Tambah Pengetahuan Anak, Inilah Ikan Batu yang Paling Beracun di Dunia

Tak hanya hiu dan piranha, ternyata ikan batu lebih mematikan lho, Ma

12 Mei 2021

Tambah Pengetahuan Anak, Inilah Ikan Batu Paling Beracun Dunia
Leisurepro.com

Mungkin bagi beberapa orang apabila ditanya ikan paling berbahaya di dunia akan menjawab hiu, piranha, dan berbagai ikan predator lainnya.

Tak ada salahnya jika orang-orang akan menyebutkan ikan tersebut, karena pada umumnya ikan predator dapat menyerang dan membahayakan keselamatan manusia. 

Ternyata, ada jenis ikan lain yang termasuk ikan berbahaya di dunia, yakni ikan batu (stonefish) atau nama latinnya Synanceia verrucosa yang banyak hidup di perairan dangkal dan tropis Indo-Pasifik.

Ikan jenis ini tidak menyerang dengan cara menggigit ata mencabik mangsanya, melainkan melalui semburan racun dari tubuhnya lho, Ma. 

Nah, guna menambah pengetahuan anak terkait ikan berbahaya yang satu ini, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. Simak yuk, Ma!

1. Tak hanya beracun, tetapi juga mematikan

1. Tak ha beracun, tetapi juga mematikan
Oceana.org

Diketahui, ikan batu ini merupakan ikan paling beracun dari spesies ikan lainnya di dunia. Racun dari ikan batu terkandung dalam duri dan kulit ikan ini yang akan menyebabkan kelumpuhan dan rasa sakit yang tak tertahankan pada mangsanya. Apabila seseorang terkena racun dari ikan batu, perlu ditangani segera, karena dapat membunuh orang tersebut. 

Ikan batu memiliki sirip punggung yang terlihat seperti jarum, dimana kelenjar beracunnya yang sensitif terhadap tekanan berada pada dasar sirip ini. Terdapat 13 duri tajam yang dapat diangkat oleh ikan tersebut saat mereka merasa terancam. 

Serangan racun ikan batu ini dapat menyebabkan efek fatal pada manusia yang akan segera dirasakan oleh korbannya, mulai dari bengkak hingga rasa sakit yang menyiksa. Kemudian, gejala ini juga akan menyebabkan kelumpuhan, nekrosis jaringan, dan bahkan gagal jantung. 

Nah, jika seseorang terpapar racun ikan batu harus segera ditangani atau dibawa ke rumah sakit terdekat, sebab racun dari ikan batu tersebut bisa membunuh manusia dalam kurun waktu 2 jam tanpa perawatan.

Akan tetapi, ikan batu bukan termasuk ikan yang agresif lho, Ma, bahkan tergolong ikan yang lambat. Nah, perlu diketahui bahwa mekanisme pertahanan ikan batu ini hanya aktif apabia ada yang tidak sengaja menginjaknya.

Editors' Picks

2. Pandai berkamuflase

2. Pandai berkamuflase
Scuba-plus.com

Ikan batu kerap berkamuflase hingga bentuknya mirip seperti batu, Ma. Maka dari itu, ikan batu dianggap sangat ahli dalam berkamuflase yang dapat berbaur dengan lingkunnya secara sempurna. Ikan satu ini hampir selalu berdiam di dasar laut, di habitat terumbu karang, atau batu yang mereka sukai.

Warna tubuh dari ikan batu ini sering terlihat mirip dengan batu atau terumbu karang. Bahkan beberapa ikan diketahui memiliki alga yang tumbuh di atasnya. Ikan batu memiliki ukuran sekitar 30-40 cm yang mampu membuat mereka terlihat mirip seperti batu atau terumbu karang. 

Berkamuflase merupakan salah satu strategi ikan batu ini untuk mengecoh mangsanya agar lebih mudah menyergap mangsa tersebut, serta memberikan perlindungan untuk mereka dari predator. 

Mangsa, predator, dan manusia yang tengah menyelam biasanya kesulitan melihat ikan batu ini. Oleh karena itulah banyak orang yang tidak sengaja menginjaknya.

3. Ikan batu cenderung pasif dalam mencari makanan

3. Ikan batu cenderung pasif dalam mencari makanan
Siladen.com

Ikan yang termasuk karnivora ini akan memakan ikan-ikan di sekitar terumbu karang dan beberapa invertebrata yang hidup di dasar laut. Akan tetapi, ikan batu ini tidak secara aktif mengejar mangsanya, melainkan hanya akan menunggu mangsa-mangsa tersebut mendekat ke arah mereka.

Ikan batu diketahui kerap kali menunggu mangsanya hingga berjam-jam, dan baru mulai menyerang ketika mangsanya sudah dekat. 

Selain itu, ikan batu juga memiliki rahan kuat dan mulut besar yang mampu menciptakan banyak tekanan, dimana dengan tekanan tersebut ikan batu bisa dengan mudah menyedot mangsanya dan langsung menelannya secara utuh hanya dalam hitungan detik. Bahkan ikan batu ini bisa menelan mangsanya secepat 0,15 detik saja lho, Ma.

4. Dapat bertahan hidup di luar air hingga 24 jam

4. Dapat bertahan hidup luar air hingga 24 jam
Siladen.com

Diketahui, ikan batu dapat bertahan hidup hingga 24 jam di luar air selama lingkungan di sekitarnya lembab. Jika ikan batu berada dalam keadaan seperti itu, mereka akan menyerap oksigen melalui kulitnya. 

Oleh karena itu, orang-orang yang tinggal di wilayah pesisir Indo-Pasifik perlu waspada ketika berjalan di pantai dan jangan sampai menginjak ikan batu ini. 

Fenomena ini kerap terlihat ketika air laut surut sehingga menyebabkan ikan batu menjadi berada di luar air laut. Akan tetapi, ikan batu pada akhirnya akan mati lemas karena dehidrasi. 

5. Tidak takut dengan kehadiran predator

5. Tidak takut kehadiran predator
Theculturetrip.com

Menjadi salah satu ikan predator, ikan batu ini berarti tetap memiliki pemangsa atau predator yang bisa mengancamnya.

Akan tetapi, ikan batu ini dilaporkan tidak pernah sama sekali takut dengan kehadiran pemangsa, meski sebanyak apapun pemangsa tersebut berada di sekitarnya. 

Banyak peneliti yang menduga bahwa keberanian yang dimiliki ikan batu ini dikarenakan mereka bisa dengan mudah menyengat mangsanya sampai mati. Bahkan predator yang telah mengenali adanya ikan batu di sekitarnya akan terlebih dahulu menyingkir. 

Nah, itulah fakta terkait ikan batu yang merupakan ikan paling beracun dan mematikan di dunia. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.