7 Hal yang Umum Dialami Bayi Saat Alami Persalinan Prematur

Pastikan si Kecil berada dalam pengawasan dokter ya, Ma

14 Desember 2018

7 Hal Umum Dialami Bayi Saat Alami Persalinan Prematur
Pexels/Wayne Evans

Sejak awal diprediksi waktu kelahirannya oleh dokter atau bidan, apa saja bisa terjadi. Si Kecil bisa saja lahir lebih awal atau bahkan lebih lambat dari tanggal perkiraan.

Nah, apabila ia lahir prematur alias jauh lebih awal dibandingkan periode waktu yang diperkirakan, ada beberapa kondisi yang sangat mungkin akan dialami bayi.

Semua berkaitan dengan proses tumbuh kembangnya yang mungkin masih belum siap sempurna untuk dilahirkan. Tenang, Ma, selama ia berada dalam pengawasan dokter, semua pasti akan baik-baik saja.

Apa saja hal umum yang mungkin dialami bayi saat dilahirkan secara prematur? Berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Punya lebih banyak vernix

1. Pu lebih banyak vernix
Freepik/Freestockcenter

Pernahkah Mama memerhatikan bahwa saat bayi baru lahir ia memiliki selaput warna putih yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya?

Selaput putih ini disebut sebagai vernix, Ma. Ini merupakan selaput pelindung tubuh bayi, yang sangat aman dan tidak memengaruhi kondisi bayi setelah dilahirkan.

Biasanya setelah dilahirkan vernix akan dibersihkan oleh bidan atau perawat.

Pada bayi dengan persalinan prematur, vernix yang terlihat pada bagian tubuhnya akan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan periode waktu sesuai perkiraan.

Secara medis, kondisi vernix yang lebih banyak ini tidak memengaruhi kondisi kesehatan bayi kok, Ma.

2. Paru-paru belum siap

2. Paru-paru belum siap
Freepik/Onlyyouqj

Salah satu kondisi umum yang sering terjadi pada bayi dengan persalinan prematur adalah kondisi paru-parunya yang belum siap. Oleh sebab itu, ia pun lebih rentan mengalami masalah pernapasan.

Kondisi ini terjadi karena paru-paru memiliki waktu lebih lama untuk bisa berkembang sempurna, dan proses ini sebagian besar terjadi di bulan-bulan akhir menjelang 40 minggu.

Belum berkembangnya paru-paru secara sempurna membuat bayi nantinya akan sedikit kesulitan mengatur pernapasan. Pada sebagian kasus, kondisi ini tidak memengaruhi bayi dan ia secara perlahan bisa berlatih napas.

Namun ada pula yang cenderung sulit untuk bisa bernapas secara teratur sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut oleh tim medis.

Editors' Pick

3. Punya rambut halus lebih banyak

3. Pu rambut halus lebih banyak
Pixabay/Cherylholt

Pada bayi yang dilahirkan secara prematur, seringkali terlihat rambut-rambut halusnya sangat banyak.

Rambut halus ini disebut juga sebagai lanugo, yang memiliki fungsi serupa dengan vernix. Ya, rambut-rambut halus ini berfungsi untuk melindungi tubuh bayi selama kehamilan.

Seiring berjalannya waktu, rambut-rambut halus ini akan memudar dan kulit bayi akan terlihat seperti pada umumnya.

4. Sistem imun belum sempurna

4. Sistem imun belum sempurna
Pexels/Tracey Shaw

Bayi prematur pada umumnya akan lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan bayi yang dilahirkan cukup bulan. Hal ini dikarenakan oleh sistem imun tubuhnya yang belum terbentuk sempurna.

Oleh karena itu, sistem internal tubuhnya pun belum dapat memproses aktivitasnya saat sudah dilahirkan.

Perlu Mama ketahui, setiap bayi yang baru lahir memiliki penanganan yang sangat lembut dan hati-hati. Terlebih pada bayi prematur.

Dibutuhkan waktu lebih lama bagi bayi untuk bisa beradaptasi dengan kondisi di luar perut Mama. Oleh sebab itu, pemberian nutrisi yang optimal pun sangat penting.

5. Suhu tubuh berubah-ubah

5. Suhu tubuh berubah-ubah
Pixabay/Travisdmchenry

Bayi yang lahir prematur seringkali harus mendapatkan perawatan di dalam inkubator. Salah satunya karena ia membutuhkan bantuan untuk mengatur suhu tubuh.

Pada bayi yang lahir cukup bulan, sentuhan dan dekapan dari Mama sudah cukup untuk membantunya mengatur suhu tubuh. Nah, pada bayi prematur, bantuan lebih mungkin akan sangat diperlukan melalui inkubator.

Mesin inkubator dapat membantu menjaga suhu tetap hangat, serta mencegah terjadinya paparan pemicu infeksi bagi bayi. Selama berada di dalam inkubator, bayi belajar menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu.

6. Lebih sering menutup mata

6. Lebih sering menutup mata
Pexels/Public Domain Pictures

Membutuhkan waktu lebih lama bagi bayi prematur untuk bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan di luar kandungan. Berbagai aktivitas pun sering menjadi butuh waktu lebih lama, termasuk membuka mata.

Ya, Mama dan Papa perlu lebih sabar menanti kapan waktunya si Kecil bisa mulai belajar membuka mata. Terutama pada si Kecil yang lahir sebelum usia kehamilannya mencapai 30 minggu.

7. Sensitif terhadap suara bising

7. Sensitif terhadap suara bising
Pixabay/Profile

Selama berada dalam kandungan, si Kecil sudah terbiasa dengan situasi yang tenang. Hal ini pun menjadi sesuatu yang membuatnya nyaman.

Ketika ia kemudian dilahirkan secara prematur, seringkali telinganya masih sensitif dan terlalu peka dengan suara. Akibatnya, lingkungan yang terlalu bising pun bisa sangat mengganggunya.

Ciptakan lingkungan sekitar bayi prematur dengan suasana yang lebih tenang agar ia merasa nyaman saat belajar beradaptasi ya, Ma.

The Latest