7 Pelajaran Hidup dari Membesarkan Anak dengan Down Syndrome

Percayalah banyak hal yang bisa didapatkan dari mereka

10 Januari 2019

7 Pelajaran Hidup dari Membesarkan Anak Down Syndrome
squarespace.com

Sebagai orangtua, kehadiran anak menjadi sesuatu yang begitu dinantikan. Ketika anak lahir ke dunia, apapun jenis kelaminnya dan bagaimanapun bentuknya, kita harus tetap bersyukur termasuk ketika mengetahui anak terlahir dengan down syndrome.

Hal ini juga dirasakan oleh Deanna Smith, seorang Mama yang memiliki anak bernama Addison (4) yang terlahir dengan down syndrome.

Mantan guru musik dari sekolah menengah ini menuliskan kisahnya menjadi Mama ketika membesarkan anak dengan down syndrome dalam blog pribadinya, Everything and Nothing from Essex.

Dilansir dari laman Parents, pada tulisan dari blognya ia mengenang kejadian saat menerima panggilan telepon dan mendengar bahwa bayinya memiliki down syndrome. Mendengar kabar tersebut, ia seketika merosot di sofa, air matanya meluap, dan merasa dunianya mendadak meledak.

“Setelah menerima diagnosis prenatal putri saya, saya merasakan rasa putus asa yang menghancurkan jiwa. Putus asa memikirkan seperti apa kehidupan anak perempuan saya. Ketidakberpihakan untuk diagnosis yang dimaksudkan untuk saya sebagai orangtua. Keputusasaan akan betapa berbedanya keluarga kami akan terlihat dari apa yang saya bayangkan untuk kami. Hidup saya terasa berubah akibat panggilan itu,” katanya.

Deanna Smith mengatakan, kini saat melihat kembali masa-masa itu, ia ingin mengganti kecemasan, duka, dan kemarahan dengan emosi yang berbeda dengan perasaan penuh harapan.

“Saat itu, banyak hal yang saya tak tahu. Pada hari itu, saya memiliki stereotip tentang down syndrome. Pikir saya, anak dengan down syndrome akan memiliki kehidupan tanpa potensi dan kehidupan yang dihabiskan di sudut tanpa waktu untuk berpikir. Pandangan yang tidak berdasar tentang down syndrome ini menciptakan realitas keputusasaan dan kesedihan yang dibayangkan. Kenyataannya, apa yang saya pikirkan semuanya salah,” katanya.

Perempuan yang kini memutuskan menjadi ibu rumah tangga ini ini ingin sekali kembali pada masa lalu dan menghidupkan kembali momen itu. “Saya akan memanfaatkan kesempatan untuk mengatakan kepada diri saya sendiri, tujuh hal yang telah saya pelajari sejak saya mendapatkan kabar bahwa anak saya memiliki down syndrome, yaitu”

1. Anak kamu adalah anugerah paling berharga

1. Anak kamu adalah anugerah paling berharga
Instagram.com/eanfe

Saat melahirkan, kamu tidak melahirkan bayi "Down Syndrome". Kamu melahirkan anak, seorang individu unik yang akan memiliki kemiripan dengan kamu dan keluarga kamu di samping beberapa fitur serupa dengan orang lain yang memiliki down syndrome.

“Sungguh menakjubkan ketika kedua anak saya mirip satu sama lain meskipun salah satunya memiliki down syndrome dan yang lainnya tidak. Kamu tidak perlu memiliki perhatian khusus dengan down syndrome untuk mencintai anakmu. Fokuslah pada kehidupan dari anakmu, bukan label yang ia miliki,” tutur Deanna Smith.

2. Anakmu akan tetap mengalami perkembangan sesuai usianya

2. Anakmu akan tetap mengalami perkembangan sesuai usianya
Instagram.com/eanfe

Jika kamu memiliki saudara kandung atau teman yang memiliki bayi tepat di waktu yang sama dengan kamu, kamu mungkin merasa terperangkap dari berbagai perbandingan.

Mama yang memiliki anak dengan down syndrome akan terus memikirkan apakah anaknya akan berkembang seperti bayi orang lain pada umumnya.

Jangan bandingkan bayimu dengan bayi yang biasanya berkembang. Sebagai gantinya, mulailah mencantumkan hal-hal yang telah dicapai bayimu.

“Saya tak pernah mengurangi daftar pertumbuhan anak saya yang memiliki down syndrome, dia tetap anak yang manis. Pertumbuhannya memang mungkin lebih memakan waktu yang sedikit lebih lama, tapi kapan akhirnya terjadi? Saat waktu itu terjadi yakinlah bahwa perayaan ini jauh lebih menyenangkan.”

3. Ada banyak dukungan dan bantuan yang tersedia

3. Ada banyak dukungan bantuan tersedia
Instagram.com/eanfe

Selalu ada dukungan untuk orangtua dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus. Misalnya, kamu dapat mendaftarkan bayimu dalam program Early Intervention (EI) di negaramu sejak usia 6 minggu.

Seperti dijelaskan pada buku berjudul Babies with Down Syndrome: A New Parents' Guide yang ditulis oleh Susan Skallerup, "mengintervensi awal kehidupan seorang anak untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan. Banyak profesional yang berbeda terlibat dalam menyediakan layanan EI, termasuk spesialis. Dalam keterampilan motorik, bahasa dan komunikasi, perolehan pembelajaran, dan pengembangan sosial-emosional. "

Saat itu, anak kamu akan mulai terapi untuk membantu mencapai pertumbuhan lebih cepat dan benar. Ini akan menentukan jalur yang baik untuk pembelajaran di masa depan.

Editors' Picks

4. Ada banyak keindahan dari down syndrome

4. Ada banyak keindahan dari down syndrome
Instagram.com/eanfe

“Seringkali kecantikan putri saya menarik napas saya: Mata berkilau berbentuk almond dengan warna yang sama dengan ayahnya, senyum menawan yang sering menyebabkan tawa begitu menular sehingga hati yang paling keras akan mencair sebagai tanggapannya, tangan kecil yang cepat mencari kenakalan dan kemudian masuk untuk pengampunan, celah lucu antara jari-jari kakinya yang sangat cocok untuk memakai sandal. Biarkan kenyataan stereotipmu runtuh dan benar-benar mengenal orang yang tersembunyi di bawah label ‘down synrome’.”

5. Anakmu akan mengalami berbagai emosi

5. Anakmu akan mengalami berbagai emosi
Instagram.com/eanfe

Deanna Smith mengatakan kamu mungkin mendengar seseorang mengatakan bahwa anak kamu akan "selalu bahagia," yang bisa membuat anak tampak berbeda.

Tapi kenyataannya, anakmu akan menampilkan semua jenis mood, - senang, sedih, konyol, marah, cengeng, histeris, senang – perasaan ini sama seperti orang lain.

6. Frustrasi bisa menjadi alasan bagus untuk berkreasi dengan banyak pelajaran baru

6. Frustrasi bisa menjadi alasan bagus berkreasi banyak pelajaran baru
Instagram.com/eanfe

Kadang orangtua dengan anak yang down syndrome akan mulai frustasi ketika membesarkan anak berkebutuhan khusus. 

Pada sebuah penjelasan Deanna Smith mengatakan rangkul rasa frustrasi unik yang mungkin akan dihadapi dan sadari bahwa setiap anak belajar dengan cara berbeda.

Misalnya, jika anakmu mengalami kesulitan berkomunikasi secara lisan, ajarkan bahasa isyarat dan kamu juga perlu belajar bahasa tersebut agar komunikasimu semakin baik dengan anakmu.

Sebuah kutipan di situs Signing Time, sebuah DVD seri mengatakan: "Bahasa isyarat adalah alat luar biasa yang memungkinkan menerjemahkan bahasa sekecil apapun. Bahasa ini akan mengekspresikan diri mereka sendiri.”

7. Down syndrome bukanlah akhir dari segalanya

7. Down syndrome bukanlah akhir dari segalanya
Instagram.com/eanfe

Berita mengenai down syndrome di media yang ditayangkan secara terus menerus dapat membuat  banyak ibu khawatir dengan keadaan anaknya.

Diagnosis mengenai keadaan anaknya yang down syndrome memang sempat membuat Deanna Smith mengalami hari-hari buruk dan  ia meraasa tidak memiliki apa-apa. Sewaktu-waktu ia tertawa kembali menenangkan dirinya, diwaktu lainnya ia menangis lagi mengingat kekhawatiran yang akan muncul.

“Ingatlah, kamu akan menikmati banyak hal dengan anak yang tidak ada hubungannya dengan kromosom, terapi, janji dokter. Hari-hari ini, membuat saya kagum pada betapa banyak harapan yang saya memiliki - berharap masa depan Addison. Saya melihat semangatnya untuk menikmati hidup dengan caranya sendiri, dan kemampuannya untuk mencapai apapun yang dia pikirkan. Diagnosisnya telah memberi saya perspektif, membuat saya memiliki cara untuk mencintai, dan apresiasi yang lebih dalam untuk hal-hal kecil.” Ungkap Deanna Smith.

Well, bagi Mama yang memiliki anak dengan down syndrome janganlah putus asa. Mama adalah orang paling utama yang menjadi semangat anak mama untuk hidup lebih baik. Jika Mama tak bersemangat membesarkanya, ia akan patah hatinya.

Jadikanlah mereka bunga yang sama dengan bunga yang lain. Tetap tumbuh sesuai seperti yang diinginkan oleh alam. You can do it, Moms!

Baca juga: Hal Ini Bisa Meningkatkan Risiko Mengandung Bayi Down Syndrome