Jangan Asal Coba! Minuman Kemasan ini Bahaya untuk Balita!

Yuk, ketahui dulu minuman aneka rasa mana yang cocok untuk si Kecil!

19 Mei 2020

Jangan Asal Coba Minuman Kemasan ini Bahaya Balita
Pixabay/foundry

Setelah memasuki usia balita, Mama tentu sadar bahwa si Kecil sudah memiliki kecenderungan untuk mencicipi berbagai macam makanan ataupun minuman. Tentu, Mama tidak boleh semata-mata menuruti keinginannya tersebut yang didasarkan karena rasa penasarannya. Pasalnya tidak semua jenis makanan dan minuman dapat diterima oleh tubuhnya yang masih berada di tahap awal proses tumbuh kembang.

Seperti dilansir dari situsnewkidscentre.com, para pakar di bidang anak mengungkapkan bahwa anak kecil sudah bisa menerima jenis cairan selain Air Susu Ibu atau ASI. Tentu, air putih menjadi salah satu jenis cairan yang dapat diterima tubuh si Kecil dan bermanfaat untuk mencegah kemungkinan dehidrasi.

Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan jenis-jenis minuman lainnya yang memiliki rasa yang menyegarkan di lidahnya?

Kabar baiknya, Mama dapat menawarkan beberapa minuman dengan aneka rasa tanpa kemungkinan ia akan merasa sakit atau mengalami gangguan lainnya. Dilansir dari situs resmi Cleveland Clinic, ini minuman yang boleh dan tidak baik untuk si Kecil.

1. Susu murni

1. Susu murni
Pixabay/couleur

Sebagaimana si Kecil sudah terbiasa meminum ASI sejak ia masih berusia beberapa bulan, si Kecil pastilah tidak akan mengalami masalah saat minum susu murni.

Pasalnya, susu murni memiliki berbagai kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkannya, seperti protein, vitamin D dan kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Tentu, manfaat positif tersebut dapat terwujud jika Mama memastikan bahwa kadar gula yang dimiliki susu adalah 0 persen atau unsweetened dengan batasan 200-400mL dan tidak memiliki rasa seperti cokelat, stroberi, dan semacamnya.

Hal ini berlaku juga untuk susu kedelai, susu almond, dan susu kacang hijau. Sebaiknya, tanpa gula ya!

2. 100% juice

2. 100% juice
Pixabay/silviarita

Buah memang memiliki banyak kandungan nutrisi, vitamin dan zat-zat penting lainnya. Untuk itu, para ilmuwan yang disebutkan di dalam situs Celeveland Clinic menekankan agar Mama memastikan bahwa minuman dengan buah-buahan atau jus buah tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan lainnya agar manfaat dari buah-buah dapat benar-benar dirasakan oleh si Kecil.

Caranya, cukup campurkan buah segar dengan gula alami dalam jumlah takaran yang secukupnya. Jika Mama mendorong si Kecil untuk mengonsumsinya, tubuhnya akan menyerap kandungan baik dalam buah-buah tersebut.

Editors' Picks

3. Homemade smoothie

3. Homemade smoothie
Pixabay/ponce_photography

Seorang pakar nutrisi untuk Organix bernama Dr. Frankie Philips mengungkapkan bahwa homemade smoothie dapat diberikan pada anak kecil dengan jumlah takaran yang kecil, sekitar 100-120ml.

Menurutnya, hal ini efektif jika Mama mencampurkan pisang, buah-buahan berries, seperti pisang, dengan susu murni.

Mamapun juga dapat sesekali memilih sayur-sayuran sebagai alternatif homemade smoothies yang baik untuknya.

4. Sparkling water with fruit

4. Sparkling water with fruit
Pixabay.com/sponchia

Membiasakan ai Kecil untuk minum air putih memang terkadang menyulitkan karena ia lebih menyukai minuman dengan aneka rasa. Karena itu, Mama dapat memilih cara alternatif dengan memasukkan sedikit potongan buah ke dalam air putih yang akan diminumnya.

Cara ini sangat menarik untuk menciptakan sparkling water khusus untuknya. Dijamin, ia akan sangat menikmatinya dan selangkah demi langkah, Mama dapat mendorongnya untuk minum air putih tanpa potongan jeruk.

Yuk, intip juga cara lain yang bisa membantunya mau minum air putih di sini.

Namun, sebelumnya, Mama juga harus peka terhadap beberapa jenis minuman aneka rasa yang tidak boleh diminum oleh anak saat menjalani proses tumbuh kembangnya yang masih dini.

Selain karena kemungkinan ia akan mengalami kecanduan dan berakibat tidak mau makanan dan minuman yang sehat, minuman-minuman di bawah ini akan memberi efek yang buruk bagi kesehatannya.

5. Sport drinks

5. Sport drinks
Pixabay/stevepb

Jenis minuman sport drinks yang mempromosikan ultimate hyderation disebut oleh seorang pakar di bidang pediatric bernama Sara Seither jelas tidak baik untuk kesehatan fisik anak kecil. Alasannya jumlah kandungan gula pada jenis minuman ini terbilang sangat tinggi melebihi kapasitas anak kecil.

Hal ini tentu akan memicu berbagai gangguan kesehatan termasuk kelebihan berat badan. Selain itu, minuman ini juga memacu seseorang untuk bersemangat lebih tinggi, di mana hal ini dapat memaksa keadaan otak si Kecil yang masih dalam proses yang alami.

6. Soft drinks

6. Soft drinks
Pixabay/markusspiske

Mendengar namanya saja, Mama tentu sudah tahu jelas kalau soft drinks atau minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan tubuh fisik seseorang, secara khusus anak kecil. Pasalnya, jenis minuman ini memiliki banyak kandungan zat yang negatif untuk tubuh.

Salah satunya, soft drinks nyatanya memiliki jumlah gula yang sangat berlebihan, yaitu 36 gram atau 4 sendok teh penuh.

Selain itu, jumlah kalori pun juga sama-sama berlebihan sebanyak 160 kalori. Ditambah lagi, soft drinks juga mengandung kafein yang sama sekali tidak boleh masuk ke dalam tubuh anak karena memiliki efek yang sama seperti yang dihasilkan oleh energy drinks atau sport drinks.

Hasilnya, jika si Kecil mengonsumsi soft drinks, Sara Seither memastikan ia akan berpotensi mengalami kerusakan gigi, obesitas, dan diabetes tipe 2.

7.  Jus Kaleng

7.  Jus Kaleng
Pixabay/thedigitalartist

Mari bicara mengenai buah-buahan yang memang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh si Kecil.

Meski begitu, Mama harus ingat bahwa minuman dengan buah-buahan atau jus buah yang baik untuknya haruslah murni dan tidak tercampur oleh zat lain sehingga jus kaleng yang biasa dijual di supermarket tidaklah baik.

Nah, sekarang, Mama sudah tahu minuman aneka rasa mana yang boleh dan tidak boleh untuknya. Meski begitu, Mama disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan minuman aneka rasa padanya, agar tahu kondisi kesehatan terkininya, seperti apakah ia alergi pada jenis buah tertentu dan zat tertentu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.