Begini 7 Cara Membuat Rumah yang Aman bagi Anak Balita

Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi balita untuk bertumbuh

27 Januari 2022

Begini 7 Cara Membuat Rumah Aman bagi Anak Balita
Freepik

Seperti yang Mama ketahui, anak-anak bisa sangat tidak terduga. Mengalihkan pandangan selama satu detik, dan si Kecil bisa menjatuhkan sesuatu pada dirinya sendiri, atau menjatuhkan diri pada sesuatu.

Bukan rahasia umum lagi jika ada begitu banyak kasus anak-anak mengalami luka dan sakit di rumah dan dilarikan ke rumah sakit. Meskipun rumah seharusnya menjadi tempat teraman, ada kemungkinan anak-anak melukai diri mereka sendiri di rumah.

Inilah sebabnya mengapa rumah perlu menjadi tempat yang ramah anak-anak. Mengambil setiap langkah-langkah tindakan pencegahan adalah hal paling tepat yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan dan cedera di dalam rumah.

Untuk membantu Mama, kali ini Popmama.com telah menyiapkan daftar cara membuat rumah yang aman bagi balita. Yuk simak!

1. Di ruang makan

1. ruang makan
Freepik/Pch.vector

Anak-anak memiliki kulit yang jauh lebih lembut dan lebih sensitif daripada orang dewasa, sehingga mereka dapat terbakar oleh minuman panas bahkan 10-15 menit setelah disajikan.

Rasa terbakar dan panas pada anak-anak sangat umum dan merupakan masalah yang mendesak. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tidak memberikan minuman panas di sekitar anak-anak.

Selain itu, hindari juga menyimpan mug dan cangkir minuman panas di atas meja dan dudukan dengan ketinggian lebih rendah.

Ketika mug dan cangkir minuman panas disimpan di meja tinggi, ingatlah untuk tidak meletakkannya di dekat tepi atau sudut untuk menghindarinya jatuh dan tumpah pada si Kecil.

2. Di dapur

2. dapur
Freepik

Anak-anak dapat tertarik pada panci dan wajan, oleh karena itu jangan pernah menyimpan wajan panas dengan pegangan menghadap ke tempat yang dapat dijangkau anak-anak.

Jika balita menyentuhnya, tak menutup kemungkinan ia akan mengalami luka bakar. Saat merebus air, susu, memasak dengan minyak, dll, pastikan panci dan peralatan selalu berada di bagian belakang kompor.

Adalah suatu keharusan untuk menjauhkan alat-alat masak seperti pisau, gunting, alat tusuk daging, dan peralatan tajam dari anak-anak.

Selain itu, produk rumah tangga seperti obat-obatan, vitamin, perlengkapan kebersihan, dan sebagainya harus disimpan dengan benar di lemari tinggi dan ditutup rapat jika tidak diperlukan.

Editors' Picks

3. Di kamar mandi

3. kamar mandi
Freepik/user22281631

Balita dan anak-anak kecil sangat ingin mandi atau bermain air. Ketika Mama menggunakan bak mandi dan bathub, perlu diingat bahwa Mama harus membuka keran air dingin terlebih dahulu dan kemudian secara bertahap meratakannya dengan air panas.

Risiko membuka keran air panas terlebih dahulu adalah jika anak terlalu semangat masuk ke air, ia mungkin akan terbakar atau tersiram air panas.

Selain itu, penting untuk meletakkan keset di kamar mandi. Keset kamar mandi anti-selip dapat membantu mencegah terpeleset dan jatuh. Atau Mama juga dapat memastikan anak memakai sandal kamar mandinya setiap saat, kecuali saat mandi.

Selalu awasi anak kecil di kamar mandi. Jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan atau saat ia berada di bak mandi.

Yang tak kalah penting, simpan kosmetik dan obat-obatan dalam wadah yang rapat dan jauh dari jangkauan anak-anak. Pengering rambut, pisau cukur, dan peralatan listrik lainnya harus dicabut dari stopkontak dan jauh dari jangkauan anak-anak.

4. Di kamar tidur anak

4. kamar tidur anak
Freepik

Kamar tidur adalah tempat yang paling penting untuk balita dan anak-anak kecil. Karena ini adalah area di mana anak menghabiskan waktu paling banyak, baik itu untuk bermain, belajar, beristirahat, dan tidur. Sehingga Mama harus memastikan kamar tidur ramah anak-anak.

Ketika anak sudah cukup usia dan memiliki kamar tidur sendiri, penting untuk tidak menyimpan terlalu banyak furnitur di kamar tidur. Namun, jika tidak memungkinkan, tutupi tepi dan sudut furnitur dengan busa dan selotip.

Selain itu, atur jarak tempat tidur dari jendela cukup jauh untuk menghindari kaca pecah akibat kecelakaan atau bencana. Sebaiknya jangan membelikan tempat tidur susun untuk anak ia cukup besar.

Menjaga tempat tidur anak bebas dari kekacauan yang tidak perlu, akan membantu mencegahnya dari cedera.

5. Di ruang tamu atau ruang keluarga

5. ruang tamu atau ruang keluarga
Freepik/Gpointstudio

Ketika menjaga keamanan di ruang keluarga, pastikan untuk menjaga jarak yang cukup antara setiap furnitur sehingga mudah bagi si Kecil untuk berjalan-jalan. Jika perlu, tutupi tepi dan sudut furnitur dengan busa dan pita perekat.

Juga, amankan televisi besar dan perabotan berat lainnya dengan pengikat dinding untuk mencegahnya jatuh. Pastikan dudukan televisi memiliki ukuran yang tepat untuk televisi di rumah. Jika memungkinkan, jauhkan juga furnitur dari jendela, di mana balita yang aktif dapat memanjat dan jatuh.

Amankan permadani dan tikar ke lantai dengan perekat, agar anak tidak terpeleset. Setiap kali air atau makanan tumpah di ruang tamu atau di ruang keluarga, jangan tunda untuk membersihkannya. Anak-anak bisa terpeleset dan jatuh parah terutama di bagian kepala.

6. Di area sekitar tangga

6. area sekitar tangga
Babygatesexpert.com

Anak-anak sangat rentan jatuh dari tangga. Bahkan, orang dewasa pun bisa tersandung dan jatuh di tangga. Jadi, jika Mama memiliki tangga di dalam rumah, pertimbangkan untuk memasang gerbang di bagian atas dan bawah tangga.

Menjaga tangga tetap berkarpet adalah hal bijak lainnya yang harus dilakukan untuk mencegah anak terpeleset. Cobalah untuk menjaga tangga di rumah tetap bersih dari sepatu atau aksesori lainnya untuk mencegah bahaya tersandung setiap saat.

7. Keamanan umum di dalam rumah yang juga perlu diterapkan

7. Keamanan umum dalam rumah juga perlu diterapkan
Freepik/Pvproduction

Setelah mengetahui keamanan di setiap ruangan dalam rumah, ada beberapa tips keamanan umum lainnya yang bisa Mama terapkan untuk menjaga rumah lebih ramah anak-anak. Berikut beberapa tipsnya:

  • Cobalah untuk menempatkan diri pada posisi balita. Cobalah berjongkok dan melihat sekeliling. Apa saja kemungkinan bahaya keamanan dari sudut pandang balita?
  • Pastikan untuk menjauhkan semua korek api, korek api kayu, alat pemantik api, dan lilin dari jangkauan anak. 
  • Simpan semua peralatan listrik saat tidak digunakan.
  • Pastikan tidak ada kabel listrik atau kabel yang menjuntai di bawah permadani atau kain.
  • Balikkan ember kosong saat tidak digunakan.
  • Jauhkan kamar dari barang-barang kecil seperti kantong plastik, mainan kecil, karet gelang dan segala sesuatu yang kecil dan berpotensi menyebabkan bahaya terbakar.
  • Jika memungkinkan, pasang alarm asap di setiap area rumah dan jangan matikan meskipun sebentar.

Nah itulah 7 cara membuat rumah yang aman bagi balita. Dengan tips di atas, semoga dapat membantu Mama dalam menciptakan rumah yang ramah dan aman untuk si Kecil. Jangan biarkan balita dan anak-anak prasekolah tanpa pengawasan.

Lalu setelah anak dapat memahami apa yang benar dan salah, mulailah berbicara dengannya tentang apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus dihindari untuk menjaga rumah agar tetap aman dan terhindar dari bahaya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk