4 Fakta Perayaan Hari Anak Nasional 2025 di Timika, Sarat Edukasi!

- Anak usia 2-9 tahun ikuti aktivitas edukatif dan kreatif, termasuk lomba menghias botol bekas dan membuat prakarya domba dari botol daur ulang.
- Terdapat talkshow parenting tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak, melibatkan komunitas perempuan dan orangtua peserta yang merasa terbantu.
- Penutupan kegiatan disemarakkan dengan penampilan tarian Wautu oleh Maramowe Foundation, sebagai bentuk edukasi budaya lokal kepada anak-anak Timika.
Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan penuh cinta. Di Timika, perayaan ini terasa istimewa berkat kolaborasi antara Singgah Baca, Di Balik Perempuan, dan Dinas Perpustakaan & Arsip Daerah Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang mengusung tema "Anak Timika Aman, Cerdas & Cinta Budaya" ini berlangsung hangat pada 17 Juli 2025 di Perpustakaan Daerah Kabupaten Mimika.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa fakta menarik perayaan Hari Anak Nasional 2025 di Timika yang bermakna nih.
1. Diikuti anak usia 2-9 tahun, ada aktivitas edukatif dan kreatif

Acara ini diikuti oleh 20 anak dari berbagai usia 2–9 tahun, lengkap dengan pendamping orangtua serta pengunjung perpustakaan.
Kegiatannya sendiri yakni anak-anak diajak untuk menyelami cerita lewat sesi read aloud dengan tema “sampah” dari tim Singgah Baca. Adapun Singgah Baca merupakan inisiatif literasi keluarga yang menghadirkan kegiatan membaca buku cerita anak, lapak baca buku gratis, bermain edukatif dan diskusi buku sebagai upaya membentuk generasi pembelajar yang kritis dan mencintai buku.
Setelah kegiatan itu, mereka mengikuti Bookish Play, yaitu aktivitas bermain berdasarkan cerita yang dibacakan.
Anak usia 5-9 tahun mengikuti lomba menghias botol bekas jadi pot pensil, sementara anak usia 2-4 tahun membuat prakarya domba dari botol daur ulang. Semua kegiatan dikemas secara menyenangkan untuk mengajarkan cinta lingkungan sejak dini.
Ibu Purwaningsih, Staf Seksi Pelayanan dan Kerjasama Perpustakaan Daerah Kab. Mimika mengatakan kalau kerja sama antara komunitas dan pemerintah membuat kegiatan lebih berdampak langsung. Khususnya di kawasan Timika.
"Anak-anak Timika yang perlu tumbuh dengan akses pada literasi, lingkungan yang aman. Kegiatan ini adalah awal yang baik untuk membangun ruang belajar yang ramah anak dan kaya makna," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2025).
2. Ada talkshow parenting tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak

Selain kegiatan yang menyasar anak-anak, acara ini juga mengedukasi orangtua lewat talkshow bertema “Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak” oleh Christin Yoku, S.Psi dari DP3AP2KB Kabupaten Mimika.
Di Balik Perempuan, sebuah komunitas perempuan yang mendorong kesadaran dan pemberdayaan melalui pendidikan, diskusi terbuka, dan aksi sosial yang berfokus pada isu-isu perempuan dan anak terlibat dalam kegiatan ini. Uswatun, Co-Founder Di Balik Perempuan mengatakan kalau pencegahan kekerasan seksual pada anak harus terus digaungkan.
"Pencegahan kekerasan seksual pada anak harus dimulai dari rumah dan didukung lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan ini bisa memperkuat peran orang tua sebagai pelindung pertama bagi anak-anak," pungkasnya.
3. Komitmen bersama lewat aksi cap tangan di banner

Sementara itu, Ikhe, salah satu orangtua peserta menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat. Tidak hanya untuk anak-anak melainkan juga untuk dirinya sebagai orangtua.
“Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan untuk anak-anak, tapi juga membuka wawasan kami sebagai orangtua. Terima kasih sudah hadirkan kegiatan yang lengkap dan menyentuh hati," tuturnya.
Talkshow ini mengingatkan pentingnya peran orangtua dalam membangun komunikasi yang aman dengan anak dan mengenali tanda-tanda kekerasan seksual.
Simbol komitmen bersama juga ditunjukkan lewat kegiatan “Bersama Tong Jaga Anana Timika”, di mana para peserta mengecap telapak tangan mereka di banner sebagai bentuk perlindungan dan cinta untuk anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya merayakan Hari Anak Nasional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya kolektif menjaga anak-anak Timika agar aman, cerdas, dan tetap mencintai budayanya.
4. Memperkenalkan budaya Papua lewat tarian Wautu

Penutupan kegiatan semakin semarak dengan penampilan dari Maramowe Foundation yang membawakan Tarian Wautu, kisah tentang burung Kasuari dan Maleo, dua satwa endemik Papua.
Tarian ini mengandung nilai persahabatan dan pelestarian budaya lokal, yang dikenalkan kepada anak-anak sebagai bentuk edukasi sejak dini agar mereka tumbuh mencintai budayanya sendiri.
Sebagai informasi, kegiatan "Anak Timika Aman, Cerdas & Cinta Budaya" tidak hanya merayakan Hari Anak Nasional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya kolektif menjaga anak-anak Timika agar aman, cerdas, dan tetap mencintai budayanya. Kegiatan ini diinisiasi Dinas Perpustakaan & Arsip Daerah Kabupaten Mimika, lembaga yang berkomitmen menyediakan akses literasi dan pengetahuan kepada masyarakat, termasuk anak-anak, melalui fasilitas perpustakaan yang ramah dan terbuka untuk umum.
Itulah tadi fakta menarik perayaan Hari Anak Nasional 2025 di Timika yang bermakna. Wah, keren sekali ya!