5 Kegiatan Belajar di Rumah untuk Balita Sebelum Masuk TK

Selain menyenangkan, kegiatan ini juga memberikan bimbingan yang tepat sebelum anak masuk sekolah

12 November 2021

5 Kegiatan Belajar Rumah Balita Sebelum Masuk TK
Freepik

Seperti yang Mama ketahui, anak-anak biasanya baru memulai pelajaran sekolah umum ketika masuk usia taman kanak-kanak, namun bukan berarti Mama tidak mengajarkan si Kecil di rumah sebelum itu.

Banyak ahli menekankan pentingnya belajar di rumah sejak usia muda, terutama dalam hal membaca dan matematika.

Namun, banyaknya materi yang perlu diajarkan, membuat orangtua mungkin tidak tahu bagaimana cara membantu balita belajar di rumah.

Jika Mama sedang mencari beberapa kegiatan menyenangkan untuk mengajarkan dasar-dasar sekolah kepada balita saat di rumah, maka pertimbangkan lima kegiatan belajar di rumah untuk balita ini.

Simak infomasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini ya!

1. Aktivitas berhitung

1. Aktivitas berhitung
Freepik/Gpointstudio

Dukungan pelajaran berhitung sejak usia dini, dapat membuat perbedaan besar dalam pencapaian anak ketika ia masuk sekolah. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk melatih keterampilan matematika awal dengan balita di rumah.

Mama dapat melakukan ini hanya dengan mengajak si Kecil menghitung benda, atau Mama dapat membuatnya menjadi permainan di mana anak harus menghitung jumlah benda yang benar ke dalam wadah. 

Kegiatan ini adalah cara mudah bagi anak-anak untuk belajar tentang asosiasi angka dan dapat membantunya belajar pertambahan dan pengurangan dengan lebih mudah juga. 

Selain itu, berhitung dengan benda-benda kecil juga dapat melatih pengembangan keterampilan motorik halus.

Editors' Picks

2. Kepekaan rasa

2. Kepekaan rasa
Freepik/Prostooleh

Percaya atau tidak, waktu camilan bisa dengan mudah menjadi kegiatan belajar di rumah yang sempurna jika disusun dengan cara yang benar.

Dilansir dari KinderCare, faktanya Mama dapat mengubah camilan dan waktu makan menjadi pengalaman yang mendidik dengan membicarakan makanan dengan si Kecil.

Untuk melakukan ini, cukup ajukan pertanyaan tentang makanan tersebut, seperti bagaimana rasanya, rasanya, aromanya, atau penampilannya. Mama juga dapat membandingkan dan membedakan makanan di piring atau mengurutkannya berdasarkan karakteristik tertentu.

3. Permainan berburu

3. Permainan berburu
Freepik

Pembelajaran di usia ini bukan hanya tentang mengidentifikasi warna dan angka. Ini juga tentang belajar bagaimana dunia bekerja. Untungnya, Mama dapat mendorong permainan di luar ruangan dan kesadaran sensorik melalui kegiatan seperti berburu.

Bukan rahasia umum lagi jika balita suka berburu barang-barang di sekitar rumah atau di luar, dan permainan mencari barang-barang dan memberi nama sebenarnya dapat mendidik anak.

Mama juga dapat menambahkan pengenalan bentuk atau warna dengan melakukan perburuan, misalnya membuat daftar yang menharuskan anak menemukan benda-benda seperti "satu barang biru" atau "temukan objek berbentuk bulat." \

Jenis perburuan ini tentu menyenangkan untuk anak-anak, dan sisi lain juga membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga anak akan melatih kekuatan otaknya dan keterampilan memecahkan masalah.

4. Permainan mencocokan

4. Permainan mencocokan
Freepik/Rawpixel-com

Permainan yang membutuhkan memori, menyatukan benda-benda dengan karakteristik serupa, atau apa pun yang melibatkan barang yang serasi, adalah permainan yang juga disukai balita. Namun, permainan ini tak hanya menyenangkan untuk dimainkan, karena sebenarnya juga sangat mendidik.

Menurut penelitian dari Oxfordshire County Council, aktivitas pencocokan membutuhkan sejumlah memori visual dan diskriminasi pola.

Identifikasi persamaan dan perbedaan membantu anak-anak melatih keterampilan memecahkan masalah dan pengenalan visual, yang dapat membantunya dalam banyak cara saat bertumbuh.

5. Permainan "mata-mata"

5. Permainan "mata-mata"
Freepik/Karlyukav

Permainan seperti "Mata-mata" dapat membantu mengembangkan kosa kata balita, dan juga mengajarkan keterampilan sosial yang penting, seperti bergiliran dan kerja sama.

Meskipun versi paling dasar dari permainan ini melibatkan pengenalan warna, Mama dapat mengubah permainan pada bentuk atau bahkan suara huruf.

Misalnya, alih-alih mengatakan, "Mama memata-matai sesuatu yang kuning", Mama dapat mengatakan, "Mama memata-matai sesuatu yang dimulai dengan H". Permainan ini melibatkan berbagai area di otak si Kecil dan mengembangkan keterampilan bahasanya jadi lebih jauh!

Nah itulah beberapa kegiatan belajar di rumah untuk balita sebelum masuk TK. Baik Mama sudah menyekolahkan anak, atau belum, pembelajaran di rumah bisa menyenangkan. Dan dengan lima aktivitas baru ini, Mama dan si Kecil akan memiliki banyak hal segar untuk dilakukan sepanjang hari.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.