Penyakit Pernapasan Anak Semakin Meningkat Setelah Covid-19, Mengapa?

Setelah pandemi, penyakit pernapasan kembali mengganggu

8 Maret 2023

Penyakit Pernapasan Anak Semakin Meningkat Setelah Covid-19, Mengapa
Freepik/A3pfamily

RSV, strep A, flu dan penyakit infeksi lainnya kembali menginfeksi anak-anak, setelah virus Covid-19. Setelah terjadinya pandemi, banyak yang bertanya-tanya, apa penyebab dari peningkatan penyakit pernapasan ini?

Para peneliti menemukan kenaikan yang tidak biasa pada 2021. Contohnya, sebuah studi di Jerman yang menemukan bahwa tingkat RSV di negara itu mencapai rekor tertinggi antara September dan Oktober 2021.

Di Selandia Baru dan Inggris pun juga demikian. Terlihat lonjakan besar kasus penyakit pernapasan yang menimpa anak.

Kali ini, Popmama.com telah merangkum penyakit pernapasan anak semakin meningkat setelah Covid-19. Simak dengan baik informasi berikut ya, Ma.

Editors' Pick

1. Infeksi strep A melonjak di Inggris

1. Infeksi strep A melonjak Inggris
Freepik/Lia_russy

Dalam konferensi rutin dengan sesama dokter di seluruh negeri, Ronny Cheung, konsultan dokter anak di London mendengar laporan tentang infeksi strep A dan virus pernapasan pada anak-anak.

Meskipun strep A biasanya tidak mengancam jiwa dan hanya menyebabkan sakit tenggorokan atau radang amandel, penyakit tersebut bisa menyebabkan infeksi invasif yang berpotensi mematikan seperti meningitis.

Menurut Ronny, infeksi-infeksi ini melonjak karena tertunda dari karantina Covid-19. Namun, sulit untuk melepaskannya dari variabel musim alami.

Meski demikian, ada harapan lonjakan penyakit anak-anak yang kadang kita lihat pasca-lockdown akan berkurang.

2. Belum diketahui jelas kalau Covid-19 penyebab anak terpapar penyakit pernapasan

2. Belum diketahui jelas kalau Covid-19 penyebab anak terpapar penyakit pernapasan
Freepik/Macniak

Namun belum diketahui jelas jika infeksi Covid-19 memengaruhi sistem kekebalan anak sedemikian rupa sehingga mereka terpapar RSV, strep A, flu, dan patogen lainnya.

Direktur divisi penyakit menular anak di Maimonides Medical Center New York, Rabia Agha mengatakan, "Kami belum melihat data apa pun yang mendukung bahwa infeksi Covid sebelumnya menurunkan kekebalan, dan menyebabkan infeksi selanjutnya yang lebih parah dari virus atau bahkan bakteri lain."

Rabia juga mengucapkan tidak berharap melihat dampak jangka panjang pada kesehatan atau kekebalan anak-anak sebagai akibat dari penyakit yang sedang meningkat.

Meski demikian, anak yang mengidap penyakit pernapasan yang parah di usia yang sangat muda mungkin akan mengalami efek penyakit pernapasan berkelanjutan.

3. Penanganan untuk penyakit-penyakit pernapasan

3. Penanganan penyakit-penyakit pernapasan
Pexels.com/Polina Tankilevitch

NHS dan otoritas kesehatan lainnya merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik untuk membantu menghentikan penyebaran virus dan bakteri pernapasan ini.

Mereka juga merekomendasikan untuk tidak berbagi cangkir, handuk, atau barang lain yang berpotensi terkontaminasi oleh infeksi.

Pastikan juga untuk tetap melakukan vaksinasi untuk anak. Ini dapat melindungi mereka dari berbagai macam penyakit, termasuk flu dan banyak penyakit yang sangat menular dan berpotensi berbahaya seperti campak dan polio.

Demikian berita mengenai penyakit pernapasan anak semakin meningkat setelah Covid-19. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Mama dan anak.

Baca juga:

The Latest