7 Hal yang Dilakukan Orangtua Milenial dan Bikin Takut Oma-Opa

Berbeda dengan orangtua zaman dulu, orangtua milenial memiliki caranya sendiri dalam membesarkan anak-anaknya.
Tak jarang orangtua milenial menganggap pola asuhnya luwes dan mengerti situasi keluarganya. Berbeda dengan orangtua zaman dulu yang terkesan kaku dan kurang berkompromi di situasi-situasi tertentu.
Namun, Oma dan Opa dari si Kecil seringkali ragu terhadap pola asuh yang diberikan oleh orangtua milenial. Bahkan mereka pun merasa kurang yakin terhadap tumbuh kembang cucunya.
Untuk Mama yang penasaran terhadap berbagai hal yang dilakukan orangtua milenial sejauh ini, berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com.
1. Sering memilih nama-nama unik ke anaknya

Mama pasti setuju kalau orangtua milenial lebih senang memberikan nama unik kepada generasi penerusnya.
Tak jarang banyak orangtua yang ingin anaknya tampil berbeda, dimulai dari pemilihan nama yang unik. Untuk itu, orangtua milenial kerap memikirkan berbagai nama unik beserta artinya sejak masa kehamilan.
Di Indonesia sendiri banyak juga orangtua yang semakin banyak memberikan nama unik kepada anak-anaknya. Pengaruh kebudayaan asing yang kuat bisa menjadi salah satu faktor bagi orangtua dalam memilih nama unik serta populer untuk anak-anaknya.
Baca juga: 15 Nama Bayi Perempuan Modern di Tahun 2019
Baca juga: 17 Nama Bayi Arab untuk Anak Perempuan yang Tren Tahun 2019
2. Sempat menyewa tutor untuk anak-anak prasekolah

Sebagai keluarga milenial, sekarang banyak orangtua yang ingin anak-anaknya menjadi generasi yang terdidik. Menurut Pew Research Center melalui penelitiannya mengatakan bahwa banyak orangtua milenial di Amerika melakukan banyak hal agar anak-anaknya bisa terdidik dan sukses.
Secara alami, orangtua milenial peduli dengan sekolah agar anak-anaknya terdidik. Namun, penelitian dari American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk terus belajar tentu akan membuat mereka kehilangan banyak waktu di usianya.
Untuk itu, perlu ada keseimbangan antara belajar dan bermain agar anak-anak bisa menikmati kehidupannya.
3. Keluarga milenial sering melabeli pola pengasuhan orangtuanya dulu

Mama sebagai orangtua milenial pasti seringkali merasakan ada perbedaan pola asuh yang dilakukan sekarang dengan orangtua zaman dulu. Seiring berjalannya waktu, orangtua milenial lebih memilih bersikap luwes dalam mengimbangi perilaku anak-anaknya.
Banyak orangtua milenial yang tidak ingin pola asuhnya menjadi kaku dan tak mengenal kompromi, sehingga banyak perubahan daripada pola asuh orangtua zaman dulu.
Baca juga: Plus-Minus Menitipkan Anak Pada Kakek Nenek
Baca juga: Perdebatan Pola Asuh Anak, Drama Kakek dan Nenek Pada Cucu Pertama
4. Orangtua milenial lebih menempatkan anak-anaknya di depan layar

Teknologi yang semakin berkembang membuat generasi milenial sekarang diberi kemudahan. Apalagi dari kemudahan ini banyak kebebasan yang bisa diberikan orangtua milenial kepada anak-anaknya, seperti kebebasan di depan layar televisi.
Banyaknya varian tayangan membuat anak-anak milenial memiliki lebih banyak pilihan saat menonton.
Jika orangtuanya mengizinkan, anak-anak milenial dapat menonton berbagai tayangan yang dirancang oleh perangkat khusus agar bisa ditonton selama 24 jam.
Biasanya sejumlah perangkat yang dimiliki oleh orangtua milenial ini dipakai untuk memudahkan dalam mencari beragam hiburan hanya dengan menonton televisi di rumah.
Padahal orangtua zaman dulu kerap membatasi anak-anaknya yang terlalu asik menonton televisi.
Bahkan mereka lebih memilih anak-anak untuk berkumpul dengan temannya, walau sekedar bermain sepeda bersama.
Baca juga: Bahaya! Gadget Bisa Bikin Anak Depresi dan Resah, Ini Penelitiannya
Baca juga: Kenali 7 Tanda Anak Mulai Kecanduan Gadget
5. Orangtua milenial khawatir terhadap pengambilan resiko

Dilansir dari Romper, Orangtua milenial kini bisa dikatakan cukup cukup khawatir terhadap segala resiko yang bisa terjadi pada anak-anaknya.
Untuk itu, banyak orangtua milenial yang cenderung untuk membiarkan anak-anaknya di dalam ruangan. Padahal orangtua zaman dulu lebih membiarkan anak-anaknya untuk bereksplorasi dengan banyak bermain di luar rumah.
Baca juga: Ingin Anak Menjadi Sosok Generasi Maju? Eksplor 5 Potensi Ini
Baca juga: Coba Ini Ma! 5 Cara Bikin Anak Lebih Berani dan Percaya Diri
6. Orangtua milenial membuat semuanya persaingan

Orangtua milenial tak jarang sering bersaing dengan orangtua lain menggenai masalah anak. Tak jarang keberhasilan tersebut diumumkan ke orangtua lain sebagai bentuk kebanggaan atas prestasi anaknya.
Biasanya beberapa hal yang diberitakan seperti berlatih menggunakan toilet training, mengumumkan kalau anaknya mendapatkan perhargaan hingga sudah berhasil masuk prasekolah di tempat yang elit.
Kondisi seperti ini kurang baik karena menjadikan anaknya sebagai persaingan bersama anak dari keluarga lain. Persaingan ini tidak baik karena seolah-olah identitas orangtua memiliki citra tersendiri karena prestasi anaknya.
Baca juga: 7 Tanda Anak Siap Toilet Training
Baca juga: Cara Mengajarkan Toilet Training Bedasarkan Zodiak Anak
7. Orangtua milenial sering mengunggah apapun tanpa henti di media sosial

Berbeda dari orangtua zaman dulu, kini orangtua milenial sering mendokumentasikan semua hal yang dilakukan anak-anaknya. Apapun yang dilakukan si Kecil pasti akan diunggah ke media sosial.
Tak jarang, banyak orangtua muda yang selalu mengabadikan seluruh aktivitas anak-anaknya dalam bentuk foto maupun video. Padahal orangtua zaman dulu tidak pernah melakukan hal seperti itu. Apalagi dulu belum ada media sosial seperti Facebook atau Instagram, sehingga tidak terlalu sibuk menggunakan gadget mereka hanya untuk mengunggah aktivitas si Kecil ke dunia maya.
Untuk Mama dan Papa yang mengaku sebagai orangtua milenial, jangan lupa untuk datang ke acara Indonesia Millennial Summit yang diadakan oleh IDN Media pada 19 Januari 2019.
Baca juga: Benarkah Keluarga Milenial Lebih Ribet Soal Kesehatan Anak?
Baca juga: 5 Perbedaan Pola Asuh Orangtua Milenial dengan Orangtua Terdahulu



















