Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ini Ciri Pembukaan Persalinan 1–10: Kenali Tahapannya!

Ini Ciri Pembukaan Persalinan 1–10: Kenali Tahapannya!
Unsplash.com/Jimmy Conover
  • Pembukaan persalinan 1–10 adalah perubahan pada serviks yang menandakan proses kelahiran dimulai.
  • Mules atau kontraksi menjadi tanda umum persalinan, dengan intensitas dan keteraturannya meningkat seiring waktu.
  • Serviks akan membuka hingga 10 sentimeter agar bayi siap melewati jalan lahir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mules menjadi salah satu tanda paling umum dimulainya persalinan. Namun, ada banyak tanda lain yang bisa kamu ketahui mengenai persalinan agar bisa makin siap. 

Pembukaan 1-10 merupakan serangkaian perubahan pada leher rahim atau serviks yang menandakan dimulainya proses persalinan. Penting sekali untuk mengetahui tanda-tanda ini untuk mempersiapkan diri menghadapi momen kelahiran bayi. 

Proses ini melibatkan serangkaian kontraksi yang makin lama makin kuat dan teratur, sehingga serviks terbuka sempurna sebesar 10 cm agar bayi siap melewati jalan lahir. 

Nah, seperti apa ciri pembukaan persalinan dari 1-10? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 


  1. 1. Seperti apa proses pembukaan leher rahim?

    Freepik.com/pch.vector
    Freepik.com/pch.vector

    Pembukaan leher rahim atau yang dikenal dengan dilatasi serviks adalah tahap yang penting dalam persalinan. Serviks akan menipis dan membuka secara bertahap. Proses ini dimulai dari pembukaan 1 cm dan berlanjut hingga 10 cm, yang menjadi tanda kalau serviks sudah terbuka penuh dan siap untuk proses kelahiran bayi. 

    Perubahan ini akan disertai dengan berbagai sensasi fisik dan tanda lainnya. Namun, yang perlu diperhatikan, tanda dan rasa sakit setiap orang bisa saja berbeda. 


  2. 2. Fase laten

    Freepik.com/DCStudio
    Freepik.com/DCStudio

    Ini adalah tahap awal persalinan, ketika leher rahim mulai menipis dan membuka hingga 4 cm. Ini adalah fase terpanjang dalam persalinan dan sering terasa ringan. Pada beberapa kasus, fase ini sering diartikan sebagai kontraksi palsu. 

    Cirinya, kamu akan merasakan kontraksi yang mirip dengan kram saat haid. Intensitasnya tidak terlalu kuat dan masih bisa ditoleransi. Untuk jeda kontraksi pun masih cukup lama, sekitar 15 sampai 30 menit dan berlangsung selama 30-45 detik. 

    Di fase ini, biasanya disertai dengan keluarnya lendir bercampur darah berwarna merah muda atau kecoklatan dari vagina. Ini tandanya mucus plug yang melindungi serviks selama kehamilan sudah lepas. 


  3. 3. Fase aktif

    Freepik.com/wavebreakmedia_micro
    Freepik.com/wavebreakmedia_micro

    Selanjutnya adalah fase aktif yaitu pembukaan 4-8 cm. Di fase ini, persalinan berjalan lebih intens dan progresif. Serviks akan membuka lebih cepat, dari 4-8 cm. Kamu akan merasakan kontraksi yang lebih intens, teratur, dan lebih sering terjadi. Rasa nyeri akan lebih terasa. 

    Sedangkan jeda antar kontraksi pun jadi lebih singkat seperti 3-5 menit, dengan kontraksi berlangsung sekitar 45-60 detik. Rasa nyeri yang dirasakan juga cenderung lebih kuat dan membutuhkan teknik pernapasan atau relaksasi atau mengatasinya. 

  4. 4. Fase transisi

    Unsplash.com/Sharon McCutcheon
    Unsplash.com/Sharon McCutcheon

    Ini adalah fase terpendek namun paling intens dalam persalinan. Di saat inilah, serviks membuka dari 8-10 cm. Ini adalah persiapan terakhir sebelum dorongan untuk mengejan. 

    Kontraksi terjadi sangat kuat dan hampir tidak ada jeda. Bisa setiap 1-2 menit, dengan durasi 60-90 detik. Di fase ini, banyak ibu merasakan dorongan kuat yang tak tertahan untuk mengejan, mirip dengan sensasi ingin buang air besar. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan kepala bayi yang sudah sangat rendah di panggul. 

    Di fase ini, serviks telah membuka penuh hingga 10 cm dan siap untuk tahap kelahiran bayi. 


  5. 5. Tanda lainnya

    Peanut-app.io
    Peanut-app.io

    Selain kontraksi dan perubahan pada serviks, ada tanda lain yang mungkin akan dialami. Seperti, keluarnya lendir yang bercampur darah yang menandai sudah siap persalinan. Atau, keluarnya cairan bening atau kekuningan dari vagina, bisa berupa semburan deras atau tetesan konstan, ini dinamakan dengan pecah ketuban. 

    Lalu, terasa nyeri di punggung dan menjalar ke bagian bawah, kondisi ini disebabkan karena adanya tekanan dari kepala bayi yang turun ke panggul. Kemudian, ada juga rasa ingin buang air kecil atau besar karena ada tekanan bayi pada kandung kemih dan usus dapat menyebabkan keinginan untuk buang air. Pada fase lanjut, dorongan ini bisa mirip dengan dorongan untuk mengejan. 

    Selain tanda fisik, kamu mungkin juga merasakan perubahan suasana hati seperti rasa cemas, gugup, atau bahkan euforia. Beberapa ibu juga merasakan persendian menjadi lebih rileks sehingga terasa seperti ada energi berlebih jelang persalinan. 


  6. 6. Kapan harus menghubungi dokter atau bidan?

    Istockphoto.com/Adene Sanchez
    Istockphoto.com/Adene Sanchez

    Jika masih fase awal, maka boleh saja menunggu untuk ke dokter, namun ada ciri yang mengharuskan untuk segera ke dokter seperti ketika kontraksi terasa lebih teratur, kuat, dan terjadi lima menit sekali. 

    Lalu, jika ketuban pecah, jika berwarna hijau atau berbau tidak sedap, maka saatnya untuk ke dokter. Kamu juga perlu segera ke dokter jika ada pendarahan vagina yang banyak dan segar, terjadi penurunan pergerakan bayi, dan merasakan nyeri hebat yang tidak tertahankan. 

    Semoga lancar persalinannya, ya!


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More