7 Penyebab Anak Suka Berbicara Kasar pada Orang Lain

Masih kecil tapi sudah sering bicara kasar ke orang lain, bahkan ke yang lebih tua. Kenapa ya?

17 Mei 2021

7 Penyebab Anak Suka Berbicara Kasar Orang Lain
Freepik/karlyukav

Ada kalanya Mama kaget mendengar apa yang anak mama bicarakan. Entah saat anak bermain sendiri atau saat berinteraksi dengan anak lain yang sebayanya, lalu si Kecil berkata kasar.

Kata-kata kasar yang tidak semestinya bisa berupa makian atau sebutan hewan yang ditujukan pada teman mainnya. 

Ada apa dengan si Kecil ketika ia sering menggunakan bahasa-bahasa yang kasar seperti itu?

Pasti Mama mempertanyakan dari mana asalnya sehingga anak mama bisa memiliki kebiasaan negatif seperti itu.

Namun, Mama juga perlu mengetahui penyebabnya. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab anak suka berkata kasar pada orang lain.

1. Mendengar dari orang lain di sekitarnya

1. Mendengar dari orang lain sekitarnya
Freepik/odua

Sebagai orangtua, kadang kita tidak bisa membatasi orang-orang di sekitar si Kecil. Apalagi jika Mama sering membawa ia ke tempat umum, di mana banyak orang dengan beragam kebiasaan dalam berbicara bergabung menjadi satu.

Kadang ada saja satu dua orang yang berbicara kasar dan hal tersebut berpotensi didengar oleh si Kecil.

Dengan demikian, Mama harus super hati-hati nih saat membawa anak ke tempat umum. Perhatikan adakah orang di sekitarnya yang berbicara kasar atau tidak. 

Jika ada, Mama bisa langsung mengeduakasi anak mama.

Beritahu kepada si Kecil bahwa yang dibicarakan orang tersebut adalah kata terlarang dan mengucapkannya merupakan perbuatan tidak terpuji.

Beri tahu pula apa arti dari kata tersebut agar anak mengetahui, mana perkataan yang pantas diucapkan dan tidak.

Selain di tempat umum, bisa juga si Kecil mendengar di lingkungan bermainnya, Ma.

Mungkin ada beberapa teman mainnya yang suka berbicara kasar dan tidak sengaja mengucapkan kata-kara tersebut di depan anak mama. 

Maka, alangkah baiknya Mama memberi pengawasan lebih terhadap si Kecil saat bermain. Sehingga jika anak mama kedapatan mendengar temannya berkata kasar, Mama bisa memberitahunya bahwa hal tersebut tidak baik. 

2. Menyaksikan tanyangan (tv atau video) yang tidak sesuai dengan umurnya

2. Menyaksikan tanyangan (tv atau video) tidak sesuai umurnya
Freepik/gpoInstudio

Apakah Mama tipe orangtua yang suka membiarkan si Kecil menonton sinetron? Kalau iya, mulai sekarang kurangi yuk, Ma. 

Mungkin si Kecil belum paham dengan alur cerita sinetron tersebut. Namun, ia bisa saja meniru semua yang dilakukan oleh artis dalam sinetron tersebut. 

Coba mulai atur tontonan si Kecil di TV, Ma. Mama bisa memulainya dengan mengatur jam menontonnya. Misalnya, izinkan anak menonton saat pagi hari dan sore hari, di mana film kartun sedang tayang di TV.

Selain melalui TV, anak-anak bisa juga mengetahui kata kasar melalui video lho, contohnya video di YouTube. 

Maka dari itu, penting untuk Mama mengawasi apa yang ditonton oleh si Kecil. Untuk lebih mudah melakukan pengawasan, Mama bisa menggunakan YouTube Kids yang berisi video tentang anak-anak. Jadi aman deh, Ma!

Editors' Picks

3. Mendengar ketika orangtuanya berbicara kasar

3. Mendengar ketika orangtua berbicara kasar
Freepik/gpoInstudio

Perlu diingat bahwa si Kecil berada diusia yang pandai meniru, Ma. Apa yang ia lihat pasti ditiru, apa yang ia dengar pasti ditiru. Maka dari itu, Mama dan Papa harus hati-hati saat berbicara di depannya. 

Jika ada perkataan kasar yang ingin Mama dan Papa ucapkan dan di tempat tersebut ada anak-anak, maka tahan dulu ya Ma, Pa. Hal tersebut demi kebaikan si Kecil ya Ma, Pa. 

4. Merasa tertantang ketika diperingati setelah mengucap kata kasar

4. Merasa tertantang ketika diperingati setelah mengucap kata kasar
dailymail.co.uk

Pernah tidak sih Mama mengingatkan anak tidak boleh berbicara kasar namun ia masih tetap mengatakannya? 

Hal tersebut bisa jadi karena Mama memperingatinya secara keras. 

Misal, jika anak berbicara kasar Mama langsung memperingatinya dengan marah-marah, seperti:

"Kamu Jangan bicara kasar, dasar anak nakal!" 

Alangkah baiknya kata tersebut diganti dengan edukasi secara baik-baik.

"Nak, kata tersebut tidak boleh lho diucapkan. Kata tersebut juga tidak enak untuk di dengar oleh orang lain. Coba deh kalo kamu mendengar musik terlalu keras hingga kuping terasa sakit pasti kamu merasa tidak nyaman. Nah mendengar perkataan kasar pun seperti itu, tidak nyaman."

Boleh juga ditambahkan dengan pujian:

"Anak mama pintar banget deh, pasti mematuhi apa yang peringatkan oleh Mama." 

5. Tidak mengerti bahwa kata kasar dapat menyakiti hati orang lain

5. Tidak mengerti bahwa kata kasar dapat menyakiti hati orang lain
professorshouse.com

Selain memperingati anak untuk tidak berbicara kasar, Mama juga perlu memberitahunya tentang akibat dari berbicara kasar.

Jalaskan kepada si Kecil secara baik-baik ya, Ma. 

"Sayang, kalau kamu mengucapkan kata kasar nanti orang lain bisa tersinggung dan sakit hati lho. Malah bisa jadi gamau berteman lagi dengan kamu. Atau bisa juga kamu nanti dimarahi oleh orang lain karena berkata kasar. Jadi, jangan diucapkan ya!" 

Dengan memberitahu akibatnya, si Kecil akan benar-benar paham bahwa kata-kata kasar tersebut tidak boleh diucapkan.

6. Menganggap kata kasar tersebut lucu

6. Menganggap kata kasar tersebut lucu
Freepik/drobotdean

Salah satu kata kasar yang sering diucapkan adalah nama hewan.

Namun, kadang si Kecil belum paham bahwa mengucapkan beberapa nama hewan itu termasuk kata kasar. Bisa saja orang yang mendengarnya tidak berkenan jika disamakan dengan hewan yang disebut oleh anak mama.

Misal, ada seseorang temannya yang terlihat lucu menggemaskan, lalu anak mama menyamakannya dengan anjing. "Wah, lucu sekali seperti anjing."

Menurut anak mama mungkin hal tersebut pujian, namun menurut temannya bisa bisa jadi ungkapan kasar yang menyakiti hatinya. 

Alangkah baiknya Mama memberi pengertian kepada si Kecil bahwa tidak semua hewan lucu bisa diumpamakan sebagai pujian. 

"Nak, kalau mau memuji temanmu cukup puji saja. Jangan samakan dengan hewan, ya. Misal, "kamu gemas banget sih, mainan kamu bagus banget, kamu imut banget, rambut kamu bagus banget. Seperti itu, Nak." 

7. Tidak mengerti arti kata kasar yang ia ucapkan

7. Tidak mengerti arti kata kasar ia ucapkan
verywellfamily.com

Ma, terkadang anak seusianya belum paham dengan arti kata yang diucapkannya. Ia hanya ikut-ikutan orang lain.

Maka, ajarkan lah ia arti dari kata-kata kasar tersebut sehingga ia paham bahwa itu tidak boleh diucapkan. 

Ajarkan pula berbagai kosa kata lain beserta arti dan beri tahu kapan penggunaan yang tepat untuk kata tersebut. Hal ini dilakukan supaya ia tidak salah konteks saat menggunakan kata-kata.

Itulah beberapa hal yang kadang tidak Mama sadari bisa membuat si Kecil berkata kasar.

Sudah tahu kan beberapa penyebab anak suka berkata kasar pada orang lain. Yuk, coba lebih memerhatikan anak mama agar ia tidak berkata kasar. Semangat terus dalam membimbing anak pada masa pertumbuhan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.