5 Rekomendasi Susu Rendah Laktosa untuk Anak Usia 5 Tahun

Untuk si Kecil yang menderita intoleransi laktosa, susu-susu ini bisa menjadi pilihan

11 Oktober 2021

5 Rekomendasi Susu Rendah Laktosa Anak Usia 5 Tahun
Freepik/Jcomp

Intoleransi laktosa adalah masalah terkait pencernaan yang banyak diderita oleh bayi dan anak-anak. Tubuh penderita intoleransi laktosa tidak dapat mencerna laktosa yang terdapat di dalam susu sapi sehingga jika mengonsumsi susu sapi maka akan diare. 

Karena si Kecil tidak bisa mengonsumsi susu sapi, sebagai gantinya ia perlu mengonsumsi susu yang rendah lemak atau bebas laktosa. Biasanya jenis susu yang dipilih menggantikan susu sapi adalah susu soya. 

Berikut ini Popmama.com punya 5 rekomendasi susu rendah laktosa untuk anak usia 5 tahun:

1. SGM Eksplor Pro-gress Maxx

1. SGM Eksplor Pro-gress Maxx
Blibli.com

Untuk anak mama yang menderita intoleransi laktosa, susu soya dapat menjadi alternatif memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. SGM Eksplor Pro-gress Maxx salah satunya. 

Susu formula berbahan dasar kedelai ini mengandung IronC dan isolat protein soya yang berkualitas. Dilengkapi dengan minyak ikan dan omega 3 dan 6, SGM Eksplor Pro-gress Maxx membantu penyerapan nutrisi penting dalam tubuh secara maksimal. 

SGM Eksplor Pro-gress Maxx tersedia dalam 2 ukuran, yaitu 400 gram dan 700 gram, dengan dua rasa yang disukai si Kecil, rasa madu dan rasa vanilla.

Editors' Picks

2. Nutren Junior

2. Nutren Junior
nestlehealthscience.co.id

Kebaikan protein whey, omega 3 dan 6, DHA, serat pangan, 13 vitamin, dan 9 mineral hadir dalam susu produk dari Nestle ini, Nutren Junior. 50% protein whey yang kaya akan sistein dan antioksidannya meningkatkan daya tubuh anak di usia aktifnya. 

Dengan kandungan lemak nabati yang kaya akan mono unsaturated fatty acid, susu bebas laktosa ini dapat  menjaga kesehatan jantung anak. Susu ini dapat diberikan untuk anak yang berisiko malnutrisi, mengalami gangguan pola makan dan pencernaan, serta dalam masa pemulihan ketika sakit.

Tersedia dalam rasa vanilla yang nikmat dan dapat dikonsumsi untuk anak usia 1-10 tahun.

3. Nutrilon Royal Soya 4 Acti Duobio+

3. Nutrilon Royal Soya 4 Acti Duobio+
Blibli.com

Bicara soal susu soya, Nutrilon Royal Soya 4 Acti Duobio+ adalah susu bebas laktosa yang sudah cukup dikenal para ibu di Indonesia. Meski terbuat dari 100 persen isolate protein yang berbahan dasar kacang kedelai, Nutrilon Royal Soya 4 Acti Duobio+ tinggi kalsium yang bermanfaat untuk mendukung kekuatan dan pertumbuhan tulang anak. 

Apabila si Kecil alergi terhadap susu sapi, Nutrilon Royal Soya Acti 4 Duobio+ adalah susu pertumbuhan lanjutan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 3-6 tahun. 

4. Isomil Plus Advance Soya

4. Isomil Plus Advance Soya
abbottfamily.co.id

Pilihan susu rendah laktosa lainnya untuk anak usia 5 tahun adalah Isomil Plus Advance Soya. Susu pertumbuhan dari Abbot Family ini diperkaya dengan isolat protein kedelai yang bebas susu sapi dan bebas laktosa. Tak hanya itu, susu dengan rasa vanilla ini mengandung tambahan kalsium yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang serta gigi anak. 

Isomil Plus Advance Soya tersedia dalam kemasan kaleng 400 gram dan 850 gram.

5. Bebelac Gold Soya

5. Bebelac Gold Soya
bebeclub.co.id

Satu lagi rekomendasi susu formula dengan protein dari kacang kedelai yang aman untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu Bebelac Gold Soya.

Bebelac Gold Soya merupakan susu pertumbuhan yang mengandung advansfibre soy+ FOS insulin yang berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran cerna. 

Dilengkapi dengan minyak ikan, protein, omega 3 dan 6, serta berbagai kandungan nutrisi baik lainnya, susu ini dapat diberikan juga untuk anak yang tidak menyukai rasa susu sapi.

Dengan kandungan berbahan kacang kedelai, susu yang diperuntukkan untuk anak usia 1- 5 tahun ini bebas kolesterol serta lebih rendah gula. Tersedia dalam kemasan 360 gram dan 700 gram. 

Itulah lima rekomendasi susu rendah laktosa untuk anak usia 5 tahun yang dapat mama pilih. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.