7 Cara Sukses Mengajarkan Anak Dua Bahasa Sejak Dini

Cara-cara ini telah dibuktikan dengan penelitian lho, Ma!

26 Mei 2021

7 Cara Sukses Mengajarkan Anak Dua Bahasa Sejak Dini
Freepik/Megafilm

Dalam dunia yang semakin mengglobal dan beragam, kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa mungkin merupakan keterampilan yang diinginkan setiap orangtua pada anaknya, terutama karena bilingualisme dianggap dapat memberikan keuntungan sosial, ekonomi, dan intelektual.

Sejak masuk usia sekolah, anak mulai diajarkan Bahasa Inggris, dan kemudian diikuti ekstrakulikuler atau kursus bahasa tambahan seperti Mandarin, Jepang, Perancis, dan lain-lain. Namun mengajarkan anak dua bahasa tak hanya dapat dimulai saat memasuki usia sekolah saja lho Ma!

Jika Mama ingin membesarkan anak dengan dua bahasa, berikut Popmama.com berikan tujuh saran berbasis penelitian tentang cara sukses mengajarkan anak bahasa ganda atau bilingual. Simak informasinya di bawah ini!

1. Meningkatkan kuantitas bahasa

1. Meningkatkan kuantitas bahasa
Freepik/Karlyukav

Dilansir dari Psychology Today, jumlah masukan linguistik yang diterima anak-anak di setiap bahasa mereka memprediksi perkembangan kosa kata dan tata bahasa.

Sebuah studi pada jurnal Developmental Science di tahun 2008 mengatkan bahwa semakin kaya inputnya maka semakin tinggi kemungkinan akuisisi bahasa yang berhasil.

Misalnya, anak yang mendengar banyak kata, memiliki ukuran kosakata yang lebih besar. Maka dari itu, hindari meremehkan kekuatan memberikan anak dua bahasa secara konsisten.

Memasukan Bahasa Inggris dalam percakapan sederhana sehari-hari, seperti “thankyou”, “sorry”, “please”, dapat mulai dilakukan sejak dini. Kosa kata dapat ditingkatkan sesuai bertambahnya usia anak.

2. Meningkatkan kualitas pembelajaran berbahasa anak

2. Meningkatkan kualitas pembelajaran berbahasa anak
Freepik/Jes2ufoto

Kualitas masukan linguistik juga mempengaruhi hasil bahasa anak-anak. Sebuah studi berjudul “Child-Care Effect Sizes for the NICHD Study of Early Child Care and Youth Development” mengatakan, memiliki interaksi tatap muka yang merangsang dengan pengasuh sangat penting dalam membantu anak dalam memperoleh bahasa.

Misalnya, membacakan buku untuk anak dapat mendukung perkembangan bahasa, sedangkan paparan bahasa melalui televisi tidak.

Sebuah penelitian dalam jurnal Infant Behavior and Development di tahun 2013 juga mengatakan bahwa penayangan televisi berkualitas rendah dikaitkan dengan skor kosa kata yang lebih rendah, pada anak bilingual.

Dengan kata lain, fokuskan lebih banyak waktu tatap muka dan pilihlah tayangan televisi anak-anak yang mendidik atau berkualitas tinggi.

Editors' Picks

3. Mintalah bantuan keluarga dan teman

3. Mintalah bantuan keluarga teman
Freepik/mawats

Menurut Psychology Today, berinteraksi secara teratur dengan banyak penutur berbeda dari dua bahasa dapat membantu anak dalam meningkatkan kemahiran dwibahasa, karena anak juga senang dihadapkan pada lebih banyak keragaman.

Dengan kata lain, berinteraksi dengan anggota keluarga besar, kakek-nenek, dan teman-teman yang berbicara bahasa lain dapat memberikan manfaat lebih bagi perkembangan anak yang ingin diajarkan dua bahasa.

4. Pilih strategi yang paling cocok untuk anak

4. Pilih strategi paling cocok anak
Freepik

Ada banyak cara berbeda untuk mengajarkan anak pada dua bahasa, tergantung pada lingkungan keluarga. Meskipun tidak ada pendekatan tunggal yang diidentifikasi sebagai yang terbaik, beberapa telah ditemukan mendukung pengembangan dwibahasa pada anak.

Misalnya, ada pendekatan "satu orang satu bahasa", yang umum digunakan oleh dua orangtua dengan  berbicara bahasa berbeda (contoh: Mama berbicara satu bahasa, Papa berbicara bahasa lain).

Dalam pendekatan umum lainnya, seorang anak dihadapkan pada satu bahasa di rumah dan bahasa kedua di sekolah. Strategi yang berbeda mungkin dapat dilakukan seperti berbicara dengan anak dalam bahasa yang berbeda setiap hari dalam seminggu.

Mama juga dapat mengembangkan strategi sendiri, seperti misalnya membiarkan anak menonton film favoritnya jutaan kali hingga hafal setiap baris dialog, kemudian buat anak menonton film yang sama dalam bahasa lain. Hal ini dapat membuatnya mempelajari kosakata bahasa baru.

5. Pertimbangkan pendidikan bilingual tambahan

5. Pertimbangkan pendidikan bilingual tambahan
Freepik/Pixel-shot.com

Selama perkembangan awal, mungkin ada pilihan untuk menyediakan pengasuhan anak dwibahasa seperti menggunakan pengasuh anak yang berbicara bahasa lain.Namun, setelah anak mencapai usia sekolah, pertimbangkan sekolah dengan program dua bahasa, baik dari buku atau dari penyampaian materi.

Selain memberikan anak paparan yang konsisten ke dua bahasa di seluruh bidang subjek, penelitian Bilingual Two-Way Immersion Programs Benefit Academic Achievement di tahun 2013, menunjukkan bahwa program pendalaman bahasa dua arah juga meningkatkan prestasi akademik siswa.

Jika program ini tak tersedia di lingkungan Mama, mungkin ada alternatif lain. Pelajaran tambahan setelah sekolah atau akhir pekan juga dapat mempromosikan penguasaan bahasa kedua pada anak.

6. Perhatikan minat anak

6. Perhatikan minat anak
Freepik/Alf061

Perhatikan isyarat dari anak dan ikuti minatnya. Perkembangan bahasa paling berhasil ketika anak berinteraksi dengan orangtua yang penuh perhatian dan sensitif.

Sebuah penelitian dalam jurnal Child Development di tahun 2009 mengatakan, seorang anak lebih cenderung mempelajari kata-kata baru ketika orang dewasa berfokus pada objek yang diminati oleh anak tersebut, bukan pada apa yang diminati orang dewasa.

Anak mama akan memiliki peluang lebih tinggi untuk berhasil menguasai dua bahasa jika ia sudah terlibat pada aktivitas yang menggunakan dua bahasa serta menarik minatnya.

7. Terus mendidik diri sendiri tentang perkembangan bahasa dwibahasa

7. Terus mendidik diri sendiri tentang perkembangan bahasa dwibahasa
Freepik

Tak hanya anak yang belajar, namun orangtua juga perlu mempelajari lebih lanjut tentang bilingualisme sendiri. Ada banyak kesalahpahaman seputar membesarkan anak dwibahasa.

Misalnya, ada kepercayaan bahwa bilingualisme menyebabkan gangguan bahasa dan ketidakmampuan belajar atau bahwa anak-anak bilingual menjadi bingung karena mendengar lebih dari satu bahasa.

Namun, penelitian berjudul “What Clinicians Need to Know about Bilingual Development” di tahun 2015 membantah pernyataan tersebut. Anak yang terlatih secara bilingual sebenarnya mencapai tonggak bahasa penting dengan kecepatan yang sama seperti anak-anak satu bahasa.

Nah itulah beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk melatih keterampilan dua bahasa pada anak sejak dini.

Meskipun tidak ada aturan khusus yang harus diikuti dalam hal mendidik anak dengan dua bahasa, hal terpenting yang harus Mama lakukan sebagai orangtua adalah memberikan dukungan pengasuhan pada anak. Bagaimana Ma, tertarik mengajarkan anak dua bahasa sejak dini?

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.