TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

10 Cara Membuat Anak Memiliki Sikap Sopan dan Santun, Yuk Dibiasakan!

Ajarkan si Kecil sedari dini supaya memiliki sikap sopan dan santun, yuk!

14 Juli 2021

10 Cara Membuat Anak Memiliki Sikap Sopan Santun, Yuk Dibiasakan
Freepik/Cookie_studio

Salah satu kiat pemerintah dalam menumbuhkan kembali budi pekerti anak-anak bangsa Indonesia adalah dengan menerapkan pendidikan berkarakter. Hal ini dilakukan karena dewasa ini, semakin sedikit dari mereka yang paham berperilaku baik, pun memiliki sikap sopan dan santun.

Mengapa ini perlu diajarkan? Sebab, sikap sopan dan santun sejatinya tidak muncul sendiri. Anak harus senantiasa dilatih agar memilikinya. Lantas, bagaimana cara supaya si Kecil punya sikap sopan dan santun?

Mari langsung saja simak informasi dari Popmama.com tentang cara membuat anak memiliki sikap sopan dan santun. Baca sampai habis ya, Ma!

1. Mengajarkan sikap sopan dan santun harus dimulai dari rumah dulu

1. Mengajarkan sikap sopan santun harus dimulai dari rumah dulu
Freepik/tirachardz

Mama perlu ingat bahwa ada banyak hal yang tidak diajarkan ketika anak sekolah nanti. Salah satunya adalah sikap sopan dan santun tersebut. Oleh karena itu, ajarkan anak untuk menanamkan perilaku baik sejak dini dari rumah.

Sebagai contoh, Mama bisa mengajarkan si Kecil tentang cara mengucapkan salam yang baik, etika di meja makan, etika bertamu, dan lain sebagainya.

Apabila sudah dilatih sejak dini, niscaya dirinya tidak akan merasa kesulitan ketika berinteraksi dengan teman sebaya dan orang yang lebih tua darinya.

2. Mama harus menjadi contoh yang baik buat anak

2. Mama harus menjadi contoh baik buat anak
Freepik/pvproductions

Nah, karena harus melatih anak dari rumah, Mama juga perlu menanamkan sikap sopan dan santun dalam diri, lho. Anak tidak akan tahu bagaimana bersikap sopan dan santun jika Mama sendiri tidak pernah menunjukkannya.

Dalam hal ini, pembelajaran bagi si Kecil sebaiknya langsung berupa aksi ketimbang omongan semata. Misalnya ketika pergi ke minimarket dengan anak, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada kasir.

Lewat aksi nyata tersebut, si Kecil nantinya akan belajar untuk melakukan hal serupa setelah seseorang membantunya. Mengapa sedemikian? Sebab, anak adalah peniru yang ulung lho, Ma sehingga penting sekali untuk menjadi contoh yang baik buat mereka.

3. Tanamkan 3 kata emas tentang sopan dan santun kepada si Kecil

3. Tanamkan 3 kata emas tentang sopan santun kepada si Kecil
Freepik/Gpointstudio

Yang dimaksud dengan 3 kata emas di sini adalah ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’. Hal ini karena banyak anak zaman sekarang yang kerap kali lupa mengucapkannya. Padahal, ketiga ucapan dasar tersebut menunjukkan rasa respect (menghargai) terhadap lawan bicara lho, Ma.

Jadi, ajak si Kecil untuk mengatakan ‘terima kasih’ setelah ditolong atau diberi sesuatu; ‘maaf’ sewaktu dirinya membuat kesalahan; dan ‘tolong’ ketika meminta bantuan orang lain.

Tidak hanya anak saja sebenarnya, Mama juga perlu membiasakan diri mengucapkan tiga kata emas tersebut, ya!

4. Koreksi anak dengan baik apabila dirinya melakukan kesalahan

4. Koreksi anak baik apabila diri melakukan kesalahan
Pexels/August de Richelieu

Mengoreksi perilaku anak adalah sebuah keharusan untuk memupuk sikap sopan dan santunnya. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang wajib Mama perhatikan.

Ketika anak melakukan kesalahan, Mama harus menasihatinya saat itu juga. Hal ini supaya hal buruk tersebut tidak menjadi sebuah kebiasan.

Namun, Mama tidak boleh memaki, ya. Karena, hal tersebut bisa membuatnya menjadi penakut lantaran takut dimarahi jika berbuat kesalahan.

Sebaiknya, selalu gunakan nada yang rendah dan lembut. Bagaimana pun juga, si Kecil tidak tahu dirinya salah sehingga sepatutnya dikoreksi, bukan dimarahi.

Hal serupa juga berlaku ketika anak melakukan kesalahan di tempat umum. Alih-alih memarahinya di depan orang banyak, Mama bisa mengoreksi perilakunya secara lembut atau mengajaknya ke tempat yang lebih sunyi.

Editors' Picks

5. Beri pujian ketika si Kecil mampu melakukan sikap sopan dan santun

5. Beri pujian ketika si Kecil mampu melakukan sikap sopan santun
Freepik/Prostooleh

Mama pastinya merasa kesal kalau hanya dikoreksi saja, kan? Begitu juga dengan si Kecil, Ma. Apabila dirinya telah berusaha menunjukkan sikap sopan dan santun, tidak ada salahnya untuk memberikannya sebuah reward (penghargaan) berupa pujian.

Di samping bisa menumbuhkan semangat di hatinya untuk terus berperilaku baik, si Kecil juga merasa diperhatikan apabila diberi pujian. Sebab, tidak sedikit anak yang sengaja menjadi nakal agar orangtua memberikannya perhatian.

Apresiasi berupa pujian terhadap sikap sopan dan santunnya pun juga tidak boleh berlebihan ya, Ma; harus sesuai takaran!

6. Ajarkan anak sembari bermain seni peran

6. Ajarkan anak sembari bermain seni peran
Freepik/Lookstudio

Anak-anak umumnya sangat cepat bosan. Terlebih lagi, ketika dirinya yang baru tahu bermain dipaksa untuk mempelajari sesuatu.

Nah, daripada sekadar mengajarkannya teori dan penjelasan, coba untuk mengajak anak untuk bermain dalam sebuah seni peran.

Salah satu skenario yang bisa dimainkan adalah dengan menjadi pembeli dan penjual di pasar. Dengan ini, anak akan lebih mudah mengingat konsep sopan dan santun, begitu juga dengan 3 kata emas yang telah dibahas sebelumnya.

7. Sikap sopan dan santun juga bisa dipupuk lewat cerita

7. Sikap sopan santun juga bisa dipupuk lewat cerita
Freepik

Bukan hanya lewat lakon dadakan, Mama bisa melatih sikap sopan dan santun si Kecil lewat cerita atau dongeng. Ada banyak sekali dongeng anak yang bisa Mama bacakan untuknya.

Usahakan untuk memilih buku yang memiliki gambar. Dengan itu, anak terhibur sekaligus menyerap amanat dan nilai-nilai sopan santun.

8. Tanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak

8. Tanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak
Freepik/rawpixel-com

Pendidikan agama tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga secara horizontal dengan sesama manusia.

Misalnya, anak bisa belajar adab yang benar ketika bertamu, yakni membiasakan diri untuk mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah orang–dan adab-adab lainnya.

9. Jangan lupa untuk memberitahu manfaat dari sikap sopan dan santun kepada si Kecil

9. Jangan lupa memberitahu manfaat dari sikap sopan santun kepada si Kecil
Freepik/Karlyukav

Anak mama mungkin enggan untuk beretika baik karena tidak mengerti mengapa ia harus bersikap begitu. Itu sebabnya, penting bagi Mama untuk menjelaskan manfaat dan keutamaan apabila dirinya memiliki sikap sopan dan santun.

Salah satu manfaat yang boleh Mama beritahukan ialah bahwa si Kecil kelak akan memiliki banyak teman dan disayangi oleh semua orang.

10. Konsisten dalam melatih dan mengingatkan anak agar tetap menjaga sikap sopan dan santun

10. Konsisten dalam melatih mengingatkan anak agar tetap menjaga sikap sopan santun
Freepik/tirachardz

Mama tidak bisa berharap si Kecil akan langsung berperilaku baik hanya dalam semalam. Proses belajar tersebut tidak mustahil memakan waktu yang cukup lama.

Tidak jarang juga anak malah lupa dengan pelajaran sopan santunnya. Sebagai contoh, apabila anak lupa mengucapkan terima kasih, Mama bisa mengingatkannya secara lembut.

Memang penat, namun Mama tetap harus gigih dan konsisten dalam melatihnya. Niscaya, anak mama akan tumbuh menjadi individu yang baik di masa depan.

Itulah beberapa cara membuat anak memiliki sopan santun yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bimbing dan damping terus si Kecil serta jangan patah semangat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk