10 Film Animasi Pendek yang Mengandung Banyak Pesan Moral

Cocok untuk mengisi waktu senggang anak-anak

16 Agustus 2021

10 Film Animasi Pendek Mengandung Banyak Pesan Moral
m.imdb.com

Ada beragam hal seru dan menarik di rumah yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Salah satunya dengan menoton film animasi. 

Dengan mengajak anak menonton film animasi, mereka akan banyak mendapat pelajaran hidup dari pesan moral yang terkandung dalam film. Untuk itu, mereka harus menontonnya hingga film selesai dan menyimpulkannya di akhir film.

Mama juga dapat membantunya untuk menyimpulkan pesan moral yang terkandung dalam film. 

Untuk permulaan, Mama dapat mengajak menonton film animasi yang pendek terlebih dahulu. Hal tersebut dapat membantu mempermudah si Kecil untuk menarik kesimpulan film. 

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum 10 film animasi pendek yang kaya akan pesan moral. Ajak anak nonton bersama yuk, Ma! 

1. Love Hair 

Film animasi pendek yang disutradarai oleh Matthew A. Cherry dan Bruce W. Smith ini mengisahkan seorang gadis kecil bernama Zuri yang memiliki rambut afro (kribo) yang hitam tebal. 

Rambut afro terlihat sulit untuk ditata, namun Mama Zuri menunjukkan bahwa rambut jenis ini pun tetap bisa ditata dengan kecermatan dan kesabaran. Hal tersebut ditunjukkan oleh sang Mama dengan menata rambut Zuri setiap hari spesial. 

Namun, suatu ketika Zuri harus menghadiri acara spesial namun Mamanya sedang sakit. Maka, ia berjuang menata rambutnya sendiri. 

Karena tak kunjung berhasil, akhirnya Zuri meminta bantuan Papa. Walaupun merasa cukup kesulitan di awal, namun Papa berhasil menata rambut Zuri. 

Film ini menunjukkan apapun jenis rambutnya, warna rambutnya, tekstur rambutnya, semua indah dan memiliki keunikan masing-masing jika ditata dan dirawat. Termasuk rambut afro. 

2. The Box 

Film The Box menceritakan tentang nasib pilu yang dialami oleh seorang anak yang menjadi korban peperangan di Syria. 

Di dalam film, sang anak tinggal di dalam box bersama kucing peliharaan miliknya. 

Namun, suatu ketika, tiba-tiba terjadi perang dahsyat. Ia pergi bersama kucingya sambil membawa kotak yang menjadi tempat tinggalnya. 

Akhirnya, perjalanannya sampai di tepi laut. Sang anak bergegas mengubah box menjadi sebuah kapal. 

Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh anak itu? Langsung tonton bersama anak yuk, Ma!

Pada akhir film tersebut jug dijelaskan dengan tulisan, “Lebih dari 80% dari populasi anak di Syria telah terdampak dari konflik kejam yang terjadi di negaranya. Sebanyak 6,1 juta anak membutuhkan dukungan dalam hal edukasi. Lebih dari 6 juta anak kehilangan tempat tinggal. Lebih dari 16.600 anak terpisah dari keluarganya dan telah melewati batas negara Syria.” 

Dengan mengajak anak menyaksikan film The Box ini, Mama dapat mengajarkan pada anak bahwa kita semua harus bersyukur karena hidup di negara yang tidak ada konflik peperangan, tidur dengan nyenyak di dalam rumah serta masih bisa bermain dan mendapat hiburan.

3. A Folded Wish 

Film animasi yang diproduksi oleh Artmoeba Productions ini menawarkan kisah haru untuk para penontonnya. 

A Folded Wish menceritakan tentang dua anak perempuan yang tinggal bersama sang nenek. Keduanya menderita penyakit keras. 

Walau demikian, mereka masih semangat dalam beraktivitas sehari-hari. Mereka juga menargetkan untuk membuat seribu burung origami. 

Kondisi kesehatan keduanya terus memburuk setiap hari. Hingga akhirnya, salah satu dari mereka meninggal duluan. 

Sebelum meninggal, keduanya masih sangat bersemangat membuat origami agar targetnya berhasil. Namun, takdir berkata lain. 

Kini, saudara perempuannya yang masih dapat bertahan hidup bekerja keras membuat burung origami agar targetnya tercapai. Hal tersebut guna menepati janjinya kepada saudaranya yang sudah meninggal. 

Film pendek ini mengajarkan para penonton agar bermimpi setinggi langit dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Selain itu, film ini pun dapat mengajarkan anak-anak untuk saling menyayangi dan mencintai sesama saudara. 

4. WiNDUP 

Film animasi pendek yang ditulis dan disutradarai oleh Yibing Jiang ini menyuguhkan kisah mengenai kehidupan Papa dan putri kecilnya yang terbaring tidak sadarkan diri. 

Agar tetap terhubung, Papa selalu memainkan musik menggunakan kotak musik windup. Di sisi lain, si Kecil mampu mendengar suara musik yang dimainkan oleh sang Papa melalui mimpi alam bawah sadarnya. 

Musik tersebutlah membantu sang anak mencari jalan keluar dari mimpinya agar dapat kembali bertemu sang Papa. 

Editors' Picks

5. Umbrella 

Umbrella merupakan film animasi pendek yang diangkat dari kisah nyata. Film ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang tinggal di sebuah panti asuhan. 

Suatu hari, panti asuhan tersebut kedatangan seorang Mama dan putri kecilnya. Keduanya datang menggunakan mobil. Sesampainya di panti asuhan, mereka turun dan mengenakan payung kuning untuk melindungi dirinya dari tetesan hujan. Keduanya berjalan dengan cepat ke panti asuhan. Sesampainya di depan pintu panti asuhan, payung dilihat dan ditaruh di dekat pintu. 

Ternyata, di dalam panti asuhan ada seorang anak laki-laki yang sudah mengamati datangnya dua perempuan tersebut. Ia ternyata terpincut dengan payung kuning yang dipakai. Jadi, anak laki-laki ini turun dan mengambilnya. 

Ternyata anak perempuan pemilik payung kuning tersebut mengetahuinya. Akhirnya terjadilah perebutan antara keduanya. Namun, ibu panti asuhan dapat melerai mereka. 

Setelah diselidiki, ternyata anak laki-laki ini memiliki kenangan indah dengan payung kuning. Di mana payung tersebut menemani masa kecilnya bersama sang ayah saat masih tinggal di jalanan. 

Pada akhirnya, saat sudah tua anak laki-laki tersebut membuka toko payung. Di sana juga terdapat payung berwarna kuning.

6. Bao 

Film pendek yang disutradarai oleh Domee Shi ini hanya berdurasi 8 menit. Film ini bercerita tentang bao atau sebuah pangsit yang biasanya diisi dengan daging. Namun, di sisi lain, bao memiliki berarti sesuatu yang berharga. 

Hal tersebut benar-benar tercerminkan dalam film Bao yang mengisahkan hubungan rumit antara seorang Mama dengan anaknya. Sang Mama yang merupakan keturunan Tionghoa-Kanada memiliki sindrom empty nest.

Sindrom empty nest merupakan perasaan kesepian maupun kesedihan yang dialami oleh orang tua ketika anak-anak mereka telah meninggalkan rumah. 

Di saat kesepian tersebut, Mama membuat sebuah bao, kemudian bao tersebut hidup. Hal tersebut membuat Mama yang kesepian merasa kembali memiliki teman. 

Secara perlahan, kehadiran Bao membantu keluarga tersebut menata kembali hubungan baik. Sampai akhirnya, sang anak mulai menemani ibunya dan berhubungan baik kembali. 

Film animasi pendek tentang keluarga ini berhasil meraih penghargaan di Academy Awards untuk kategori Best Short Film (Animated) pada tahun 2019 silam.

7. Farewell 

Film Farewell diproduksi pada tahun 20016 di Prancis. Film ini menceritakan tentang seorang pelukis wanita yang baru saja keguguran. Hal tersebut membuat dirinya terpukul.

Suatu ketika ia sedang merenung di tempat melukisnya sambil mendapat keranjang bayi yang hendak ia lukis untuk anaknya kelak. Tiba-tiba, sebuah kertas masuk ke dalam ruangan dan terjatuh di dalam box bayi. 

Pelukis yang menyadari hal tersebut langsung bergegas menghampiri kertas tersebut dan langsung mengambilnya. Setelah dilihat ternyata hanya sebuah gambar lingkaran. 

Kemudian, tiba-tiba sang pelukis mendengar suara anak sedang bermain di luar rumahnya. Hal tersebut kembali membuatnya sedih dan menangis. Ia menangis tepat di atas kertas bergambar lingkaran tadi. Alhasil, air matanya jatuh mengenai kertas tersebut. 

Hal tersebut membuat gambar lingkaran tadi retak dan keluar seekor burung kecil tanpa warna. Kemudian burung tersebut memakan warna-warna di gambar-gambar yang ada pada kertas di atas meja. 

Sang pelukis yang masih terkaget-kaget merasa penasaran, dirinya mengoleskan cat kuning di kertas, lalu burung tadi memakannya. Ia pun mencoba mengoleskan cat di dinding, burung pun kembali memakannya. Hingga akhirnya burung tersebut hidup di dalam tembok. 

Secara perlahan, burung tersebut ternyata menghapuskan luka dan kesedihan yang dirasakan oleh pelukis. Suatu hari burung tersebut berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari tembok. Ia melakukan hal tersebut karena melihat pelukis bersusah payang berusaha menghapus noda yang ada di tempat tidur bayi. 

Setelah berhasil keluar dari tembok, ternyata burung tersebut berada di ujuk tandung, ia kehilangan napas dan akan segera mati. Namun, ia tetap berusaha membantu pelukis menghapus noda di tempat tidur bayi. Ia menghapus dengan menggunakan bulunya. 

Setelah itu, pelukis kembali memasukkan burung ke dalam tembok dan membiarkan burung tersebut pergi. 

Sosok burung tersebut menyimbolkan anak sang pelukis yang telah tiada. Lalu, tindakan pelukis ketika melepaskan burung yang sudah mati merepresentasikan dirinya yang sedang melepaskan dan mengikhlaskan anaknya yang tidak berada bersamanya. 

Kisah tersebut mengajarkan kita agar selalu ikhlas dengan takdir yang telah terjadi untuk hidup ini. 

8. Pip

Pip merupakan film animasi pendek yang memiliki banyak penonton di YouTube. Saat ini jumlahnya mencapai sekitar 335 juta penonton. 

Film ini bercerita tentang anjing yang belajar di Canine University, campus para anjing. Ia memasuki kampus tersebut untuk belajar agar menjadi anjing pemandu para tunanetra.

Namun, ternyata kehidupan kampusnya tidak semudah dan semulus yang ia pikirkan. Ia mengalami beberapa kesulitan. 

Walau demikian, ia terus berjuang dan belajar memperbaiki kesalahannya. Akan tetapi dirinya tetap gagal ketika melakukan tes dan akhirnya dikeluarkan dari kampus tersebut. Pip merasa sedih saat keluar kampus. 

Di saat yang bersamaan ia melihat seorang tunanetra yang sedang dalam kesulitan di depan kampus. Dengan sigap Pip langsung berlari dan membantunya.

Perbuatan baiknya membuat Pip akhirnya mendapat tanda lulus dari tes. 

Dengan menyaksikan film animasi Pip, kita diajarkan untuk selalu melakukan segalanya dnegan hati yang tulus dan ikhlas. Tak lupa juga untuk bekerja keras, terus belajar dan selalu berbuat baik. 

9. One Small Step

Film animasi pendek yang dirilis pada tahun 2018 ini bercerita tentang seorang Papa bernama Chu dan putrinya, Luna.

Sang Papa sangat menyayangi putrinya. Suatu ketika, Luna berulang tahun, Papanya memberikan ia sepatu astronot. Hal tersebut dilakukan oleh Papa Chu karena ia mengetahui bahwa anaknya sangat ingin menjadi astronot. 

Akan tetapi, cita-cita Luna kerap gagal. Namun, ada suatu peristiwa yang membuat dirinya bangkit kembali dan memperjuangkan impiannya. 

Dalam film tersebut tergambarkan bagaimana tulusnya sang Papa dalam mencintai putrinya. Selain itu, film karya TAIKO Studios mengajarkan untuk para penontonnya agar tidak menyerah walaupun kerap kali mengalami kegagalan. 

10. Changing Batteries

Changing Batteries bercerita tentang kehidupan seorang wanita tua dan robot yang setia menemaninya. Ketika mati karena baterainya habis, sang robot bisa kembali hidup dengan mengganti baterainya. 

Namun, suatu hari sang wanita tua meninggal. Kejadian tersebut membuat sang robot memasangkan baterai pada wanita tua itu. Sayangnya tidak ada yang berubah. Sang perempuan tua itu perg meninggalkan robot sendirian.

Film ini mengajarkan kita agar selalu memanfaatkan waktu kebersamaan dengan orang yang disayang sebaik-baiknya. Termasuk Mama, Papa dan anak-anak. Sebab, kita tidak tahu kapan akan pergi untuk selamanya dan tak bisa kembali bertemu. 

Nah itu lah 10 film animasi pendek yang mengandung banyak pesan moral tentang kehidupan. Semoga dapat menghibur seluruh anggota keluarga Mama. Selamat menonton!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.