TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anak Muntah-muntah, Apa yang Harus Dilakukan?

Orangtua berpengalaman pun pasti panik menghadapinya

30 Juni 2022

Anak Muntah-muntah, Apa Harus Dilakukan
Freepik/jcomp

Hampir semua anak pernah mengalami muntah. Ketika dihadapkan dengan kondisi ini, mungkin orangtua merasa panik dan bingung. Bahkan orangtua yang telah berpengalaman sekalipun. 

Ada banyak penyebab mengapa anak mengalami muntah. Mulai dari flu perut, mabuk perjalanan, terlalu banyak makan, batuk berlebihan, hingga penyakit serius seperti penyakit celiac.

Berikut ini Popmama.com merangkum panduan untuk orangtua saat menghadapi anak yang muntah. Apa yang harus dilakukan? Yuk simak informasi ini, Ma.

1. Bolehkah anak minum minuman jahe setelah muntah?

1. Bolehkah anak minum minuman jahe setelah muntah
Freepik/jcomp

Banyak orang yang beranggapan minum minuman jahe setelah muntah dapat mengurangi mual. Beberapa penelitian turut mendukung hal ini. Tetapi, terlalu banyak mengonsumsi minuman jahe yang manis justru dapat memperburuk masalah perut. 

Sebaiknya berikan teh jahe hangat dengan sedikit madu kepada anak sebagai pilihan yang lebih baik. 

Editors' Picks

2. Saya khawatir si Kecil dehidrasi setelah muntah

2. Saya khawatir si Kecil dehidrasi setelah muntah
Freepik/Pvproduction
Ilustrasi

Ya, dehidrasi adalah perhatian utama saat anak muntah. Setelah mengeluarkan banyak cairan, mungkin anak merasa sangat haus dan juga ingin membilas mulutnya dari cairan muntah. Namun, bukan berarti orangtua bisa memberi anak segelas besar air secara langsung ya, Ma. Hal ini justru bisa memicu anak muntah kembali. 

Berikan minum dalam jumlah sedikit demi sedikit hingga anak merasa baikan.

3. Bolehkah anak makan setelah muntah?

3. Bolehkah anak makan setelah muntah
pexels/Yan Krukov

Beberapa dokter menyarankan untuk menunggu hingga delapan jam sebelum akhirnya anak bisa mengonsumsi makanan berat. Hal ini berlaku jika anak muntah karena mengalamo gastroenteritis (flu perut).

Namun, jika anak muntah karena sebab umum yang lain, mama bisa memberikan makanan dalam jumlah kecil atau camilan jika anak mengeluh lapar setelah muntah.

4. Apa yang harus dikonsumsi anak setelah muntah?

4. Apa harus dikonsumsi anak setelah muntah
pexels/AMSW Photography -Alisha Smith Watkins

Anak yang muntah dengan sebab umum, seperti mabuk perjalanan atau batuk berlebihan, sebenarnya bisa mengonsumsi makanan yang sama seperti biasanya, tanpa dampak. 

Namun, untuk mencegah muntah berulang, sebaiknya hindari makanan yang digoreng, berminyak, susu, dan gula yang berlebihan.

5. Apakah muntah menular?

5. Apakah muntah menular
Freepik

Ketika anak muntah, mama pasti berinisiatif untuk segera membersihkannya. Namun, perlu diketahui, muntah akibat virus gastroenteritis sangat mudah menular.

Jika mama merawat si Kecil yang muntah akibat gastroententeritis, pastikan mencuci tangan dengan bersih, baik itu tangan mama maupun tangan anak. Bersihkan apa saja yang terciprat muntahannya dengan air yang sangat panas. Kami anjurkan mama atau siapapun yang membersihkan muntahan anak yang terserang gastroententeritis menggunakan sarung tangan untuk mencegah penularan. 

Apabila intensitas muntah anak terus berlanjut selama beberapa hari disertai gejala dehidrasi, demam, mencret, atau lemas, segera periksakan anak ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk