Memperkenalkan Hasil Campuran Warna ke Anak Balita. Coba Yuk, Ma!

Ajarkan anak mencampuran warna sejak dini yuk!

13 Oktober 2020

Memperkenalkan Hasil Campuran Warna ke Anak Balita. Coba Yuk, Ma
Freepik

Tak hanya belajar huruf dan angka, belajar mengenai warna juga penting diajarkan pada anak sejak dini. Belaja warna erat kaitannya dengan perkembangan penglihatan anak. 

Penelitian menyebutkan, anak usia 18 bulan ternyata sudah bisa membedakan warna, Ma. Namun pada usia 3 tahun ke atas barulah si Kecil mulai benar-benar menguasai warna yang ada.

Tak hanya warna-warna dasar saja, Ma. Anak usia 4 tahun ke atas biasanya sudah mulai bertanya perihal warna-warna lain yang didapat dari hasil percampuran warna dasar yang ada. Misalnya saja warna biru yang dicampur dengan kuning akan menghasilkan warna hijau.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, yuk simak informasi yang sudah Popmama.com siapkan untuk diajarkan pada si Kecil dalam mengetahui hasil pencampuran warna. Disimak yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Ajarkan konsep sederhana perihal warna

1. Ajarkan konsep sederhana perihal warna
Unsplash/Alex Jackman

Hal utama sebelum memperkenalkan anak pencampuran warna, terlebih dahulu Mama harus mengenalkan konsep perihal warna itu sendiri. Terdapat warna-warna dasar dari sejumlah warna yang tersedia. Diantaranya adalah:

  • Warna primer yaitu merah, biru, kuning.
  • Warna sekunder yaitu hijau, ungu, jingga atau oranye.
  • Warna tersier yaitu aquamarine, chartreuse, marigold, vermilion, magenta, violet.
  • warna pigmen yaitu azure, violet, fuchsia, jingga, chartreuse, aquamarine.

2. Rumus sederhana dan hasil pencampuran warna

2. Rumus sederhana hasil pencampuran warna
SAKO Architects

Setelah mengetahui konsep dasar warna di atas, selanjutnya Mama bisa mengajarkan rumus pencampuran warna pada si Kecil. Rumus sederhananya adalah, dua warna primer yang digabungkan akan menjadi warna sekunder. 

Kemudian campuran warna sekunder dan primer akan menghasilkan warna tertier. Sedangkan warna pigmen merupakan pengembangan lebih jauh dari warna-warna tresier ke arah warna-warna cahaya.

Untuk mengetahui hasil warna dari teknik pencampuran tersebut, berikut adalah campuran warna yang bisa Mama beri tahu anak:

  • Campuran warna biru dengan kuning akan menghasilkan warna hijau.
  • Campuran warna biru dengan merah akan menghasilkan warna ungu.
  • Campuran warna kuning dengan merah akan menghasilkan warna jingga atau oranye.
  • Campuran warna merah dengan hijau akan menghasilkan warna kuning.
  • Campuran warna merah dengan biru akan menghasilkan warna magenta.
  • Campuran warna hijau dengan biru akan menghasilkan warna cyan.

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum anak mencampurkan warna

3. Hal-hal perlu diperhatikan sebelum anak mencampurkan warna
Freepik/Racool_studio

Setelah mengetahui hasil warna dari proses pencampuran tadi, langkah selanjutnya adalah memerhatikan berbagai hal sebelum mengajarkan anak melakukannya. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Menggunakan bahan campuran warna yang aman bagi anak. Mama bisa menggunakan bahan pewarna alami. Misalnya untuk warna kuning, Mama bisa menggunakan kunyit sebagai bahan yang akan digunakan.
  • Menggunakan ragam media, tak hanya kertas saja, Ma. Mama juga bisa menggunakan tepung atau clay yang bisa berguna untuk melatih motorik anak.
  • Berikan bahan warna secukupnya agar lebih efisien dan tidak terbuang-buang.
  • Jadikan kegiatan mencampurkan warna lebih menyenangkan dengan kegiatan menggambar, mewarnai, serta mencoreng dengan menggunakan media campuran warna yang telah dihasilkan anak.
  • Perlu dingat bahwa ini adalah kegiatan bermain yang juga melibatkan proses belajar bagi anak. Jadi jangan lupa untuk memberikan motivasi dan pujian pada si Kecil yang telah berhasil menyelesaikan pewarnaan sesuai petunjuk yang Mama berikan.

Nah, itu dia informasi yang bisa Mama ketahui dalam proses mengenalkan pencampuran warna pada anak balita. Agar kegiatan di rumah saja lebih menyenangkan, coba ajarkan kegiatan ini yuk, Ma!

Semoga infromasinya dapat bermanfaat ya, Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.