Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warna Air Ketuban Normal Seperti Apa? Kenali Tandanya
Pexels.com/lucas mendes
  • Pecahnya ketuban pada kehamilan cukup bulan menjadi salah satu tanda kuat bahwa proses persalinan telah dimulai.
  • Menjelang akhir trimester ketiga, ibu hamil dapat menantikan tanda persalinan seperti kepala bayi turun ke panggul dan rasa mulas menyerupai kontraksi.
  • Artikel membahas pentingnya mengenali warna air ketuban yang normal saat ketuban pecah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu tanda persalinan sudah dimulai adalah dengan pecahnya ketuban. Biasanya, disertai dengan keluarnya air ketuban. Seperti apa warna air ketuban yang normal? 

Di akhir trimester ketiga, Mama sudah mulai menantikan kapan tanda-tanda persalinan. Kepala bayi yang sudah turun ke panggul, mulas seperti kontraksi, dan tanpa persalinan lainnya. 

Nah, salah satu tanda yang valid adalah pecahnya ketuban. Saat ketuban pecah, pada kandungan yang cukup umur, maka itu menjadi tanda persalinan dimulai. 

Namun, seperti apa warna air ketuban yang normal? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Apa itu air ketuban?

Magnific.com/wirestock

Air ketuban adlaah cairan pelindung yang mengisi kantung ketuban di dalam rahim. Selama kehamilan, cairan ini melindungi janin dari benturan dan infeksi, menjaga suhu tetap stabil, dan memungkinkan bayi bergerak bebas yang bermanfaat untuk perkembangan otot serta tulangnya. 

Seiring bertambahnya usia kehamilan, volume air ketuban juga akan meningkat. Puncaknya, air ketuban yang paling banyak ada pada saat kehamilan di minggu ke-34 hingga ke-36. Perubahan volume dan karateristik cairan ini menjadi indikator penting kesehatan janin. 

2. Seperti apa warna air ketuban yang normal?

Pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Normalnya, air ketuban memiliki warna yang bening. Ini adalah kondisi ideal dan sering ditemui jelang persalinan. Warna air ketuban yang bening menjadi indikasi kalau janin dalam kondisi baik dan tidak ada masalah yang signifikan. 

Selain warna bening, ada juga warna air ketuban yang kekuningan. Kuningnya terang atau seperti kuning pucat, seperti warna jerami. Kondisi ini juga masih termasuk normal dan bsia terjadi seiring dengan penuaan cairan. 

Lalu, ada juga air ketuban yang berwarna putih keruh, seperti cucian air beras. Kondisi ini terjadi pada trimester akhir kehamilan dan terjadi karena adanya vernix caseosa yaitu lapisan lemak pelindung yang menutupi kulit bayi. Tenang saja, warna ini juga masih normal dan tidak perlu dikhawatirkan. 

Selain warna, tanda air ketuban normal adalah yang tidak berbau menyengat, melainkan berbau khas, seperti sedikit manis. Teskturnya cair, kadang disertai dengan bintik putih dari vernix caseosa. 

3. Warna air ketuban yang tidak biasa

Pexels.com/Marina Leonova

Ada juga air ketuban yang perlu diwaspadai karena menjadi tanda adanya kondisi yang perlu perhatian medis sesegera mungkin. Pertama, air ketuban yang berwarna hijau tua atau cokelat kehijauan. Warna ini menjadi tanda kalau bayi telah buang air besar di dalam rahim. Jika terhirup janin, maka bisa menyebabkan gangguan pernapasan serius pada bayi yang baru lahir. 

Sedangkan kalau warnanya cokelat tua atau merah kecokelatan, merupakan indikasi kalau air besar janin atau mekonium sudah terlalu lama atau adanya perdarahan lama di dalam rahim. 

Lalu, kalau air ketuban berwarna merah muda tau merah terang, berarti menjadi tanda kalau ada perdarahan baru. Ini bisa menjadi indikasi terjadinya plasenta previa, abrupsio plasenta, atau kondisi darurat lainnya. 

Ketuban yang tidak normal disertai dengan bau busuk atau menyengat yang menjadi tanda adanya infeksi pada kantung ketuban atau selaput ketuban. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu dan janin, jadi diperlukan pertolongan medis segera. 

4. Kapan harus ke dokter?

Freepik.com/serhii_bobyk

Cairan ketuban yang sudah pecah menjadi tanda mulai persalinan. Apalagi cairan ketuban yang dimulai dengan adanya lendir darah atau mucus plug. Hindari untuk memasukkan benda apapun ke vagina karena bisa meningkatkan risiko masuknya bakteri ke rahim dan berimbas pada janin. 

Segera ke dokter kalau air ketuban yang pecah, meski berwarna dan berbau normal, namun keluar dengan sangat deras. Juga, segera ke dokter kalau mendapati warna dan bau air ketuban yang tidak normal, apalagi disertai dengan rasa sakit yang luar biasa. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article