Kenapa Kucing Bisa Pulang Sendiri Setelah Lama Meninggalkan Rumah

Jika si Kecil sedih karena kucingnya pergi dari rumah, jelaskan beberapa hal ini yuk Ma

17 November 2020

Kenapa Kucing Bisa Pulang Sendiri Setelah Lama Meninggalkan Rumah
Freepik

Jika Mama memelihara kucing di rumah, wajar jika anak memiliki rasa kasih sayang pada hewan tersebut. Kucing adalah hewat yang memiliki sikap manis.

Ini akan menarik perhatian anak. Terlebih jika sehari-hari anak berkegiatan bersama-sama dengan kucingnya. 

Jika anak dilibatkan dalam mengurus hewan peliharaan, biasanya ia akan memiliki kecintaan pada hewan tersebut secara alami.

Misal, dari menyiapkan minum susu dan sarapan untuk kucing peliharaan di rumah, hingga menyisir rambutnya, libatkan si Kecil untuk semuanya.

Lalu bagaimana jika kucing itu menghilang. Anak biasanya jadi ikut rewel karena merasa temannya tidak ada di dekatnya lagi.

Jangan panik Ma, tenangkan anak. Beri tahu kalau kucing peliharaannya akan pulang.

Menurut penelitian Lost Pet Research, 5 orang melaporkan bahwa kucing mereka melakukan perjalanan jauh untuk menemukan rumah: 80 mil dalam 3 bulan, 52 mil dalam 2,5 tahun, 38 mil dalam 6 bulan, 30 mil dalam 10 hari, dan 20 mil dalam 21 hari.

Seringkali kucing bepergian karena mengikuti rasa ingin tahunya. Jika kucing secara alami merasa ingin pergi dari rumah, mungkin ia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan kenapa kucing bisa pulang sendiri setelah pergi dari rumah.

1. Menghindari berkembangbiak

1. Menghindari berkembangbiak
Freepik/Jcomp

Bagi kucing jantan ia akan mencari kucing betina, tapi jika kucing tidak ingin bereproduksi dan berkembangbiak maka ia akan menghentikan pengembaraan dan kembali pulang ke rumah.

Kembali ke rumah adalah cara efektif bagi kucing untuk mensterilkan diri. Sebab, kucing bisa mengeluarkan lebih dari 4 anak dalam sekali melahirkan.

Editors' Picks

2. Berburu hanya sementara

2. Berburu ha sementara
Freepik/wIrestock

Kucing memiliki buruan yang sering menarik perhatiannya, yaitu tikus dan kadal. Periksa sekitar rumah, jangan-jangan ada tikus di rumah mama jika kucing pergi dari rumah.

Anak-anak seringkali menonton film Tom and Jerry. Sebenarnya ini juga berlaku di dunia nyata bahwa tikus adalah musuh besar bagi kucing.

3. Daerah teritori

3. Daerah teritori
Freepik/8photo

Kucing memiliki teritori, akan susah bagi kucing pendatang memiliki wilayah baru jika sudah ada pemiliknya terlebih dulu. 

Kucing bisa mencirikan teritorinya dari aroma lingkungannya. Baik yang sudah ia lewati, tempat buang kotoran, tempat tidurnya atau tempat ia makan.

Jika kucing peliharaan mama biasa di dalam rumah, maka itu teritori miliknya. Ia akan kembali pulang meski sudah pergi lama dari rumah.

4. Makanan

4. Makanan
Freepik/bedneyImages

Mungkin ada tetangga yang suka memberinya makan, tapi setelah waktu makan selesai, kucing akan kembali pulang. 

Berikan makanan yang cukup agar kucing peliharaan tidak perlu mencarinya dari orang lain.

Berikan vaksin dan vitamin juga penting untuk kucing. Konsultasikan dengan dokter hewan terdekat secara rutin untuk menjaga kondisi kucing di rumah.

5. Kenyamanan

5. Kenyamanan
Freepik

Kucing bisa mengingat dimana tempat ia mendapatkan kenyamanan. Jika keluarga di rumah memberikan kasih sayang dan kehangatan pada hewan peliharaan, maka kucing juga akan mengenali lingkungan tersebut sebagai tempat yang aman untuknya.

Itulah alasan kucing bisa pulang sendiri setelah pergi dari rumah yang dilansir dari laman Pethelpful, semoga si Kecil bisa belajar merawat hewan peliharaan dengan baik sedini mungkin ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.