15 Kisah dari Alkitab yang Singkat dan Menarik untuk Anak

Mengajarkan anak agar meneladani firman Allah

7 Februari 2021

15 Kisah dari Alkitab Singkat Menarik Anak
Freepik/Wirestock

Membacakan dongeng pada anak setiap malam memiliki berbagai manfaat, seperti membuat anak lebih rileks sehingga tidur lebih cepat dan nyenyak, mengembangkan kebiasaan membaca sejak dini, dan mengajarkan anak tentang nilai moral kehidupan dari sebuah cerita.

Dari Kitab Kejadian hingga Wahyu, Alkitab penuh dengan cerita yang memiliki nilai moral, beberapa di antaranya digunakan untuk menceritakan tentang hal-hal indah yang telah Tuhan lakukan bagi manusia.

Selain itu juga untuk membantu Mama mengajarkan anak untuk hidup melalui teladan Tuhan Yesus serta kehidupan orang-orang yang ada di dalam Alkitab.

Berikut ini Popmama.com akan membahas 15 kisah dalam Alkitab yang dapat Mama ceritakan pada si Kecil.

1. Kisah Penciptaan

1. Kisah Penciptaan
Freepik/Standret

Cerita ini mengajak anak untuk melihat kembali ke masa lalu bagaimana Tuhan menciptakan dunia dalam enam hari. Cerita ini diambil dari Perjanjian Lama di Kitab Kejadian.

Awalnya, tidak ada apa-apa, semuanya tidak berbentuk, dan kegelapan menutupi permukaan segalanya. Hanya Tuhan yang ada. Suatu hari, Tuhan memerintahkan bahwa harus ada terang, dan terang itu diciptakan.

Pada hari pertama penciptaan, Tuhan menciptakan siang dan malam. Di hari kedua, Tuhan menciptakan langit untuk memisahkan air. Pada hari ketiga, Tuhan mulai menciptakan daratan dan lautan. Ia juga memerintahkan agar tanah menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan tumbuhan penghasil benih.

Serta mereka semua harus berkembang biak menurut jenisnya masing-masing. Pada hari keempat, Tuhan menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang, untuk berfungsi sebagai penanda siang, malam, tahun, dan waktu suci.

Pada hari kelima, Tuhan menciptakan semua makhluk hidup di laut dan udara, dan memerintahkan agar mereka berkembang biak sesuai dengan jenisnya. Pada hari keenam, Tuhan menciptakan semua hewan darat, Ia memerintahkan mereka semua untuk pergi dan berkembang biak di seluruh bumi, menurut jenis mereka sendiri.

Kemudian, Tuhan membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan kehidupan ke dalam dirinya. Dari tulang rusuk laki-laki, dia menciptakan perempuan, dan dia memberi laki-laki dan perempuan kuasa atas seluruh bumi.

Ketika Tuhan senang dengan semua yang Ia ciptakan, pada hari ketujuh, Tuhan beristirahat.

Nilai moral: Tuhan itu maha kuasa dan menciptakan semua yang ada.

2. Adam dan Hawa

2. Adam Hawa
Freepik/Drawlab

Adam dan Hawa adalah dua manusia pertama yang pernah ada, mereka kemudian menemukan ular yang membuat mereka jatuh pada dosa pertama kali. Adam dan Hawa merupakan Papa dan Mama dari seluruh umat manusia. Cerita ini juga diambil dari Perjanjian Lama, Kitab Kejadian.

Ketika Tuhan menciptakan Adam dari debu tanah, Tuhan memberinya kehidupan dengan menghembuskan nafas ke dalam lubang hidungnya, Tuhan kemudian membawa semua binatang yang telah Dia ciptakan dan menunjukkannya kepada Adam.

Adam diberi kuasa untuk menamai binatang, tetapi setelah semua diberi nama, Tuhan merasa bahwa tidak ada penolong yang cocok untuk Adam, itulah sebabnya Tuhan memutuskan untuk menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam.

Tuhan menciptakan Taman Eden sebagai rumah mereka, dan di dalamnya ada semua jenis pohon yang Tuhan izinkan kepada Adam dan Hawa untuk dimakan, kecuali satu, Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan Jahat.

Suatu hari, ketika Adam dan Hawa berada di taman, terdapat seekor ular yang merupakan makhluk paling lincah dari semua makhluk yang diciptakan Tuhan. Ular tersebut menggoda Hawa untuk memakan buah dari ini. Setelah Hawa makan, dia membaginya dengan Adam.

Meskipun dilarang makan buah dari pohon itu, Adam dan Hawa makan dan tidak menaati Tuhan, hal ini yang membuat mereka melakukan dosa pertama. Tetapi karena Tuhan itu adil, Tuhan tidak punya pilihan selain mengusir mereka dari taman.

Nilai moral: Jangan pernah melanggar perintah Tuhan, karena perintah itu ada untuk melindungi dari dosa.

3. Perjanjian Abraham

3. Perjanjian Abraham
Abrahamiccovenant.wordpress.com

Abraham dikenal di seluruh dunia sebagai Bapak Bangsa-Bangsa, namun ada suatu masa ketika Abraham mengira dirinya tidak akan pernah memiliki anak. Cerita ini diambil dari Kitab Perjanjian Lama, Injil Kejadian:17-21.

Abraham yang awalnya bernama Abram merupakan seorang hamba Tuhan yang setia yang bekerja keras dan diberkati oleh Tuhan. Sayangnya, Abram tidak memiliki anak sehingga ia ingin memiliki putra, dan Tuhan berjanji untuk menjadikannya ayah dari banyak bangsa.

Abram sangat senang dan menunggu anak yang dijanjikannya. Namun, tahun-tahun berlalu dan istrinya Sarai masih tidak memberinya seorang putra. Hingga pada akhirnya, Sarai meyakinkan Abraham untuk menikahi hambanya, Hagar, yang berasal dari Mesir.

Abram melakukannya, dan Hagar mengandung seorang putra. Ketika anak itu lahir, dia dipanggil Ismael. Namun, ini bukanlah anak perjanjian, karena Tuhan berjanji bahwa seorang putra akan lahir dari Sarai, dan Tuhan akan memberkati Abram melalui dia.

Suatu hari, Tuhan memberi tahu Abram bahwa Sarai akan memiliki seorang putra. Sarai pun tertawa, karena dia pikir sudah terlalu tua untuk punya anak. Tuhan juga memberikan nama baru kepada Abram dan Sarai, dan sejak saat itu mereka dikenal sebagai Abraham dan Sarah.

Sara berarti “Putri”, dan dia akan menjadi ibu dari banyak bangsa. Pada akhirnya, Tuhan menepati janji-Nya, dan pada saat yang sama tahun berikutnya, seorang putra lahir dari Sara. Mereka menamainya Ishak, yang artinya tertawa, karena Sarah telah tertawa ketika diberi tahu bahwa dia akan memiliki seorang putra.

Nilai moral: Tuhan itu setia, yang selalu menepati janji-Nya.

4. Daud dan Goliath

4. Daud Goliath
Freepik/Inspiring

Raja Daud dianggap sebagai seorang laki-laki yang berkenan di hati Tuhan, dan ia paling terkenal karena mengalahkan raksasa Goliath ketika dirinya hanya seorang anak gembala. Cerita ini diambil dari Kitab Perjanjian Lama, Injil 1 Samuel:16 dan 17.

Ketika Raja Saul berdosa di mata Tuhan, Tuhan menjadi sangat tidak senang dengannya dan memerintahkan Samuel, nabi-Nya, untuk mengurapi orang lain untuk menjadi raja setelah Saul. Samuel mengikuti petunjuk Tuhan dan dibawa ke rumah seorang pria bernama Isai.

Isai memiliki delapan putra, tujuh di antaranya ditunjukkan kepada Samuel. Samuel berpikir bahwa pasti Tuhan akan memilih salah satu dari mereka, karena mereka kuat dan berpenampilan baik. Akan tetapi, Tuhan memberi tahu Samuel bahwa Dia tidak mempertimbangkan penampilan luar seseorang, tetapi melihat hatinya.

Samuel diperintahkan untuk mengurapi putra bungsu, yang merupakan anak gembala, anak laki-laki ini bernama Daud. Setelah itu, ketika perang antara orang Israel dan Filistin terjadi, seorang raksasa bernama Goliath akan meneriakkan tantangan kepada orang Israel yang akan mengalahkannya dalam pertempuran.

Karena menurutnya, tidak ada yang cukup berani untuk menghadapinya. Ketika Daud mendengar Goliath menantang pasukan Tuhan, ia memberi tahu Raja Saul bahwa ia akan melawan raksasa itu. Raja Saul khawatir, karena Daud bukanlah seorang pejuang. Tetapi Daud memilih untuk menghadapi raksasa, berpakaian seperti anak gembala sederhana dengan Ketapel sebagai satu-satunya senjatanya.

Saat Goliath itu datang ke arahnya, Daud memasukkan batu ke dalam ketapelnya dan menembak raksasa itu. Batu kecil itu tenggelam ke kepala Goliath dan raksasa itu langsung mati.

Nilai moral: Tuhan tidak melihat penampilan seseorang, tetapi melihat hati seseorang. Tuhan juga tidak membutuhkan umat-Nya yang mengenakan baju besi yang mewah untuk membantu masyarakat dalam melawan musuh.

5. Yohanes Pembaptis

5. Yohanes Pembaptis
Freepik/Drawlab

Jika anak belum mengenal siapa Yohanes Pembaptis, maka Mama bisa ceritakan dongeng ini agar anak akan segera mengetahuinya. Cerita Yohanes Pembaptis ini diambil dari Kitab Perjanjian Baru, Injil Lukas:1

Elisabet, saudara perempuan Maria, mengandung Yohanes pada saat usianya sudah tua. Seorang malaikat Tuhan telah memberi tahu Zakharia, Papa dari Yohanes, bahwa putranya akan dipenuhi dengan Roh Kudus, sejak lahir, dan ia akan dinamai Yohanes.

Yohanes tumbuh menjadi orang yang bebas, yang tinggal di padang gurun dan mengkhotbahkan pesan Tuhan, meramalkan kedatangan Yesus sang Mesias. Dia menghabiskan banyak waktu untuk membaptis orang-orang di sungai dan mengajar mereka untuk bertobat.

Ketika Yesus pergi kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes sangat bersukacita, dan Roh Kudus dalam rupa burung merpati turun kepada-Nya. Pada saat itu, sebuah suara dari surga berbicara dan berkata: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Pesan moral: Tuhan itu nyata dan berbicara kepada mereka yang mendengarkan dan percaya kepada-Nya.

6. Kristus telah Lahir

6. Kristus telah Lahir
Freepik/Inspiring

Yesus Kristus, menjadi tokoh yang paling terkenal dalam sejarah Agama Kristen, pada masa kecil-Nya, Tuhan Yesus memiliki permulaan yang sangat sederhana. Cerita tentang Tuhan Yesus ini bisa Mama baca dari Kitab Perjanjian Baru, Injil Matius dan Lukas.

Ada seorang perawan bernama Maria yang tinggal di kota Nazareth, sebuah kota di Galilea. Maria dikenal sangat mencintai Tuhan. Dia akan menikah dengan seorang laki-laki bernama Yusuf.

Allah kemudian mengutus malaikat Gabriel untuk memberitahu Maria bahwa ia telah dipilih Allah, dan hal ini membuat Maria hamil saat dia masih perawan.

Malaikat Gabriel juga mengunjungi Yusuf dan memberi tahu dia apa yang diinginkan Tuhan, sehingga Yusuf tidak akan mengira Maria tidak setia. Pada hari-hari ketika Yesus akan lahir, Kaisar Agustus mengeluarkan peraturan bahwa sebuah sensus harus dilakukan dari Kekaisaran Romawi, untuk memastikan mereka membayar pajak.

Dia memerintahkan semua orang untuk kembali ke kampung halamannya, dan memasukkan nama mereka dalam daftar (atau sensus) di sana. Yusuf harus pergi ke Betlehem bersama Maria, yang sedang hamil, karena dia adalah keturunan Raja Daud.

Begitu mereka mencapai Betlehem, tidak ada kamar atau penginapan yang tersedia. Karena tidak ada kamar, Maria dan Yusuf tidak punya pilihan selain mencari perlindungan di palungan penginapan, dan di sana Maria melahirkan bayi, Yesus.

Telah dinubuatkan bahwa Juruselamat akan lahir di Betlehem dan akan lahir dari seorang perawan, sehingga Yesus menggenapi nubuat yang dibuat oleh Allah.

Pesan moral: Yesus adalah Juruselamat umat manusia.

Editors' Picks

7. Yesus mengajar Nikodemus

7. Yesus mengajar Nikodemus
Goodnewsmag.org

Yesus mengajar orang Farisi salah satu hal yang dibutuhkan untuk masuk ke Kerajaan Surga. Cerita tentang Nikodemus ini diambil berdasarkan dari Kitab Perjanjian Baru, Injil Yohanes:3

Ketika Nikodemus memberi tahu Yesus bahwa dia percaya bahwa Yesus datang dari Allah karena tanda-tanda dan mujizat, Yesus mengatakan kepadanya bahwa tidak ada yang akan melihat Kerajaan Tuhan sampai mereka dilahirkan kembali.

Nikodemus pun bingung dan bertanya bagaimana seorang pria dewasa dapat dilahirkan kembali, dan Yesus menjelaskan bahwa seseorang perlu dilahirkan kembali dari air dan dalam Roh Tuhan, agar dapat melihat Kerajaan Tuhan.

Pesan moral: agar dapat melihat Kerajaan Allah, seseorang perlu dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

8. Yesus Menenangkan Badai

8. Yesus Menenangkan Badai
Freepik/Drawlab

Yesus melakukan banyak mukjizat besar dan murid-muridNya harus menyaksikannya, salah satu mukjizat Yesus adalah ketika menenangkan badai yang berada di kitab Perjanjian Baru, Injil Matius:8.

Yesus dan murid-muridNya bepergian dengan perahu pada suatu malam, dan Yesus tertidur setelah hari yang melelahkan berkhotbah kepada orang-orang. Tanpa peringatan apa pun, badai yang hebat menimpa mereka, dan murid-muridNya takut akan tenggelam.

Karena takut, mereka membangunkan Yesus dan meminta Yesus untuk melindungi mereka.

"Oh, kamu yang kurang percaya," kata Yesus kepada mereka, "Mengapa kamu begitu takut?"

Yesus kemudian berbalik ke badai dan menegurnya. Angin dan ombak kembali tenang sekali. Murid-muridnya takjub dan kagum pada kuasa-Nya.

Pesan moral: Keimanan akan Tuhan membuat siapapun tidak perlu takut akan dunia.

9. Iblis Mencobai Yesus Di Gurun Pasir

9. Iblis Mencobai Yesus Gurun Pasir
Freebibleimages.org

Sebelum memulai pelayanan-Nya, bahkan Tuhan Yesus harus melawan pencobaan dari Iblis di gurun pasir. Cerita ini berasal dari Kitab Perjanjian Baru, Injil Matius, Pasal 4.

Yesus telah berpuasa empat puluh hari dan malam di padang gurun. Dia sendirian dan tanpa makan. Iblis mendatangi-Nya dan mencoba menggoda-Nya untuk mengubah batu menjadi roti, tetapi Yesus menjawab bahwa manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari Firman Tuhan.

Kemudian, iblis membawa Yesus ke titik tertinggi di Kota Suci ke titik tertinggi. Iblis menyuruh Yesus untuk menceburkan diri dari sana karena kitab suci mengatakan bahwa para malaikat akan menyelamatkan Yesus. Tetapi Yesus menjawab kepadanya bahwa kita seharusnya tidak menguji Allah.

Iblis kemudian mencoba menjanjikan semua kerajaan dunia kepada Yesus, selama Dia sujud dan menyembahnya. Tetapi Yesus menegur iblis dan mengatakan kepadanya bahwa penyembahan dimaksudkan untuk Allah saja. Iblis kemudian meninggalkan Yesus, dan para malaikat Tuhan datang untuk melayani Dia.

Pesan moral: berpegang teguh pada Firman Tuhan, membuat siapapun yang percaya akan tahan dari segala pencobaan dunia.

10. Persembahan Janda

10. Persembahan Janda
Freebibleimages.org

Yesus mengajari kita apa yang Allah anggap sebagai hadiah yang lebih tinggi harganya. Cerita tentang persembahan seorang janda ini diambil dari kisah di Kitab Perjanjian Baru, Injil Lukas:21

Suatu hari, ketika Yesus berada di bait suci, Yesus melihat seorang wanita tua memasukkan dua koin kecil ke dalam kotak persembahan.

Dia memberi tahu para murid-Nya, “Janda miskin ini memberi lebih dari siapa pun. Semua orang memberi sedikit dari kekayaan mereka, tapi dia memberikan semua yang dia miliki dalam kemiskinannya,"

Pesan moral: Tuhan tidak melihat jumlah atau kuantitas dengan cara yang sama seperti kita, namun Dia melihat sifat hati seseorang yang percaya pada-Nya.

11. Domba yang Hilang

11. Domba Hilang
Freepik/Rudall30

Apa artinya jika seseorang percaya kepada Yesus? Manusia yang berdosa atau tidak percaya akan diri-Nya diibaratkan sebagai domba yang hilang. Apa arti domba yang hilang? Mama bisa mencari tahu selengkapnya di Kitab Perjanjian Baru, injil Lukas:15

Kebanyakan orang Farisi memiliki masalah dengan Yesus karena Yesus mau makan dengan orang-orang berdosa dan mengizinkan mereka untuk mengikutiNya. Yesus memberi tahu mereka perumpamaan ini untuk membantu mereka memahami.

“Jika salah satu dari kamu memiliki 100 domba dan bahkan jika ada yang hilang, tidakkah kamu akan meninggalkan sisanya dan pergi mencari domba yang hilang? Ketika kamu menemukannya, kamu sangat bahagia dan memberi tahu semua orang bahwa kamu menemukan domba yang hilang. Kamu akan menelepon teman dan merayakannya. Dengan cara yang sama, ketika orang berdosa bertobat, ada banyak sukacita di surga.”

Pesan moral: Yesus datang untuk menyelamatkan mereka yang “hilang” dan Dia tidak akan pernah menyerah pada mereka.

12. Berjalan di atas Air

12. Berjalan atas Air
Freepik/Drawlab

Dari mengubah air menjadi anggur hingga memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, Yesus tidak pernah gagal untuk mengejutkan orang-orang di sekitar-Nya. Berjalan di atas air juga menjadi kisah Yesus yang populer dikalangan anak-anak. Cerita ini diambil dari Kitab Perjanjian Baru, injil Matius:14

Ketika Yesus memberi makan lima ribu orang, Dia menyuruh murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi mendahului-Nya, dan Dia naik ke lereng gunung untuk berdoa.

Saat malam tiba, perahu telah mencapai tengah lautan dan Yesus adalah satu-satunya yang ada di darat. Dia melihat murid-murid berperang melawan angin karena terlalu kuat. Kemudian, Dia pergi menemui mereka, dengan berjalan di atas air.

Ketika murid-murid Yesus melihat-Nya, mereka mengira Yesus adalah hantu dan berteriak ketakutan. Namun Yesus menenangkan mereka, dan ketika mereka menyadari itu Yesus, Peter bertanya apakah dia juga bisa berjalan di atas air.

Yesus berkata ya, selama Petrus menjadikan Yesus sebagai fokusnya. Ketika Petrus turun dari perahu, dia berjalan sedikit ke arah Yesus, tetapi begitu dia melihat ke bawah, dia mulai tenggelam. Yesus menyelamatkannya dan bertanya, "Mengapa kamu ragu?".

Yesus menyelamatkan Petrus saat itu. Saat mereka berada di perahu, angin mereda. Murid-muridnya tercengang.

Pesan moral: Percaya pada Yesus dan jangan ragu.

13. Maria dan Martha

13. Maria Martha
Bibleunited.org

Apakah Mama dan anak terkadang merasa memiliki begitu banyak hal yang harus dilakukan sehingga tidak dapat menghabiskan waktu untuk belajar tentang Yesus? Maria dan Martha merupakan kisah yang tepat untuk menjawab pertanyaan di atas. Kisah Maria dan Martha dapat Mama baca selengkapnya di Kitab Perjanjian Baru, Injil Lukas:10

Ketika Yesus dan murid-muridNya berada di rumah Maria dan Marta, yang membukakan pintu bagi-Nya, Marta berlari menyiapkan makanan dan berusaha melayani semua orang.

Maria memilih untuk duduk dan mendengarkan apa yang Yesus katakan. Martha menjadi kesal dengan Maria dan meminta Yesus untuk memberitahu Maria untuk datang dan membantunya.

Yesus malah berkata, “Martha, kamu khawatir dan menjadi kesal karena terlalu banyak hal. Maria telah memilih untuk melakukan hal yang benar. ”

Pesan moral: Jangan biarkan kesibukan dunia menghalangi hubungan Mama dan anak dengan Yesus.

14. Penyaliban Yesus Kristus

14. Penyaliban Yesus Kristus
Freepik/Starline

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih Yesus, karena Dia telah mati untuk umatNya. Kisah penyaliban Yesus ini diperingati sebagai hari Jumat Agung, yang kisahnya diambil dari Perjanjian Baru, Injil Markus:15

Yesus dikhianati oleh Yudas, salah satu murid-Nya, dan Yesus kemudian dibawa ke hadapan Pontius Pilatus. Orang-orang mendesak Pontius untuk membebaskan seorang pembunuh bernama Barabas kepada mereka dan untuk menyalibkan Yesus.

Mereka menyuruh Yesus dicambuk dan disiksa, dan menyuruhNya memikul salib sendiri ke atas bukit tempat Dia akan dibunuh, yaitu bukit Golgota. Mereka menyalibkan Yesus di kayu salib dengan paku di tangannya, serta memasang tanda di atas-Nya yang bertuliskan "Raja orang Yahudi."

Yesus berseru kepada Allah dan kemudian Dia mati. Semua ini terjadi sesuai dengan nubuatan yang dibuat Nabi Yesaya, yang mengatakan bahwa Allah yang memilih untuk menanggung hukuman atas dosa umat-Nya, dengan mati dalam keheningan dan akan digantung di pohon.

Pesan moral: Yesus diutus untuk menanggung dosa manusia dan menderita kematian menggantikan manusia.

15. Kebangkitan Yesus

15. Kebangkitan Yesus
Freepik/Drawlab

Penyaliban Yesus bukanlah akhir dari segalanya. Karena Tuhan Yesus bangkit dan kembali ke Surga bersama Allah. Kisah kebangkitan Yesus ini diambil dari Kitab Perjanjian Baru, injil Markus:16

Ketika Maria Magdalena dan dua orang lainnya pergi untuk mengurapi tubuh Yesus dengan rempah-rempah, mereka menemukan bahwa batu penutup kuburan telah terguling.

Ketika mereka pergi ke kuburan, ada seorang pemuda berjubah putih. Dia mengatakan kepada mereka, "Jika kalian mencari Yesus Kristus yang disalibkan, Dia telah bangkit dari kematian!" Maria dan dua orang lainnya melarikan diri, tetapi terlalu takut untuk mengatakan apapun kepada orang lain.

Yesus kemudian menampakkan diri kepada beberapa pengikut-Nya yang lain. Tomas yang tidak hadir menolak untuk percaya sampai dia bisa meletakkan jarinya di luka yang berada di tangan Yesus. Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan mengizinkan dia melakukan hal itu.

Tomas kemudian percaya bahwa Yesus telah bangkit, tetapi Yesus berkata: "Berbahagialah orang yang belum melihat tetapi percaya."

Pesan moral: Tuhan memberkati mereka yang beriman tanpa perlu melihat bukti nyata.

Cerita adalah media yang efektif untuk mengajarkan si Kecil tentang ajaran Allah. Menceritakan kisah-kisah tentang Tuhan Yesus dapat membantu mengembangkan imajinasi dan keterampilan kognitif anak. Selamat membacakan dongeng untuk anak, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.