Jangan Diabaikan, Tanda Ini Menunjukkan Bahwa si Kecil Alergi Makanan

Sebelum berlanjut, cegah secepatnya dengan mengetahui 5 tanda yang diisyaratkan oleh tubuh anak

27 November 2018

Jangan Diabaikan, Tanda Ini Menunjukkan Bahwa si Kecil Alergi Makanan
Freepik/bearfotos

Menurut Precision Nutrition, alergi terhadap makanan adalah situasi ketika tubuh benar-benar tidak bisa bertoleransi pada makanan tersebut.

Intoleransi makanan biasanya terjadi ketika usus bereaksi buruk terhadap makanan atau bahan tertentu yang digunakan dalam proses pembuatan makanan. 

Intoleransi dapat disebabkan dari tidak adanya enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan, sama halnya dengan dengan intoleransi laktosa.

Meskipun terdengar tidak begitu berbahaya, namun ternyata alergi makanan dapat memicu reaksi ekstrem dan berpotensi mengancam jiwa.

Maka dari itu, sebelum alergi mengancam jiwa si Kecil, maka lebih baik Mama segera mengetahui jenis makanan apa saja yang tidak bisa ia konsumsi.

Dengan mengetahuinya sejak dini, maka Mama dapat lebih paham mengenai penanganan pada alergi yang anak alami. Nah, berbicara mengenai hal tersebut, kali ini Popmama.com akan memberika 5 tanda yang harus Mama ketahui ketika anak alergi pada suatu makanan.

Jangan sampai salah, perhatikan kelima tandanya baik-baik ya, Ma!

1. Sakit kepala

1. Sakit kepala
PIxabay/myriams fotos

Karena respon dari peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh alergi makanan, alhasil anak akan menderita sakit kepala sebagai akibatnya.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk melacak gejala yang anak alami ketika ada perubahan dalam makanannya.

Hal ini juga akan menjadi informasi penting untuk diberikan kepada dokter. Perlu Mama ketahui, setiap kejadian di mana seorang anak menderita sakit kepala, maka hal tersebut harus dianggap serius, karena sakit kepala dapat disebabkan oleh banyak hal.

2. Serangan asma

2. Serangan asma
Maxpixel/CANON EOS REBEL T3

Meskipun tidak banyak yang menyadari hal ini, serangan asma dapat disebabkan oleh sensitivitas terhadap sulfit.

Sebagai informasi tambahan, sulft dapat ditemukan dalam makanan olahan seperti keripik dan makanan yang dipanggang. 

Jika Mama memperhatikan bahwa anak mengalami serangan asma setelah mengonsumsi makanan olahan tertentu, maka perhatikan betul-betul bahan apa yang terkandung didalamnya.

Ingat ya Ma, mengalami kesulitan bernafas merupakan masalah serius dan dapat mengancam kesehatannya.

Maka dari itu berkonsultasi dengan dokter anak saat ia mengalami hal tersebut merupakan hal yang perlu dilakukan.

3. Mual dan muntah

3. Mual muntah
Maxpixel/CANON EOS 650D

Meskipun Mama mungkin berpikir bahwa anak mama hanya menderita masuk angin biasa saat mereka muntah, maka pada kenyataanya tidak semuanya seperti itu!

Penting bagi Mama untuk menganggapnya lebih dari sekedar masuk angin, bisa saja hal tersebut terjadi sebagai ia memiliki sensitivitas terhadap suatu makanan. 

Perhatikanlah jika anak mama mengalami mual setiap kali selesai mengonsumsi suatu jenis makanan tertentu.

Jika sudah begitu, maka Mama harus memastikannya dengan berkonsultasi pada dokter anak tentang hal tersebut.

Editors' Picks

4. Diare dan sakit perut

4. Diare sakit perut
Flickr.com/clemens v vogelsang

Salah satu gejala sensitivitas makanan yang paling umum adalah sakit perut dan diare. 

Protein susu merupakan sensitivitas yang sangat umum bagi anak-anak dan biasanya mengarah pada diare berhari-hari yang ia alami.

Solusi untuk ini adalah dengan menghilangkan produk susu dari daftar makanan mereka.

5. Masalah dalam berperilaku

5. Masalah dalam berperilaku
thedanishway.com

Anak-anak yang menderita kesensitifan terhadap makanan seperti gluten, susu, dan pewarna makanan cenderung mengalami perubahan perilaku negatif.

Mama perlu memperhatikan dan menyadari bahwa anak akan cenderung agresif atau mudah marah setelah mengkonsumsi suatu makanan tertentu.

Jadi perhatikan dan buat perubahan pola makan yang diperlukan secepatnya ya, Ma!

Alergi Makanan vs. Intoleransi Pada Makanan: Bagaimana Membedakannya ya?

Alergi Makanan vs. Intoleransi Makanan Bagaimana Membedakan ya
Freepik/Dragana_Gordic

Dilansir dari healthline.com, saat anak bereaksi terhadap makanan tertentu bukan berarti anak mama alergi pada makanan. 

Beberapa anak tidak toleran terhadap makanan tertentu. Perbedaannya adalah bahwa alergi makanan melibatkan sistem kekebalan anak, sedangkan intoleransi makanan biasanya didasarkan pada sistem pencernaan. Intoleransi makanan jauh lebih umum daripada alergi makanan.

Alergi makanan cenderung lebih berbahaya lho Ma. Anak biasanya akan perlu menghindari makanan yang membuatnya merasa terganggu. Intoleransi makanan seringkali tidak seserius itu. Anak mungkin saja bisa makan dalam jumlah sedikit.

Contoh intoleransi makanan meliputi:

Intoleransi laktosa: Ini terjadi ketika tubuh anak kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah gula dalam susu. Intoleransi laktosa dapat menyebabkan gejala seperti gas, kembung, dan diare.

Sensitivitas gluten: Ini terjadi ketika tubuh anak bereaksi terhadap protein yang disebut gluten dalam biji-bijian seperti gandum. Gejala termasuk sakit kepala, sakit perut, dan kembung.

Meskipun penyakit celiac - bentuk paling parah dari sensitivitas gluten adalah tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, gejalanya biasanya berpusat di usus.

Penyakit celiac dapat mempengaruhi sistem tubuh lainnya tetapi nggak akan menyebabkan anafilaksis.

Kepekaan terhadap aditif makanan: Ini terjadi ketika tubuh anak bereaksi terhadap zat warna, bahan kimia seperti sulfit, atau bahan tambahan lainnya dalam makanan.

Gejalanya meliputi ruam, mual, dan diare. Sulfit kadang-kadang dapat memicu serangan asma pada seseorang yang memiliki asma dan sensitif terhadap mereka.

Nah, itulah kelima tanda yang ditunjukkan oleh tubuh anak saat ia mengalami alergi pada suatu makanan. Jangan anggap itu hanya penyakit biasa ya Ma, karena alergi bisa saja mengancam jiwa mereka jika dibiarkan terus menerus.

Stay aware!