Pertolongan Pertama pada Anak yang Terkena Minyak Panas

Jangan gunakan mentega atau pasta gigi ya, Ma!

12 September 2020

Pertolongan Pertama Anak Terkena Minyak Panas
news.umanitoba.c

Tak jarang anak menuntut perhatian saat Mama sedang masak atau berada di dapur. Saat berada di dapur, anak rentan terkena bahaya, salah satunya terkena percikan minyak panas. 

Terlebih jika Mama sedang menggoreng makanan yang suka menciprat seperti ikan atau ayam. Tentu hal ini berbahaya dan anak bisa saja terkena percikannya. 

Jika anak tidak sengaja terkena percikan minyak panas dari kompor, ada baiknya Mama langsung memberi pertolongan pertama.

Disusun Popmama.com, inilah langkah pertolongan pertama saat anak terkena minyak panas. 

1. Tiga tingkatan luka bakar karena cipratan minyak panas

1. Tiga tingkatan luka bakar karena cipratan minyak panas
Pexels/Rawpixel.com

Ada 3 jenis tingkat keparahan luka anak saat terkena minyak panas. Yang pertama adalah superfisial.

Di tahapan ini, minyak hanya melukai bagian kulit paling atas. Tanda yang terlihat adalah kulit kemerahan, rasa nyeri, dan pembengkakan. 

Tingkatan kedua agak lebih sakit karena luka bakar mencapai lapisan kedua kulit.

Di tahap ini, kulit paling luar sudah rusak dan berefek sampai lapisan bawahnya.

Luka seperti ini ditandai dengan munculnya gelembung pada kulit yang berisi cairan. Juga dibarengi dengan pembengkakan dan kemerahan.

Tingkatan yang selanjutnya adalah yang paling paprah. Di tahap ini, luka bakar tak hanya terciprat saja, biasanya sampai tersiram minyak panas.

Area luka tak terbatas, bahkan bisa mengenai tulang atau organ dalam. Ditandai dengan kulit kering, pucat, hingga menghitam. Di tahap ini, luka tidak menimbulkan nyeri. 

Editors' Picks

2. Pertolongan pertama yang harus segera dilakukan

2. Pertolongan pertama harus segera dilakukan
Freepik/chainfoto24

Jika si Kecil terkena percikan atau tersiram minyak panas, segera lepaskan pakaian dan perhiasan yang menempel di area kulit. 

Setelah itu, alirkan air ke daerah yang terkena percikan minyak. Lakukan hal ini selama beberapa menit.

Setelah itu, tutup luka dengan kasa atau perban steril yang telah dilembapkan. 

Lepaskan kain setelah mengering dan baru bisa dilanjutkan dengan mengoleskan krim khusus luka bakar. 

3. Mitos pengobatan yang tidak perlu diikuti

3. Mitos pengobatan tidak perlu diikuti
Freepik/zilvergolf

Ada banyak penanganan luka bakar yang tidak tepat dan malah memperparah keadaan. Salah satunya adalah mengoleskan luka dengan mentega, pasta gigi, kecap, atau es. 

Ini tak akan memperbaiki luka dan malah akan memperparah kondisi kulit yang sedang terluka. 

Kemudian, hindari juga mengompres kulit terbakar dengan es batu. Ini dikarenakan suhu dingin dari es batu mengecilkan pembuluh darah.

Hal ini membuat aliran darah berkurang dan luka lebih sulit sembuh. 

4. Yang sebaiknya dilakukan saat ada gelembung luka

4. sebaik dilakukan saat ada gelembung luka
Pixabay/chezbeate

Jika minyaknya cukup banyak dan sangat panas, biasanya luka akan menjadi gelembung berisi cairan. Kalau ini terjadi, jangan pernah memecahkan gelembung. 

Lebih baik mengoleskan dengan krim khusus luka bakar sampai gelembung mengempes dan kembali rata.

Setelah itu akan ada kulit kering dan hindari juga untuk mengelupaskannya. Biarkan kulit mengelupas dengan sendiri. 

Jika dipaksa, kulit belum siap beregenerasi dan malah akan menimbulkan luka baru.

Luka yang terbuka lebih rentan terkena infeksi bakteri jika tidak dijaga kebersihannya. 

Pastikan anak-anak selalu dalam keadaan yang terlindungi saat berada di dapur atau saat Mama sedang masak.

Buatlah pagar penjaga jdi area dapur agar anak tidak mudah masuk tanpa pengawasan yang baik. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.