7 Cara Mengatasi Disleksia pada Anak

Tak perlu bingung, ada berbagai macam cara mengatasi anak disleksia kok Ma

14 Agustus 2018

7 Cara Mengatasi Disleksia Anak
Pixabay/Stocksnap

Memiliki anak yang dengan disleksia memang harus ekstra sabar Ma. Sebab, anak yang menyandang disleksia terbilang memiliki gangguan proses belajar sehingga menghadapi kesulitan dalam membaca, mengeja ataupun  menulis.

Jika anak mama disleksia, maka kemungkinan anak mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata dengan baik akan terjadi sehingga perlu untuk mengajarinya lebih dalam mengenai kata per kata dibandingkan anak biasanya.

Berikut ini beberapa cara mengatasi anak disleksia yang mungkin bisa Mama lakukan:

1. Ajarkan membaca sejak kecil

1. Ajarkan membaca sejak kecil
Pixabay/2081671

Tak hanya pada disleksia saja, Mama juga disarankan untuk membacakan buku cerita kepada anak sejak usia 6 bulan.

Saat anak sudah beranjak lebih besar, ajak anak untuk membaca buku cerita tersebut bersama-sama meskipun ia masih harus tertatih dalam membacanya.

Baca juga: Membuat Si Kecil Senang Membaca? Nggak Sulit kok, Ma!

2. Baca dan baca

2. Baca baca
Pixabay/Stocksnap

Mama memang harus banyak meluangkan waktu untuk membacakan cerita kepada si Kecil.

Memang ini akan terasa menjenuhkan jika harus membaca cerita yang sama secara berulang, namun Mama harus tahu, cara tersebut justru dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mencerna dan memahami cerita.

Anak juga bisa menjadi lebih “akrab” dengan tulisan dan cerita yang dibacakan.

Editors' Picks

3. Ajarkan secara mendetail

3. Ajarkan secara mendetail
Freepik

Mama juga harus mengajarkan kata demi kata secara mendetail dan bacakan dengan keras dan jelas agar anak bisa lebih memahaminya.

Saat mengajarkan kata “kelinci” pada anak, bacakan dengan suara yang jelas dan keras lalu kemudian minta anak untuk mengeja huruf yang membentuk kata tersebut.

Bimbing secara perlahan agar anak tidak merasa begitu kesulitan. Jika anak sudah bisa mengeja, tanyakan kepadanya huruf apa yang mengawalinya, huruf terakhir pada kata tersebut, dan huruf apa saja yang digunakan untuk menyusun kata tersebut.

Mama harus sabar ya dalam mengajari hal ini.

4. Gunakan balok huruf

4. Gunakan balok huruf
Freepik/Chandara Tubchand

Menggunakan balok huruf sebagai media belajar juga bisa Ma. Mama bisa meminta si Kecil untuk menyusun sebuah kata dengan balok huruf berwarna warni guna membantu si Kecil untuk menghubungkan suara dengan huruf.

Saat mereka sedang berusaha menyusun kata, ajak si Kecil untuk mengeja huruf-huruf tersebut lalu katakan kata tersebut seutuhnya dengan jelas.

Ulangi dengan sabar ya Ma dan jangan paksakan anak ketika sudah bosan.

Baca juga: 7 Cara Efektif dalam Mengenalkan Alfabet pada Si Kecil

5. Jadikan kegiatan membaca menyenangkan

5. Jadikan kegiatan membaca menyenangkan
Pexels/Pixabay

Agar si Kecil tetap semangat untuk mebaca, buatlah kegiatan membaca menjadi hal yang menyenangkan Ma.

Tak harus membaca di rumah, Mama bisa mengajaknya membaca di taman ataupun membiarkan si Kecil memilih sendiri buku bacaan yang disukainya. Dengan begitu, ia akan lebih bersemangat.

6. Bangun percaya diri si Kecil

6. Bangun percaya diri si Kecil
Pixabay/Kaenie

Untuk mendukung kepercayaan diri si Kecil, Mama bisa menceritakan tokoh-tokoh besar seperti Einstein, Leonardo Da Vinci dan juga Tom Cruise yang juga menderita diseleksia.

Ceritakan kepada mereka bahwa diseleksia tidak menghalangi para tokoh tersebut untuk meraih kesuksesan dibidangnya.

Nah, agar anak lebih percaya diri dan semangat, berikan pujian dan reward setiap kemajuan belajar diperolehnya.

Jika anak Mama sudah sekolah, jangan lupa untuk memberi tahu guru sekolahnya bahwa anak Mama menderita disleksia.

Dengan membicarakan kondisi ini kepada guru, guru jadi paham bagaimana cara membantu dan memahami si Kecil dalam memahami pelajaran yang diberikan.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.