6 Aktivitas yang Sangat baik Bagi Anak Namun Jarang Diketahui Orangtua

Membantu membentuk keterampilan kognitif, sosial, dan emosional yang dibutuhkan anak-anak

26 Oktober 2021

6 Aktivitas Sangat baik Bagi Anak Namun Jarang Diketahui Orangtua
Freepik/jcomp

Sebagai orangtua, Mama dan Papa pasti ingin membesarkan anak-anak menjadi seorang yang selalu bahagia, memiliki motivasi dalam hidup, baik hati, selalu semangat, dan mandiri.

Untuk mendapat anak seperti yang didambakan, biasanya Mama dan Papa akan mendaftarkan anak untuk mengikuti banyak kegiatan edukatif. Misalnya, meminta anak mengikuti beberapa les, baik itu tentang akademik maupun tentang hal lain di luar itu.

Namun, nyatanya ada hal yang lebih penting untuk mendapatkan anak-anak seperti yang didambakan tersebut lho. Hal itu dilakukan dengan bermain dan melakukan aktivitas seru yang mudah, sederhana, dan gratis. Aktivitas apakah itu?

Berikut ini, Popmama.com telah merangkum beberapa ativitas yang sangat baik untuk memelihara keterampilan kognitif, sosial, dan emosional yang dibutuhkan anak-anak agar menjadi sosok yang berhasil sesuai dambaan Mama dan Papa. Simak yuk! 

1. Membebaskan anak dalam bermain

1. Membebaskan anak dalam bermain
Freepik/pcn.vector

Salah satu kegiatan terbaik dalam bermain yakni membiarkan anak-anak bermain sesukanya. Bebaskan anak untuk bermain dengan teman-temannya, saudaranya atau bahkan sendirian. Biarkan anak-anak bermain sesukanya, Mama hanya perlu memperhatikan dari jauh, tidak usah mengatur atau mengarahkan. 

Dengan membebaskan anak bermain, maka nantinya soft skill mereka akan terbangun dengan sendirinya. Mereka akan pandai mengambil keputusan dan menjadi lebih mandiri. 

Sebab, jika terus didampingi oleh orangtua, anak-anak lebih banyak diatur. Selain itu, anak-anak pun akan ketergantungan kepada Mama dan Papa jika menemukan sedikit kesulitan. 

Untuk membebaskan anak dalam bermain, Mama dan Papa dapat memberi anak beberapa balok kayu atau LEGO. 

Namun, tetap perlu diingat, dengan membebaskan anak bermain bukan berarti Mama dan Papa tidak lagi menemaninya bermain ya. Mama dan Papa masih harus menemani anak bermain sesekali untuk membantu bonding antara anak dan orangtua.

2. Sempatkan waktu untuk bermain di luar ruangan

2. Sempatkan waktu bermain luar ruangan
royaltots.sch.id

Bermain di luar sangat penting untuk perkembangan fisik dan mental anak. Dengan membebaskan anak untuk bermain di alam, maka akan mengembangkan keterampilan seperti mendengarkan, perhatian, pengaturan emosi, dan kemampuan untuk berkolaborasi. 

Maka dari itu, cobalah sempatkan waktu untuk mengajak anak bermain di luar ruangan. Namun, dari pada bermain di taman bermain, cobalah untuk mengajak anak untuk pergi ke tempat wisata alam, Ma. Di mana termpat tersebut penuh rumput, air, lumpur, dan hal-hal alami lainnya. 

Tempat-tempat alam itu mampu memberikan pengalaman sensorik alami yang luar biasa pada anak-anak. 

Editors' Picks

3. Izinkan anak untuk mengambil risiko yang sehat

3. Izinkan anak mengambil risiko sehat
Pexels/Jessica West

Kebanyakan orangtua tidak mengizinkan anak-anak untuk mencoba hal-hal yang berisiko. Padahal, dengan membiarkan anak untuk bermain hal berisiko akan membantunya mengelola risiko sendiri.

Kini, cobalah untuk membiarkan anak untuk mencoba hal-hal berisiko yang sederhana, Ma. Misalnya, memanjat perosotan, melompat dari sofa, atau menjaga keseimbangan di pohon tumbang

Dengan mengajak anak untuk bermain sesuatu yang berisiko membantunya mengontrol kepercayaan diri, ketahanan, kekuatan mental, dan emosional.

Jadi, jangan lagi untuk melarang anak untuk bermain hal-hal yang berisiko ya, Ma. Jika hal tersebut masih dalam batas wajar, izinkanlah.

Sebab, jika terus dilarang dan dikekang untuk bermain sesuatu yang berisiko, maka anak akan menjadi kurang kesempatan untuk mengambil risiko sehingga akan menyebabkan timbul ketakutan atau agresi.

Hal lain yang perlu Mama perhatikan yakni ketika anak bermain dan ia terjatuh, pasti Mama ingin mengucapkan "berhati-hati ya, Nak", coba untuk tahan ya, Ma. Biarkan anak sesekali menyelesaikan masalahnya sendiri. 

4. Beri anak-anak waktu bermain jauh dari orang dewasa

4. Beri anak-anak waktu bermain jauh dari orang dewasa
Freepik/Jcomp

Sama seperti Mama dan Papa, anak-anak pun membutuhkan waktu untuk bermain sendiri lho. Mereka membutuhkan ruang yang jauh dari pandangan orang dewasa. 

Hal itu guna anak-anak masuk ke dalam permainan yang ia pilih seutuhnya tanpa gangguan orangtua sedikitpun. 

Untuk melaksanakan kegiatan ini, cobalah sediakan anak satu ruangan agar mereka fokus tentang aktivitasnya sendiri. 

Mungkin Mama masih tetap khawatir, namun ingatlah bahwa Mama dan Papa tidak  bertanggung jawab untuk menghibur anak-anak sepanjang hari. Bahkan, terkadang, hiburang yang diinginkan oleh anak yakni ketika Mama dan Papa mengucapkan, "Silakan pergi bermain!". Dengan begitu, anak akan merasa yakin untuk menghadapi tantangan yang akan datang dan itu terasa menyenangkan untuknya.

5. Melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari

5. Melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari
Freepik/Rawpixel-com

Beberapa orangtua tidak ingin anak-anak membantu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Mama melarang hal itu. Misalnya, karena takut anak merasakan kelelahan, takut merepotkan anak-anak, dan lain-lain.

Padahal, melakukan aktivitas harian sama sekali bukan "tugas" bagi anak-anak. Mereka adalah penolong alami. Mereka ingin terlibat dalam kehidupan Mama dan Papa sehari-hari dan sangat penting bagi mereka untuk dilibatkan.

Melibatkan anak untuk melakukan pekerjaan rumah harian akan membangun rasa tanggung jawab dalam dirinya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk merasa berkontribusi pada rumah tangga.

Selain itu, membiarkan anak membantu pekerjaan rumah yang sederhana akan membantunya untuk melatih motorik kasar. Misalnya, membersihkan daun, menyiram tanaman atau mengangkat keranjang cucian. Pekerjaan tersebut membutuhkan kelompok otot yang besar untuk bekerja sama.

Ada pula beberapa pekerjaan rumah yang dapat membantu anak melatih motorik halus seperti menuangkan air dari teko kecil ke dalam cangkir, atau mengoleskan selai pada roti panggang.

6. Jangan takut anak merasa bosan

6. Jangan takut anak merasa bosan
Freepik

Kebosanan adalah tempat anak-anak belajar menghadapi dan mengatasi ketidaknyamanan. Jadi, Mama dan Papa tak usah takut anak merasa bosan.

Dengan kebosanan, anak-anak akan memiliki lebih banyak waktu senggang sehingga mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu sendiri, mempelajari apa yang membuat mereka senang, dan membantu menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kemandirian.

Mama dapat menciptakan momen yang membuat anak merasa bosan, misalnya tidak memiliki rencana apapun di akhir pekan, tidak membawa mainan anak ketika sedang melakukan perjalanan singkat, mengantre di toko, dan lain sebagainya. 

Dengan seperti itu, Mama dan Papa membantu anak untuk membangun ide kreatifnya hingga membuat semua orang yang melihatnya kagum. 

Nah, itulah beberapa aktivitas yang sangat baik untuk anak namun jarang diketahui oleh banyak orangtua. Mulai sekarang. Mulai sekarang, langsung coba yuk, Ma, Pa! 

Baca juga:

Kabar Bahagia! Kini Wahana Permainan Anak di Mal Telah Dibuka

7 Rekomendasi Permainan untuk Latih Motorik Halus Anak Balita

7 Rekomendasi Mainan Anak Laki-Laki agar Tetap Aktif

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.