9 Cara Orangtua untuk Membangun Kepercayaan dengan Anak

Kepercayaan membuat hubungan Mama dan Anak terus berkembang

27 Oktober 2021

9 Cara Orangtua Membangun Kepercayaan Anak
Freepik/Gritsiv

“Percaya”, ini adalah fondasi dan akar dari hubungan antara orangtua dan anak. Ketika kepercayaan ada, hubungan dapat berkembang. Tetapi tanpa kepercayaan, hubungan bisa saling merusak hingga membawa kehancuran.

Seorang Penulis himne Inggris, Isaac Watts pernah berkata, "Belajar untuk percaya adalah salah satu tugas hidup yang paling sulit.".

Kemudian bagaimana Mama dapat membangun hubungan saling percaya dengan anak? Kali ini Popmama.com akan memberikan beberapa saran tentang cara melakukannya. Baca terus yuk!

1. Memberikan perhatian

1. Memberikan perhatian
Freepik/Etonastenka

Kepercayaan antara orangtua dan anak dapat dibangun mulai dari usia bayi. Saat bayi menangis, ia perlu tahu bahwa orangtua yang akan menanggapinya dengan cara yang positif.

Saat anak sudah mulai bertumbuh, tetaplah berikan perhatian ini. Tersenyumlah dan bicaralah dengan lembut kepada anak saat mencoba memahami apa yang ia komunikasikan. Apakah anak lapar atau kelelahan? Atau mungkin ada bagian tubuhnya yang sakit?

Menanggapi kebutuhan si Kecil sama seperti ketika ia masih bayi adalah langkah pertama untuk membangun kepercayaan.

2. Tunjukkan cinta dan kasih sayang

2. Tunjukkan cinta kasih sayang
Freepik/Senivpetro

Salah satu cara terpenting untuk membangun hubungan saling percaya dengan anak adalah dengan menghujaninya dengan cinta dan kasih sayang. Dalam semua interaksi Mama pada balita, tunjukkan perasaan cinta dan kasih yang selalu hadir dan tak terbatas.

Mama bisa melakukan berbagai love language pada anak seperti tatapan mata, pelukan, cium di dahi, mengelus kepala, selain itu juga bisa lewat perhatian, menggunakan pilihan kata yang positif, dan meningkatkan suasana hati anak.

3. Sering berbicara dengan anak

3. Sering berbicara anak
Pexels/Ketut Subiyanto

Komunikasi adalah landasan kepercayaan. Semakin banyak Mama berbicara secara terbuka dengan anak, maka akan semakin besar hubungan yang terjalin.

Sehingga, sepadat apapun aktivitas Mama, sempatkan waktu untuk berbicara dengannya. Tanyakan pendapat si Kecil tentang kartun favoritnya, kegiatan anak sehari-hari, atau apa yang ingin ia lakukan di akhir pekan. Dengarkan dengan cinta, kasih sayang, dan tanpa penilaian.

Editors' Picks

4. Selalu berbicara jujur pada anak

4. Selalu berbicara jujur anak
Freepik/prostooleh

Dimana ada kepercayaan tentunya ada kejujuran. Kejujuran dari orangtua dan anak sangat penting untuk membangun hubungan saling percaya. Saat Mama sedih, jangan beri tahu anak bahwa Mama baik-baik saja, tetapi jujurlah dan beri tahu anak bahwa Mama sedang sedih.

Mama tidak perlu memberi tahu anak banyak detail mengapa merasa sedih, namun yang paling penting adalah jujurlah tentang emosi Mama.

Tak hanya itu, jika anak mengajukan pertanyaan yang Mama tidak tahu jawabannya, beri tahu anak bahwa Mama tidak yakin.

Mama dapat mengatakan kepada anak bahwa harus memikirkan terlebih dahulu, atau dapat mengajak anak untuk membantu Mama dalam meneliti jawaban pertanyaannya.

5. Menghargai kejujuran anak

5. Menghargai kejujuran anak
Freepik/Dimaberlin

Menghargai kejujuran si Kecil adalah komponen penting dalam membangun hubungan saling percaya dengan anak .

Saat anak melakukan sesuatu yang salah, Mama dapat selalu memberi tahunya bahwa meskipun tindakan itu mungkin mengecewakan, dengan berbohong tentang hal itu justru membuatnya jauh lebih buruk.

Mama dapat memujinya ketika ia jujur dan mengatakan yang sebenarnya tentang suatu situasi. Sangat penting bagi anak untuk mengetahui bahwa Mama menghargai kejujurannya.

6. Hindari memberikan janji

6. Hindari memberikan janji
Freepik/ wavebreakmedia

Mama harus menghindari membuat janji kepada anak. Janji seringkali sulit untuk dipenuhi. Kadang-kadang situasi terjadi mengakibatkan harus mengubah rencana. Jika Mama belum menjanjikan sesuatu, maka lebih mudah menjelaskan perubahan ini.

Daripada memberikan janji yang belum diketahui kepastiannya, Mama dapat memberikan janji yang lebih mudah ditepati dan tetap bermakna, seperti menjanjikan menyaksikan film bersama di akhir pekan, atau Mama akan membuat makanan favorit anak.

7. Lakukan apa yang Mama katakan

7. Lakukan apa Mama katakan
Freepik/Kliver00

Menghindari janji membawa ke poin yang satu ini. Jjika Mama mengatakan akan melakukan sesuatu dengan anak, maka lakukanlah. Anak sangat percaya pada orangtuanya.

Semakin sering Mama berubah pikiran atau tidak menindaklanjuti ucapan Mama sendiri, maka anak akan menganggap Mama kurang dapat diandalkan. Seorang anak perlu tahu bahwa orangtuanya akan selalu melakukan apa yang mereka katakan.

8. Jadilah contoh untuk anak

8. Jadilah contoh anak
Freepik/wavebreakmedia

Bukan rahasia umum lagi jika anak memperhatikan semua yang Mama lakukan. Pengamatan anak terhadap orangtuanya, membantunya dalam membentuk opini tentang apakah kedua orangtuanya dapat dipercaya.

Berikan contoh tentang perilaku yang ingin anak praktikkan. Misalnya, jika mengharapkan anak merapikan tempat tidurnya setiap hari, Mama juga harus menunjukkan padanya bahwa Mama merapikan tempat tidur setiap hari.

Jika Mama mengharapkan anak berbicara dengan hormat kepada orang lain, maka Mama harus melakukannya juga. Semakin sering anak melihat orangtuanya menjunjung tinggi nilai dan aturan yang diajarkan, maka anak akan semakin percaya kepada orangtuanya.

9. Bertanggung jawab atas kesalahan yang Mama lakukan

9. Bertanggung jawab atas kesalahan Mama lakukan
Freepik/anna_grant

Mengakui kesalahan yang Mama lakukan dapat menjadi cara efektif untuk membangun kepercayaan dengan anak. Berikan pemahaman pada diri sendiri dan anak, bahwa tidak ada orangtua yang sempurna di planet ini.

Ada kalanya orangtua melakukan kesalahan, dan ini tidak apa-apa! Jika Mama salah, minta maaf kepada anak dan beri tahu ia betapa menyesalnya Mama.

Nah itulah beberapa cara yang dapat membangun rasa kepercayaan antara orangtua dan anak. George MacDonald pernah berkata, "Dipercaya adalah pujian yang lebih besar daripada dicintai.".

Membangun hubungan saling percaya dengan anak adalah komitmen yang berkelanjutan dan tidak mudah dilakukan, tetapi kepercayaan inilah yang menjadi landasan untuk memiliki hubungan yang tak tergoyahkan dengan anak sampai kapanpun.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.