Baik untuk Pencernaan, Yuk Terapkan Jam Makan Serat pada Anak

Ada 3 waktu jam makan serat yang disarankan agar kondisi kesehatan anak selalu terjaga

9 Juni 2021

Baik Pencernaan, Yuk Terapkan Jam Makan Serat Anak
Freepik/pvproductions

Apa yang terpikirkan oleh Mama ketika mendengar kata serat? Banyak orang ingat sayur berwarna hijau setelah mendengar kata serat. 

Betul sekali, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli memang kaya akan serat. Namun apakah si Kecil menyukainya? Sudahkah tercukupi kebutuhan serat harian untuk anak mama?

Kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian. Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, tercatat 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat. 

Padahal, serat merupakan salah satu jenis zat gizi yang penting untuk dikonsumsi oleh anak agar sistem pencernaan bisa bekerja dengan optimal. Karena, 70 persen komponen sistem daya tahan tubuh terdapat pada pencernaan dan merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan holistik si Kecil. 

Oleh karena itu, konsumsi makanan berserat pada anak-anak masih harus terus didorong agar para orangtua dapat memahami pentingnya pemenuhan serat harian bagi tumbuh kembang optimal si Kecil secara seutuhnya.

Bebelac Gold meluncurkan kampanye “Jam Makan Serat” melalui webinar pada Kamis, 3 Juni 2021. Beberapa narasumber ahli sepert Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc - Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) - Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi juga ikut hadir untuk memberi pemaparannya.

Apa itu jam makan serat? Berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk Mama ketahui.

1. Manfaat serat krusial bagi tumbuh kembang anak

1. Manfaat serat krusial bagi tumbuh kembang anak
Freepik/nensuria

“Konsumsi makanan berserat tidak bisa diremehkan. Kebutuhan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya. Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat dapat mempengaruhi emosi anak," ungkap dr. Ariani.

"Selain itu, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari,” tambahnya.

dr. Ariani juga menjelaskan bahwa 9 dari 10 anak tidak dapat memenuhi rekomendasi asupan serat. Padahal ini sangat penting bagi daya tahan tubuh, kesehatan pencernaan serta tumbuh kembang anak di usia dini.

Untuk itu dr. Ariani juga menjelaskan bahwa mencukupi kebutuhan serat dapat menjadi solusi bagi anak yang mengalami motilitas usus. Mencukupi serat dijelaskannya bisa menjadi terapi pencegahan bahkan terapi bagi penanganan konstipasi pada anak.

Editors' Picks

2. Menganal jenis serat

2. Menganal jenis serat
Pexels/Cottonbro

Ada 2 macam jenis serat yang bisa dikonsumsi. Keduanya adalah serat pangan dan serat fungsional, berikut penjelasannya.

Serat Pangan adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna, oleh enzim pencernaan yang merupakan bagian utuh dari tanaman. Biasanya terkandung selulosa, hemiselulosa, oligosakarida, inulin dan beta glukan.

Serat fungsional adalah serat yang sengaja ditambahkan pada makanan tertentu yang terbukti memberi manfaat bagi kesehatan. Serat yang ditambahkan bisa berupa serat hewani seperti chitin dan  chitosan, atau serat yang secara komersial diproduksi dan ditambahkan pada makanan seperti resistant starch, polydextrose, inulin dan indigestible dextrins. 

3. Rekomendasi asupan serat untuk anak

3. Rekomendasi asupan serat anak
verywellfit.com

Perhatikan rekomendasi asupan serta untuk anak-anak berdasarkan usia anak seperti dijelaskan pada pemaparan Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc ya, Ma.

Berdasarkan AKG 2019, inilah angka kecukupan serat anak Indonesia:

  • 1-3 tahun 19 gram per hari
  • 4-6 tahun 20 gram per hari
  • 7-9 tahun 23 gram per hari

Jadi perhatikan asupan serat pada makanan yang Mama sediakan untuk si Kecil. Biasanya disebutkan Ma di balik kemasannya. Perhatikan juga yang tertera biasanya untuk satu penyajian. Nah, per penyajian berapa banyaknya perlu dihitung kembali. 

Misal dalam 1 keping biskuit terdapat kandungan 5 gram serat, berati cukup mengonsumsi 2 keping saja. Sisanya bisa didapat dari menu harian anak lainnya.

4. Tips agar anak menyukai makanan berserat

4. Tips agar anak menyukai makanan berserat
Freepik/prostooleh

Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc menjelaskan ada beberapa cara agar anak bisa menikmati dan menyukai apa yang mereka makan. Terlepas ada kandungan apa di makanan tersebut, perhatikan tips berikut ini:

  • Kenali Innate taste preferences, secara alami sejak kecil anak menyukai rasa asin dan manis tapi tidak menyukai rasa asam dan pahit.
  • Mengenal zat gizi makro yang menghasilkan energi bagi tubuh seperti karbohidrat (64%), lemak (47%), dan protein (58%).
  • Mengetahui neophobia yaitu menolak makanan baru, rata-rata setelah pemberian 11 kali baru anak bisa menyukai makanan baru tersebut. Lakukan percobaan untuk mengenalkan makanan pada anak dari 0-89 kali agar anak benar-benar mengenali dan menghafal rasanya.
  • Mengenal interaksi genetik dan lingkungan seperti mencoba makanan keluarga. Biasanya ini dialami ketika anak sudah berusia 1 tahun ke atas. Anak mulai mencoba menu makanan yang sama seperti keluarga yang lainnya.
  • Mengenal penerimaan makanan pada masa anak-anak. Rasa manis yang familiar biasanya anak rasakan secara berjenjang. Mulanya berasal dari sayur, lalu semakin besar dari kudapan, bahan makanan seperti daging dan ikan lalu dari buah-buahan. 

Semua fase itu harus dipahami oleh orangtua agar bisa lebih mengerti kondisi anak. Kapan anak merasa suka atau tida suka pada yang ia konsumsi, sebaiknya Mama mengerti hal tersebut.

5. Strategi untuk mencukupi kebutuhan serat anak

5. Strategi mencukupi kebutuhan serat anak
Freepik/pressfoto

Inilah beberapa cara mencukupi kebutuhan serat anak yang bisa Mama lakukan di rumah:

  1. Memberi contoh dengan makan serat bersama anak
  2. Memberi sayur di setiap menu makanan anak, terus coba berulang kali sampai ada jenis sayur yang anak sukai
  3. Memberikan buah sebagai selingan antara waktu makan utama
  4. Menyediakan bahan makanan kaya kandungan serat seperti roti, biskuit dan sereal yang termasuk whole grain
  5. Tambahkan kacang-kacangan seperti kacang polong dalam hidangan anak
  6. Sediakan produk makanan yang sudah diperkaya serat tambahan
  7. Membuat makanan selingan yang kaya akan kandungan seratnya

Nah sementara itu penting untuk memerhatikan jam makan serat, yaitu di antara kedua waktu makan utama pada jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam.

Dengan begitu diharapkan dapat memudahkan para orangtua dalam memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi 3 kali sehari. 

Dengan memiliki pencernaan yang sehat, akan dapat mendukung 7 kehebatan lengkap si Kecil, yaitu: Pencernaan nyaman, 

  • Penyerapan nutrisi, 
  • Pencernaan lancar, 
  • Perlindungan alami, 
  • Tumbuh kembang optimal, 
  • Cepat tanggap,
  • Menjaga suasana hati.

Nah, tunggu apa lagi Ma? Yuk, terapkan Jam Makan Serat mulai sekarang. Perbaikan gizi anak melalui rutin menjalankan jam makan serat. Selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.