Berapa Lama Durasi Minimal Orangtua Menemani Anak Bermain?

Berdasarkan data dari KPAI, 63 persen anak-anak Indonesia sudah mulai jenuh di rumah 

14 November 2020

Berapa Lama Durasi Minimal Orangtua Menemani Anak Bermain
Pexels/Tatiana Syrikova

Pandemi Covid-19 telah mengharuskan masyarakat termasuk anak-anak untuk tetap melakukan kegiatan dari rumah. Berdasarkan data yang disampaikan oleh KPAI (2020), sebesar 63 persen anak Indonesia sudah mulai mengalami kejenuhan selama menjalani berbagai aktivitas di rumah. 

Rasa jenuh pun akan membuat perkembangan psikologis si Kecil menjadi terganggu, apalagi kalau dibiarkan begitu saja. 

Menurut Anastasia Satriyo sebagai psikolog klinis anak saat press conference secara virtual dijelaskan bahwa kondisi tersebut akan menganggu perkembangan membuat anak-anak menjadi lebih mudah tantrum, susah diatur dan bosan berada di rumah. 

Demi mengatasi permasalahan kejenuhan yang terjadi pada anak-anak selama di rumah, maka orangtua perlu berperan untuk meluangkan waktu untuk bermain. 

Saat si Kecil diberikan mainan, usahakan agar dirinya tidak bermain sendiri. Orangtua juga perlu menyempatkan waktu untuk melibatkan diri ketika dirinya sedang bermain.

Jika Mama ingin mengetahui informasi terkait pentingnya keterlibatan orangtua saat menemani anak-anak bermain, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Disimak yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Bermain termasuk aktivitas yang membantu tumbuh kembang anak

1. Bermain termasuk aktivitas membantu tumbuh kembang anak
Pexels/cottonbro

Anak-anak memang berhak bermain karena dapat meningkatkan berbagai kemampuannya. Beragam permainan yang orangtua berikan ke anak pun bisa meningkatkan peluang agar dirinya lebih kreatif. 

“Bermain merupakan aktivitas yang penting untuk proses tumbuh kembang anak, baik secara kognitif, fisik, maupun emosional," jelas Psikolog Klinis Anak, Anastasia Satriyo saat Kampanye Ayo Main yang diselenggarakan Ikea, Rabu (11/11/20).

Tema besar tersebut diangkat oleh Ikea untuk mengingatkan bahwa setiap momen di rumah bersama keluarga sangat berharga dan patut untuk dirayakan.

Walau sedang berada di dalam rumah saja selama pandemi, namun anak-anak masih memiliki waktu berharga dengan bermain. Permainan yang diberikan pun harus berkualitas dan disesuaikan dengan usia anak, bukan justru memberikan gadget karena akan menimbulkan adiksi. 

2. Orangtua setidaknya perlu meluangkan waktu 30 menit untuk bermain dengan anak 

2. Orangtua setidak perlu meluangkan waktu 30 menit bermain anak 
Pexels/Ketut Subiyanto

Di tengah pandemi seperti sekarang, orangtua memang diharuskan untuk tetap bekerja dari rumah WFH (Work From Home) sesuai dengan kebijakan kantor. Tak hanya harus menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan, namun pembagiaan waktu pun harus jelas karena anak-anak perlu didampingi agar terhindar dari rasa jenuh. 

Waktu bermain untuk anak-anak begitu sangat penting. Bahkan bila orangtua berusaha menyempatkan waktu luang yang dimilikinya untuk menemani si Kecil bermain, tentunya ini sangat bermanfaat untuk perkembangannya.

“Orangtua memiliki peranan penting untuk menemani anak bermain. Selain untuk mengawasi kegiatan bermain anak, hal ini juga berguna untuk memperkuat ikatan antara orangtua dan anak,” ucap Anastasia. 

Saat sesi diskusi secara virtual, Anastasia menjelaskan bahwa keterlibatan orangtua untuk bermain bersama anak-anak setidaknya minimal 30 menit. Walau terkesan singkat, namun durasi tersebut tanpa disadari akan meningkatkan kesehatan mental si Kecil selama berada di dalam rumah. 

"Waktu 30 menit cukup asalkan digunakan dengan sebaik mungkin selama menemani anak bermain. Buatlah momen yang benar-benar berkualitas," lanjutnya. 

3. Apa yang perlu dilakukan orangtua agar waktu bermain anak menjadi lebih berkualitas? 

3. Apa perlu dilakukan orangtua agar waktu bermain anak menjadi lebih berkualitas 
Dok. Ikea

Sah-sah saja kalau Mama ingin membelikan banyak mainan kepada si Kecil sesuai dengan perkembangannya. Namun, tekadkan pada diri sendiri untuk menyempatkan diri dan meluangkan waktu untuk menemaninya bermain. 

Perlu diketahui bahwa keterlibatan orangtua ketika bermain dengan anak-anak bisa memberikan beragam manfaat positif, seperti: 

  • Bisa memahami kebutuhan yang diperlukan oleh anak.
  • Mampu membantu untuk mencontohkan cara bermain yang benar.
  • Menjadi tempat untuk anak-anak bertanya apabila sedang merasa kesulitan saat bermain. 
  • Membantu daya imajinasi anak-anak, termasuk terhadap sebuah mainan yang dimilikinya di rumah.

Mama perlu memahami juga bahwa kehadiran orangtua saat anak-anak bermain di rumah dapat meningkatkan hubungan emosional antara kedua belah pihak. 

Walau si Kecil tidak meminta Mama secara langsung, ada baiknya temani dirinya bermain meskipun hanya sebentar. Proses bermain yang dilakukan orangtua bersama anak-anaknya tentu membuat situasi semakin lebih hangat.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Anastasia sebagai seorang psikolog bahwa waktu bermain setidaknya minimal 30 menit perlu diluangkan. 

"Apabila terasa berat untuk meluangkan waktu, maka perlu sekali untuk mengatur ini. Misalnya 2 atau 3 hari dalam seminggu untuk meluangkan waktu bermain bersama anak, namun dengan rentang waktu yang lebih lama," jelas Anastasia. 

Selain itu, Anastasia juga menyarankan bahwa akhir pekan bisa menjadi waktu yang tepat untuk orangtua bisa bermain dengan anak. 

"Waktu menjadi momen berharga untuk anak, sehingga perlu dipersiapkan dengan baik ketika sedang bermain bersama anak. Bisa juga untuk membuat jadwal bermain yang disepakati bersama anak, sehingga mereka menjadi lebih bersemangat," ucapnya. 

Demi meningkatkan perkembangan anak dan menciptakan waktu berkualitas, Mama juga perlu untuk menghindari penggunaan gadget. Usahakan tidak main gadget kalau sedang bermain dengan si Kecil. 

Nah, itulah beberapa rangkuman terkait pentingnya keterlibatan orangtua saat menemani anak-anak bermain. 

Semoga informasi ini bermanfaat dan terus luangkan waktu bermain bersama si Kecil mulai dari sekarang yuk, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.