Jenis Pelajaran yang Akan Diterima Anak di PAUD

Ini dia 5 pelajaran anak PAUD yang wajib Mama ketahui!

18 Maret 2019

Jenis Pelajaran Akan Diterima Anak PAUD
spirit1059.com

Pendidikan anak usia dini (PAUD) amatlah penting sebagai dasar perkembangan anak. Sebelum ia memasuki jenjang Taman Kanak-kanak (TK), pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah (preschool atau kelompok bermain), namun orangtua juga harus berperan aktif dalam mendidik dan memantau perkembangannya.

Walaupun anak usia dini, yakni sekitar usia 2-5 tahun lebih suka belajar dengan cara bermain, namun tetap saja ada beberapa konsep utama yang perlu diajarkan kepada anak sesuai dengan usia perkembangannya.

Lalu, apa sajakah yang dipelajari anak PAUD di sekolahnya?

Apa Mama juga bisa mengajarkannya di rumah?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa informasi pentingnya dari laman Parents.

1. Huruf dan bunyi

1. Huruf bunyi
Pexels/Pixabay

Di sekolah, anak usia dini belajar mengenal 26 huruf dimulai dari huruf besar (kapital) lalu huruf kecil. Ia juga belajar mengenali tulisan namanya sendiri dan nama sederhana lain, contohnya ‘Mama dan Papa’.

Di samping itu, ia juga akan belajar untuk menghubungkan antara huruf dan bunyi.

Lalu apa yang dapat Mama ajarkan di rumah?

Untuk mengajarkannya di rumah, orangtua dapat bermain bersama anak usia dini menggunakan huruf dari magnet kulkas dengan cara menebak huruf apakah itu dan menyusunnya menjadi suatu kata sederhana.

Selain itu, Mama juga dapat bermain dengan menunjukkan huruf pertama di kotak susu atau biskuit dan bertanya padanya huruf depan apa yang tertulis di situ.

Terakhir, orangtua dapat menstimulasi anak usia dini dengan mengajaknya berbicara, membacakan dongeng serta bernyanyi lagu anak-anak.

Editors' Picks

2. Warna, bentuk, objek

2. Warna, bentuk, objek
Pixabay.com

Di sekolahnya, anak usia dini akan diperkenalkan dengan nama warna (merah, biru, kuning, dan lain-lain), bentuk (bulat, segi tiga, persegi, dan lain-lain), serta objek (seperti bagian tubuh yakni, tangan, kaki, mata, dan lain-lain).

Nah, saat di rumah, orangtua dapat mengajukan pertanyaan seputar benda yang ada di sekitar anak, seperti “Apa ini? Apa warnanya? Apa bentuknya?”.

Selain itu orangtua juga dapat bermain “Di manakah aku?” bersama anak dengan menanyakan dan menunjuk “Di mana hidungmu? Di mana tanganmu?” untuk mengajarkannya mengenal anggota tubuh secara tidak langsung.

3. Angka dan berhitung

3. Angka berhitung
Pixabay/alicja

Di sekolah, anak usia dini juga akan belajar untuk mengenal angka dari 1 hingga 10 dan menghitung objek. Sedangkan di rumah, orantua dapat bertanya pada anak mengenai angka yang tertulis di kalender, buku dan sebagainya.

Mengajak anak untuk menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya juga bisa menjadi pilihan, seperti menghitung mainan mobil-mobilan atau boneka kesayangan anak.

4. Menggunting dan menggambar

4. Menggunting menggambar
Pexels.com

Di sekolah, anak akan belajar mengembangkan kemampuan untuk mengkoordinasi tangan dan mata, termasuk kemampuan motorik halus seperti menggunting, mengelem, menggambar, mewarnai dan menggunakan kuas cat.

Saat di rumah, orangtua dapat menyediakan krayon dengan ukuran besar dan spidol untuk anak usia dini agar bisa mewarnai atau menggambar sesukanya.

Plastisin juga sangat baik untuk melatih otot tangan anak ketika meremas dan membuat bentuk sederhana seperti bola.

5. Bersosialisasi

5. Bersosialisasi
Rawpixel/Teddy Rawpixel

Inilah yang paling penting! 

Yup, bersosialisasi. 

Di sekolah, anak di usia dini akan belajar untuk berbagi, bekerja sama, mengantri atau menunggu giliran bersama teman-temannya. Anak juga belajar bagaimana berkomunikasi dan mengikuti perintah sederhana.

Untuk mengaplikasikan hal tersebut di rumah, orangtua dapat mengajak anak untuk bermain bersama teman atau saudara sebaya yang tinggal di dekat rumah, juga dalam kelompok bermain.

Orangtua dapat menerapkan peraturan sederhana di rumah dan harus konsisten menjalankannya, seperti merapikan mainan setelah bermain, bersikap sopan, dan lain sebagainya.

Nah, itulah 5 hal yang dipelajari anak PAUD di sekolahnya beserta hal-hal yang dapat Mama lakukan di rumah bersama si Kecil.

Semoga informasi ini dapat berguna bagi orangtua dalam memberikan stimulasi terbaik demi perkembangan kognitif, emosi dan sosial anak sesuai dengan usia perkembangannya, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.