Bolehkah Memberikan Obat FG Troches untuk Anak Balita?

Pemberian obat perlu mengikuti anjuran dosis dari dokter

11 Februari 2021

Bolehkah Memberikan Obat FG Troches Anak Balita
Freepik/Victoriafly

Sakit tenggorokan dapat dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, termasuk balita. Walaupun sakit tenggorokan umumnya bukan masalah kesehatan yang serius, sakit tenggorokan pada anak bisa membuat balita rewel.

Si Kecil mungkin mengalami sakit saat menelan hingga tidak mau makan. Salah satu obat yang sering digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan anak adalah FG Troches. Obat ini berbentuk tablet isap yang dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Memiliki rasa yang manis seperti permen, tentunya obat ini mungkin jadi obat favorit anak. Namun apakah anak balita boleh mengonsumsi FG Troches? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com akan membahasnya di bawah ini!

1. FG Troches merupakan obat antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan

1. FG Troches merupakan obat antibiotik meredakan radang tenggorokan
Freepik/Dwiputras

FG Troches diambil dari singkatan kandungan utamanya, yaitu Fradiomycin Sulfate dan Gramicidin-S HCl, yang merupakan obat antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan.

Dua kandungannya tersebut dapat membunuh beberapa jenis bakteri di mulut dan di tenggorokan. Berikut adalah penyakit yang dapat diatasi oleh obat FG Troches:

  • Stomatitis atau radang mulut
  • Gingivitis atau radang gusi
  • Radang tenggorokan
  • Bronkitis
  • Tonsilitis atau radang amandel
  • Periodontitis atau infeksi gusi

Umumnya, FG Troches juga dapat diresepkan sebagai obat untuk peradangan lain yang disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi setelah operasi cabut gigi dan operasi pada gigi dan mulut yang sejenis.

Namun perlu diketahui bahwa obat ini hanya ampuh dalam mengatasi infeksi atau radang yang disebabkan oleh bakteri Straphylococci, Streptococci, Propionibacterium Acnes, Bacteroides, dan Fusobacterium Spp.

Sehingga, FG Troches kurang ampuh dalam mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus.

Editors' Picks

2. Pemberian FG Troches pada balita harus dibawah pengawasan dokter

2. Pemberian FG Troches balita harus dibawah pengawasan dokter
Freepik/Kuprevich

Jika balita memang memiliki kondisi medis yang mengharuskannya minum antibiotik, maka FG Troches ini dapat diberikan pada si Kecil. Walaupun termasuk mudah didapatkan sebagaimana jenis antibiotik lainnya, dosis pemberian obat ini juga harus dibawah pengawasan dokter.

Artinya, Mama baru boleh memberikan anak obat ini setelah diresepkan oleh dokter. Pemberian antiobiotik tanpa indikasi medis yang jelas dari dokter, bisa menyebabkan kondisi anak yang tidak kunjung sembuh, bisa menimbulkan alergi dan efek samping, dan memicu resistensi bakteri di kemudian hari.

Namun, bila anak telah mendapatkan obat setelah menjalani pemeriksaan, maka anak boleh meminumnya sesuai anjuran dokter. Sehingga sebaiknya Mama tetap periksakan kondisi medis anak terlebih dahulu sebelum memberikan obat ini.

3. Pemberian dan penyimpanan obat FG Troches yang tepat

3. Pemberian penyimpanan obat FG Troches tepat
Gulangguling.com

FG Troches atau FG Troches Meiji ini tersedia dalam dua kemasan, yaitu box dengan 12 strip dan 30 strip. Satu stripnya terdiri dari 10 tablet isap. Tiap 1 tablet isap, mengandung 2,5 miligram (mg) Fradiomycin dan 1,0 mg gramicidin.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, obat ini hanya dapat diberikan dibawah resep dokter. Umumnya, dosis untuk anak-anak adalah 1 tablet isap, 4-5 kali dalam sehari. Sedangkan untuk dewasa, dosis yang diperlukan adalah 1-2 tablet isap, 4-5 kali dalam sehari.

Mama dapat memberikan FG Troches pada anak setelah makan, dengan meminta anak untuk mengisap tablet di dalam mulut sampai habis, seperti mengisap permen pada umumnya. Penting untuk memastikan ada jarak waktu yang cukup antara pemberian satu dosis dengan dosis selanjutnya.

Pastikan agar anak mengonsumsi FG Troches pada waktu yang sama pada tiap harinya agar obat dapat bekerja lebih maksimal. Kemudian simpan obat pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup agar tidak terpapar sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

4. Hindari pemberian obat tertentu ketika anak sedang mengonsumsi FG Troches

4. Hindari pemberian obat tertentu ketika anak sedang mengonsumsi FG Troches
Freepik/Eva058929

Fradiomycin Sulfate yang terdapat pada FG Troches sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan beberapa obat tertentu. Jika sebelumnya anak telah mengonsumsi obat tertentu, Mama perlu membicarakannya pada dokter agar mendapatkan alternatif lain.

Berikut adalah obat yang tidak dapat diberikan bersamaan dengan FG Troches:

  • Obat Methotrexate dan Digoxin, karena meningkatkan efek samping
  • Obat Aminoglikosida seperti Bacitracin, Vancomycin, dan Polymyxin B, karena meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan saraf.
  • Obat Bisfosfonat, karena meningkatkan risiko hipokalsemia.
  • Furosemide, karena meningkatkan efek samping
  • Serta, Vaksin Tifoid atau tipes, karena mengurangi efektivitasnya.

5. Efek samping FG Troches yang termasuk langka atau jarang terjadi

5. Efek samping FG Troches termasuk langka atau jarang terjadi
Freepik/9nong

Hingga saat ini belum ada efek samping atau kontraindikasi dari FG Troches, namun obat ini dianggap kurang efektif dalam mengobati infeksi yang tidak peka pada kandungan Fradiomycin dan Gramicidin.

Dalam beberapa kasus serius yang langka, atau jarang sekali terjadi, FG Troches bisa mengakibatkan reaksi parah seperti anoreksia atau gangguan pola makan, mual, dan gangguan pencernaan.

Namun, tidak semua anak mengalami efek sampingnya, bahkan mungkin juga terdapat efek samping lainnya. Jika Mama memiliki kekhawatiran tentang efek samping obat ini, maka konsultasikan pada dokter anak atau apoteker.

Nah itulah informasi seputar keamanan FG Troches pada anak. Walaupun sakit tenggorokan seringkali dianggap sepele, bukan berarti diabaikan ya Ma! Sebaiknya langsung periksakan kondisi si Kecil ke dokter anak dan mengikuti anjuran obat sesuai dosis yang diberikan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.