5 Tips Mencegah Anak Tunggal Menjadi Pribadi yang Manja

Nggak harus selalu dituruti, cobalah ajak anak untuk belajar mandiri

23 November 2021

5 Tips Mencegah Anak Tunggal Menjadi Pribadi Manja
Pexels/Agung Pandit Wiguna

Memiliki anak tunggal seringkali dikaitkan dengan sosok anak yang manja dan selalu mendapat perhatian lebih dari orangtuanya. Hal ini karena setiap kemauan yang dinginkan, orangtua pasti akan berusaha mewujudkannya.

Padahal, cara seperti itu tidak benar. Justru selalu menuruti semua keinginan anak, nantinya membuatnya anak tidak mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

Jika Mama dan Papa terus menerus bersikap lunak pada anak, maka nantinya ini akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja dan egosi. Sebagai bentuk pencegahan sejak dini, berikut Popmama.com telah merangkum tips mencegah anak tunggal jadi pribadi yang manja.

Simak sampai akhir ya, Ma, Pa!

1. Beri tahu anggapan negatif terhadap anak tunggal

1. Beri tahu anggapan negatif terhadap anak tunggal
Freepik/shurkin_son

Bukannya mau menakuti anak, tetapi memberi tahu anggapan-anggapan negatif terkait anak tunggal bisa Mama lakukan untuk mencegah tunggal menjadi pribadi yang manja dan selalu bergantung.

Cara ini akan membuat anak merasa tertekan dan merasa buruk ketika mengetahui bahwa takdirnya sebagai anak tunggal. Melalui cara ini, Mama dan Papa bermaksud mengajak anak untuk bekerja sama dalam mematahkan angapan negatif tersebut.

Jika sudah begini, bukan tidak mungkin anak akan merasa tertantang dan berusaha menjadi pribadi yang mandiri dan tidak egois. Yuk, coba ajak anak untuk kerja sama mematahkan anggapan anak tunggal adalah anak yang manja.

Editors' Picks

2. Selektif dalam memenuhi permintaannya

2. Selektif dalam memenuhi permintaannya
Pexels/Gustavo Fring

Menjadi orangtua dengan satu anak memang sering kali memiliki banyak keuntungan. Salah satunya pengeluaran yang menjadi lebih terbatas. Namun tanpa disadari, orangtua seringkali lebih mudah memenuhi permintaan anak dan memberinya perhatian.

Hal ini boleh-boleh saja kok, Ma. Tetapi jangan sampai lengah ya! Memenuhi atau menolak permintaan anak tetap perlu dilakukan dengan pertimbangan seberapa penting dan wajar yang anak pinta. 

Meski Mama dan Papa mampu memberikan apa yang anak inginkan, namun jika kurang penting dan tidak baik untuk anak, maka sebaiknya jangan turuti keinginannya itu. Misalnya saja ketika anak terus menerus meminta mainan baru.

Bukan tak sayang dan tak mau menuruti, tetapi orangtua juga perlu memberikan pengertian pada anak bahwa mainannya sudah banyak sekali. Membeli mainan terus menerus sama saja mengajarkan pemborosan pada anak, jadi cobalah jadi orangtua yang selektif dalam memenuhi permintaan anak ya!

3. Dorong anak untuk bergaul dengan teman sebaya

3. Dorong anak bergaul teman sebaya
Freepik/jcomp

Anak tunggal memang sering kali bersikap manja karena mereka selalu bergantung pada orangtuanya, padalah mereka juga punya kehidupan sosial lain dengan teman sebayanya kok.

Untuk itu, sejak kecil Mama perlu membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-teman seusianya. Cara ini bisa dimulai dengan mengenalkannya pada saudara mereka yang sedang menginap atau bermain, serta anak-anak tetanga sekitar rumah.

Bila anak tak dibiaskan sejak dini untuk bergaul, maka nantinya anak hanya akan mau bermain dengan orangtua atau orang dewasa yang ada di sekitarnya saja. Jadi, biarkan anak menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain bersama teman sebayanya ya, Ma

4. Mengajarinya berbagi sejak kecil

4. Mengajari berbagi sejak kecil
Freepik
Freepik

Berbagi dengan sesama juga bisa menjadi cara lainnya dalam mencegah anak tunggal tumbuh menjadi pribadi yang manja. Mengapa demikian? Sebab nantinya anak akan belajar untuk menggunakan sebagian rezekinya kepada orang yang lebih membutuhkan.

Cara mudahnya, Mama bisa mengajak anak untuk memberikan kado untuk saudara atau temannya, atau mengajak berdonasi untuk teman-temannya di panti asuhan. Nggak langsung memberikan, ajaklah anak untuk menggunakan sebagian uang yang ia tabung dari celengannya. 

Melalui cara ini, anak nantinya bisa memahami bahwa berbagi berarti memberikan sebagian dari yang dimilikinya. Bukan sekadar membantu Mama dan Papa menyiapkan kado atau paket sembako untuk panti asuhan, tetapi ia turut andil dalam memberikan bantuan.

Meski usia anak mama masih terlalu dini, nggak ada salahnya lho mengajari berbagi sejak dini. Nantinya ini akan terserap pada anak untuk bekalnya di masa depan. 

5. Jujur saat bermain dengan anak

5. Jujur saat bermain anak
Freepik/aaalll3110

Meski Mama dan Papa sudah berusaha mendorong anak bermain dengan teman sebayanya, namun pasti anak tetap banyak meluangkan waktu untuk bermain dengan orangtuanya saja. Terlebih di era pandemi seperti sekarang ini.

Berbeda ketika anak bermain dengan temannya, orangtua biasanya akan banyak mengalah demi kebahagiaan anak. Padahal, sikap seperti ini justru akan membuatnya tidak akan belajar tentang sikap sportif.

Untuk itu, cobalah untuk bersikap jujur saat bermain dengan anak.

Baik ketika Mama kalah atau menang, biarkan anak mengetahuinya. Jangan terlalu berlebihan dalam merayakan kemenangannya, apalagi mengolok-olok kekalahan anak. Jadilah orangtua yang bisa mengapresiasi usaha anak dan ajak anak untuk mencoba lagi dari kegagalannya.

Itu dia 5 tips mencegah anak tunggal jadi pribadi yang manja. Meski kendalanya sering kali pada Mama dan Papa yang tidak tega membiarkan anak semata wayang, namun ingatlah bahwa cara ini akan berguna bagi kehidupan mereka dewasa nanti, Ma, Pa.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.