5 Cara Mengatasi Anak yang Suka Berulah untuk Dapat Perhatian

Jangan lupa untuk bersikap tenang agar Mama tidak terpancing emosinya

12 Januari 2022

5 Cara Mengatasi Anak Suka Berulah Dapat Perhatian
Pexels/Allan Mas

Anak-anak balita memiliki sifat yang terkadang tidak dapat ditebak, sebab mereka masih dalam proses pembentukan karakternya. Hal ini terkadang membuat mereka melakukan perilaku buruk sebab sebagai respon dari ketidaktahuannya.

Tak mengherankan lagi ketika si Kecil melakukan perilaku buruk, ini adalah sebagai caranya untuk mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya, khususnya orangtua mereka.

Namun jika tidak segera diatasi, balita bisa belajar bahwa perilaku buruknya ini bisa diterima, sehingga ia akan terus melakukannya sampai usianya bertambah. Namun tak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Kali ini Popmama.com telah merangkum lima cara mengatasi anak yang suka berulah untuk dapat perhatian. Yuk simak caranya di bawah ini!

1. Penting untuk bersikap tenang dan sabar saat menghadapi anak yang berulah

1. Penting bersikap tenang sabar saat menghadapi anak berulah
Freepik/Jiboom

Hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah dengan tetap bersikap tenang saat menghadapi si Kecil yang sedang berulah untuk mendapatkan perhatian. Bersikap tenang dan coba untuk tetap bersabar, dapat membantu Mama agar tidak mudah terbawa emosi.

Memarahi anak saat mencoba mencari perhatian, hanya akan membuat suasana hatinya menjadi buruk. Bahkan tak jarang membuatnya semakin sulit untuk diatur dan dinasehati. 

Ketika anak melihat Mama tenang, ia akan ikut tenang. Dan inilah waktu yang tepat bagi Mama untuk memberi tahu secara lembut bahwa ada banyak cara yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Mama.

Editors' Picks

2. Menyalurkan perasaan dan keinginannya dengan bercerita atau menggambar

2. Menyalurkan perasaan keinginan bercerita atau menggambar
Freepik/Racool-studio

Terkadang anak-anak balita belum memahami bagaimana caranya menyampaikan perasaan dan keinginannya dengan baik. Pada akhirnya, mereka menunjukan hal tersebut dengan bersikap berlebihan dalam mencari perhatian.

Untuk menghindari hal yang demikian, Mama dapat mengajak anak untuk bercerita tentang dirinya sendiri. Melalui sikap yang terbuka, maka anak akan senantiasa menyampaikan perasaannya sehingga tidak perlu bersikap layaknya mencari perhatian.

Bagi anak-anak yang usianya lebih kecil, ia mungkin kesulitan untuk mengenali perasaannya. Sebagai gantinya, Mama dapat memberikan anak buku gambar dan seperangkat alat mewarnai. Minta anak untuk menggambarkan apa yang ada di pikiran dan hatinya dalam sebuah gambar.

Menggambar juga menjadi cara untuk membuat si Kecil lebih tenang.

3. Mengajarkan anak tentang cara berkomunikasi yang baik dan benar

3. Mengajarkan anak tentang cara berkomunikasi baik benar
Freepik

Orangtua memiliki peran penting untuk menasehati anak mengenai batasan-batasan yang perlu diketahuinya. Salah satunya adalah dengan menjelaskan mengenai aturan berkomunikasi yang baik dan benar.

Anak-anak perlu tahu bahwa ada batasan-batasan seperti berteriak di tempat umum, melakukan hal yang tidak membuat orang lain nyaman, atau memukul orang bukan sesuatu yang terpuji. Tindakan ini sudah termasuk ke dalam hal-hal yang telah melebihi batasan.

Agar lebih menarik, Mama bisa memberikan contoh dengan melakukan bermain role play atau pertunjukkan boneka. Beri tahu anak bahwa dengan berteriak dan berulah, lawan bicaranya akan kesulitan menangkap pesan yang ingin disampaikan.

Namun jika menggunakan kalimat yang lebih lembut, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dimengerti.

4. Memberikan teladan bagi anak

4. Memberikan teladan bagi anak
Pexels/pavel danilyuk

Seperti yang Mama tahu, anak-anak terutama balita, dapat menyerap seperti spons. Ia bisa mengikuti apapun yang dilakukan dan diucapkan oleh orangtuanya.

Sehingga, jika Mama ingin anak mengurangi kebiasaan berulahnya untuk mendapatkan perhatian, berikan contoh tentang bagaimana mengungkapkan perasaan tanpa harus berteriak, memukul, menendang.

Misalnya, ketika Mama merasa kecewa karena tak sengaja memecahkan piring, beri tahu anak dengan berbicara sesuai kontak mata, nada suara yang lembut, dan memberikan solusi, seperti harus berhati-hati lain kali.

Dengan memberikan teladan ini, anak akan belajar bahwa ada cara yang bisa diterima untuk mengungkapkan perasaan tanpa harus berulah.

5. Mencurahkan perhatian yang sehat pada anak

5. Mencurahkan perhatian sehat anak
Pexels/Ketut Subiyanto

Salah satu penyebab anak berulah adalah mencari perhatian orangtuanya. Maka ketika anak berusaha mencari perhatian orangtuanya, Mama juga perlu melakukan evaluasi pada diri sendiri, apakah selama ini perhatian yang diberikan masih kurang?

Nah jika Mama merasa akhir-akhir ini sibuk hingga kurang memberikan perhatian pada si Kecil, jangan ragu untuk mencurahkan perhatian secara sehat pada anak. Misalnya menyempatkan waktu untuk berbicara dan bermain bersama di tengah kesibukan.

Namun jangan sampai perhatian yang diberikan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja ya Ma!

Nah itulah beberapa cara untuk mengatasi anak yang suka berulah untuk dapat perhatian. Membiasakan anak untuk terbuka dalam menyampaikan perasaan, dapat mencegahnya untuk berusaha cari perhatian dengan perilaku buruk.

Tentunya, Mama juga harus peka dan bijak dalam menghadapi balita yang memiliki kebiasaan ini ya! Ingatlah untuk bersikap tenang dan jangan langsung terpancing emosi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.