Dongeng Anak: Tiga Babi Kecil dan Serigala

Mengajarkan anak bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasilnya

7 April 2021

Dongeng Anak Tiga Babi Kecil Serigala
Freepik/Jehsomwang

Tahukah Mama jika membaca dongeng untuk anak memiliki beragam manfaat? Yup, membaca dongeng mampu meningkatkan imajinasi anak, menambah pengetahuan kosa katanya, serta mengajarkan anak tentang nilai moral kehidupan.

Ada macam-macam dongeng yang bisa Mama ceritakan, salah satunya fabel atau cerita fiksi yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku seperti manusia. Dongeng fabel yang populer salah satunya adalah, “The Three Little Pigs” atau “Tiga Babi Kecil”

Versi cerita yang paling populer muncul dalam English Fairy Tale oleh Joseph Jacobs pada 19 Juni 1890, dan menyebut James Halliwell-Phillipps seorang Sarjana Shakespeare Inggris sebagai sumbernya.

Lalu seperti apa cerita tentang tiga babi kecil yang bertemu dengan serigala ini? Popmama.com telah menyiapkan cerita selengkapnya di bawah ini. Simak ya!

1. Tiga babi kecil membuat rumahnya masing-masing untuk bertahan hidup

1. Tiga babi kecil membuat rumah masing-masing bertahan hidup
Worldstories.org.uk

Suatu ketika ada seekor induk babi yang memiliki tiga anak babi kecil, ia memiliki kesulitan untuk memberi mereka makan. Jadi ketika mereka cukup dewasa, sang induk melepas mereka ke dunia untuk mencari peruntungan.

Ketiga babi itu kemudian membuat rumahnya masing-masing untuk bertahan hidup.

Babi kecil pertama hidup dengan malas, ia ingin membuat rumahnya dari jerami. Kemudian ia bertemu dengan seorang pria yang membawa seikat jerami.

“Permisi,” kata babi kecil pertama dengan sopan.

"Maukah Anda menjual jerami ini agar saya bisa membuat rumah?"

Pria itu langsung setuju, dan babi kecil pertama pergi mencari tempat yang bagus untuk membangun rumahnya.

Babi kecil yang kedua juga hidup malas, namun ia tidak mau membuat rumah dari jerami. Ia terus berjalan di sepanjang jalan dan, bertemu dengan seorang pria yang membawa seikat batang kayu.

“Permisi,” kata babi kecil kedua dengan sopan.

“Maukah Anda menjual beberapa batang kayu itu agar saya bisa membangun rumah?”

Penjual kayu itu langsung setuju, dan babi kecil kedua mengucapkan selamat tinggal kepada saudaranya.

2. Babi kecil kedua dan ketiga menertawakan adik bungsunya yang belum selesai mengerjakan rumah

2. Babi kecil kedua ketiga menertawakan adik bungsu belum selesai mengerjakan rumah
Worldstories.org.uk

Berbeda dengan babi kecil bungsu yang tidak memikirkan ide-ide seperti kakaknya.

“Aku akan membangun rumah yang jauh lebih besar, lebih baik, lebih kuat,” pikirnya.

Dan dia terus berjalan hingga bertemu dengan seorang pria dengan gerobak penuh batu bata.

"Permisi," kata babi kecil ketiga, dengan sopan seperti yang diajarkan induknya.

“Tolong, bisakah Anda menjual beberapa batu bata ini agar saya bisa membangun rumah?”

“Oh, tentu saja! Di mana batu bata ini akan diletakkan?" kata pria penjual batu bata itu.

Babi kecil ketiga melihat sekeliling dan melihat sebidang tanah yang bagus di bawah pohon.

"Di sana," dia menunjuk.

Ketiga babi kecil ini mulai bekerja, dan pada malam hari rumah jerami dan rumah kayu telah selesai dibangun, tetapi rumah dari batu bata baru saja mulai berdiri di atas tanah.

Babi kecil pertama dan kedua tertawa, mereka mengira saudara bungsunya benar-benar konyol karena harus bekerja sangat keras ketika kedua kakaknya sudah selesai.

Beberapa hari kemudian rumah bata itu selesai dibangun, dan terlihat sangat mewah dengan jendela mengkilap, cerobong asap kecil yang rapi, dan besi pengetuk pintu yang mengilap.

Editors' Picks

3. Serigala menemukan rumah jerami dari babi kecil pertama, dan menghancurkannya

3. Serigala menemukan rumah jerami dari babi kecil pertama, menghancurkannya
Worldstories.org.uk

Keesokan harinya, seekor serigala kebetulan melewati jalan setapak di mana tiga babi kecil itu tinggal, dan dia melihat rumah jerami, dan dia mencium bau babi di dalamnya. Dia mengira babi itu akan menjadi makanan yang enak dan mulutnya mulai berair.

Jadi serigala itu mengetuk pintu dan berkata,

“Babi kecil! Babi kecil! Biarkan aku masuk! Biarkan aku masuk!”

Tetapi babi kecil melihat cakar besar serigala melalui lubang kunci, jadi dia menjawab kembali,

“Tidak! Tidak! Tidak! Aku akan tetap di sini!”

Karena merasa kesal, kemudian serigala itu menunjukkan giginya dan berkata,

“Dan aku akan menarik napasku, menghembuskannya, dan menghancurkan rumahmu!”

Kemudian serigala itu menarik napasnya dengan kuat, mengembuskan napasnya dengan kencang, dan dia menghancurkan rumah jerami si babi pertama!

Serigala membuka rahangnya sangat lebar dan menggigit sekuat tenaga, tetapi babi kecil pertama lolos dan melarikan diri untuk bersembunyi bersama babi kecil kedua.

4. Serigala juga menemukan rumah babi kedua dari batang kayu, dan ia juga menghancurkannya

4. Serigala juga menemukan rumah babi kedua dari batang kayu, ia juga menghancurkannya
Worldstories.org.uk

Serigala terus menyusuri jalan setapak dan dia melewati rumah babi kedua yang terbuat dari kayu. Ketika serigala melihat rumah itu, ia lagi-lagi mencium bau babi di dalamnya, dan seketika mulutnya kembali berair saat memikirkan tentang makan malam enak yang akan ia buat.

Serigala pun kembali mengetuk pintu dan berkata,

“Babi kecil! Babi kecil! Biarkan aku masuk! Biarkan aku masuk!”

Babi kecil yang pertama mengatakan pada babi kecil kedua untuk tidak membuka pintu itu, jadi ia menjawab,

“Tidak! Tidak! Tidak! Aku tak membiarkan ada bulu serigala masuk ke rumahku!”

Serigala pun gusar dengan ucapan babi kecil kedua, ia kembali menunjukkan giginya dan berkata,

“Dan aku akan menarik napasku, akan menghembuskannya, dan akan menghancurkan rumahmu!”

Tanpa basa-basi, serigala itu menarik napasnya sekuat tenaga, ditiupkannya ke rumah kayu itu, dan menghancurkannya hingga roboh.

Namun ketamakan dan kerakusan serigala yang mencoba menangkap kedua babi sekaligus, membuatnya tidak berhasil mendapatkan keduanya.

Rahangnya yang besar tak bisa menahan apapun kecuali udara, karena kedua babi kecil itu bergegas lari pergi secepat mungkin agar tidak ditangkap oleh serigala.

5. Serigala menemukan rumah bata milik babi kecil ketiga, namun kali ini ia gagal menghancurkannya

5. Serigala menemukan rumah bata milik babi kecil ketiga, namun kali ini ia gagal menghancurkannya
Worldstories.org.uk

Tak tinggal diam, serigala mengejar kedua babi itu dan dia hampir menangkap mereka. Tapi kedua babi itu berhasil sampai ke rumah babi ketiga yang terbuat dari bata, dan babi ketiga menutup pintu sebelum serigala bisa menangkap mereka.

Tiga babi kecil itu sangat ketakutan, mereka tak punya tempat untuk bersembunyi dari serigala yang ingin memakannya.

Serigala menahan rasa laparnya sepanjang hari, dan nafsu makannya tinggi untuk mengejar babi-babi itu dan sekarang dia bisa mencium bau ketiganya di dalam, dan dia tahu bahwa ketiga babi kecil itu akan menjadi pesta yang menyenangkan.

Jadi serigala itu mengetuk pintu dan berkata,

“Babi kecil! Babi kecil! Biarkan aku masuk! Biarkan aku masuk!”

Tapi babi kecil ketiga mengintip dari lubang kunci, dan melihat mata sipit serigala, ia pun ketakutan dan menjawab,

“Tidak! Tidak! Tidak! Pergi kau dari sini!”

Karena serigala berpikir bisa meruntuhkan dua rumah babi sebelumnya, ia pun melakukan hal yang sama pada rumah babi ketiga yang terbuat dari batu bata ini.

“Baiklah, aku akan menarik napasku lagi, mengembuskannya dengan sangat kencang, dan aku akan meledakkan rumahmu!”

Serigala itu berulang kali menarik dan mengembuskan napasnya dengan kencang, berulang kali hingga akhirnya terengah-engah. Serigala tidak bisa meledakkan rumah itu!

Akhirnya, dia kehabisan napas sehingga dia tidak bisa menarik napas dan tidak bisa mengembuskan napas lagi. Kemudian dia berhenti untuk istirahat dan berpikir sebentar.

6. Serigala yang rakus akhirnya gagal dan pergi ke hutan selamanya

6. Serigala rakus akhir gagal pergi ke hutan selamanya
Worldstories.org.uk

Ternyata serigala menemukan cara lain, yaitu lewat cerobong asap. Ia kemudian memanjat tangga yang ada di dekatnya untuk naik ke atap dan masuk lewat cerobong asap tetapi babi kecil ketiga ini mendengar suara langkah kaki serigala di atapnya.

Ia langsung bergegas memberi tahu dua saudaranya untuk menyalakan api di tungku perapian untuk menghalangi serigala masuk.

Saat serigala masuk melalui cerobong asap rumah itu, ia merasakan sesuatu yang hangat di ekornya. Namun karena sangat lapar, ia tetap menuruni cerobong asap itu. Semakin dalam ia menuruninya, ekornya menjadi sangat panas dan tercium bau gosong.

Ternyata, ekor serigala itu terbakar api!

Mengetahui ekornya terbakar, serigala itu memanjat keluar dari cerobong asap dan lari ke hutan.

Sejak itu, ketiga babi kecil bersaudara itu hidup bahagia bersama selamanya di rumah bata mereka yang tahan angin dan serigala jahat tak pernah kembali!

Nah itulah dongeng anak yang berjudul “The Three Little Pigs” atau “Tiga Babi Kecil”. Pesan moral yang didapatkan dari cerita ini adalah, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, anak perlu berusaha lebih kreatif dan lebih keras.

Walaupun pada prosesnya anak diolok-olok oleh teman-temannya, mengerjakannya lebih memakan waktu, dan membutuhkan banyak tenaga, yakinlah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Tiga babi kecil itu juga mengajarkan untuk sopan pada siapapun, dan serigala mengajarkan anak agar tidak serakah saat ingin mengejar sesuatu.

Wah, selain menarik ternyata pesan moral cerita ini bisa mengajarkan anak tentang nilai kehidupan ya, Ma! Yuk bacakan cerita ini untuk si Kecil saat di waktu luang atau malam hari sebelum tidurnya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.