ibu lebih banyak begadang semalaman untuk menemani sang bayi yang baru lahir ke dunia.

3. ASI yang bening (foremilk) tidak bagus untuk bayi karena bisa bikin bayi masuk angin

3. ASI bening (foremilk) tidak bagus bayi karena bisa bikin bayi masuk angin
Pexels/Pixabay

Air susu ibu (ASI) yang memiliki warna bening disebut juga dengan foremilk. Foremilk sering dikira tidak bagus bagi pertumbuhan bayi karena dapat menyebabkan sang bayi menjadi masuk angin. Padahal penjelasan ini tidak benar dan merupakan mitos.

Foremilk tentunya juga memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang sang bayi. Selain memiliki fungsi untuk menghilangkan dahaga bayi, foremilk juga memiliki kandungan laktosa untuk pembentukan dari otak bayi.

Foremilk juga memiliki kandungan protein yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta dapat mempercepat terbentuknya saraf serta jaringan tubuh pada bayi.

4. Feses bayi bisa berbentuk biji cabe kalau ibu menyusui makan makanan pedas

4. Feses bayi bisa berbentuk biji cabe kalau ibu menyusui makan makanan pedas
Dok. Ibu2Canggih

Feses bayi yang berbiji disebabkan oleh berbagai faktor, namun biasanya masih termasuk dalam kategori normal. Biasanya fases yang berbiji tidak selalu diindikasikan dengan bayi yang diare.

Hal ini karena definisi dari diare sendiri adanya feses yang berbentuk cairan dan keluar dengan frekuensi yang cukup sering.

“Diare pada bayi sendiri banyak penyebabnya, tapi yang jelas bukan karena ibunya suka makan makanan pedas ya,” kata dr. Nofiyanty.

5. Bayi tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari karena bisa ‘ketempelan’

5. Bayi tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari karena bisa ‘ketempelan’
Pexels/William Fortunato

Bayi yang memiliki usia belum mencukupi 40 hari memang tidak disarankan untuk dibawa keluar rumah. Namun, hal ini bukan dikarenakan dengan alasan mistis tetapi karena masalah kesehatan.

“Bayi usia 40 hari ke bawah masih rentan terkena penyakit dari luar karena antibodinya belum terbentuk sempurna,” tandas dr. Nofiyanty.

Bayi yang belum mencukupi usia 40 hari biasanya akan rentan terkena berbagai macam penyakit yang berasal dari luar. Hal ini karena bayi belum memiliki antibodi yang terbentuk secara sempurna.

Maka dari itu bayi yang belum genap usia 40 hari tidak disarankan untuk dibawa keluar, kecuali untuk berjemur ataupun imunisasi.

Nah, itulah berbagai macam mitos mengenai kesehatan ibu dan anak menurut ahlinya yang perlu Mama ketahui. Jadi, sudah mengetahui bedanya informasi kesehatan yang mitos dan yang bukan kan, Ma?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.