Kenapa Perut Ibu Hamil Sering Bunyi padahal Sudah Makan?

Bunyi perut saat hamil dapat muncul karena pergerakan makanan, cairan, dan gas di saluran pencernaan, bukan hanya karena lapar.
Progesteron yang meningkat serta rahim yang membesar dapat memperlambat pencernaan dan memicu kembung, gas, konstipasi, atau suara perut lebih sering.
Bunyi perut perlu diperiksakan jika disertai nyeri berat, muntah berulang, diare berat, konstipasi yang tidak membaik, darah pada feses, atau perut sangat membengkak.
Ibu hamil mungkin lebih peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk suara dari perut. Kadang, perut tetap berbunyi meski Mama sudah makan, sehingga muncul pertanyaan apakah kondisi tersebut normal atau menandakan masalah pencernaan.
Sebenarnya, bunyi perut tidak selalu berarti lapar. Suara tersebut bisa muncul karena adanya pergerakan makanan, cairan, dan gas di dalam saluran pencernaan. Selama kehamilan, perubahan hormon serta rahim yang semakin membesar juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan dan membuat bunyi perut terasa lebih sering.
Lantas, kenapa perut ibu hamil sering bunyi padahal sudah makan? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
Table of Content
1. Perut bunyi bukan hanya tanda lapar saja

Pexels/PARINDA SHAAN Perut berbunyi atau borborygmi terjadi ketika gas, cairan, dan makanan bergerak melalui saluran pencernaan. Jadi, meskipun ibu hamil sudah makan, suara dari perut tetap bisa muncul karena usus masih melakukan gerakan untuk mendorong isi makanan sepanjang saluran cerna.
Melansir Mayo Clinic, gas merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Gas bisa berasal dari udara yang tertelan saat makan atau minum, serta dari fermentasi makanan oleh bakteri di usus besar.
2. Hormon kehamilan membuat pencernaan lebih lambat

Pexels/Ivan S Selama hamil, kadar progesteron meningkat dan dapat membuat otot saluran cerna menjadi lebih rileks. Akibatnya, makanan bergerak lebih lambat melalui usus, sehingga Mama lebih mudah mengalami kembung, gas, rasa penuh, atau suara perut yang lebih sering terdengar.
Hormon kehamilan memperlambat proses pencernaan, sementara dalam laman Cleveland Clinic juga dijelaskan bahwa perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat makanan bergerak lebih lambat dan meningkatkan kemungkinan kembung serta konstipasi.
3. Rahim yang membesar ikut menekan saluran pencernaan

Pexels/Alexander Mass Semakin besar usia kehamilan, rahim juga semakin membesar dan mulai mengambil lebih banyak ruang di rongga perut. Tekanan ini dapat memengaruhi lambung dan usus sehingga proses pencernaan terasa berbeda dibanding sebelum hamil.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau NHS menjelaskan bahwa ibu hamil lebih mudah merasa penuh, kembung, bersendawa, atau mual setelah makan karena bayi yang semakin besar mengambil ruang dan menekan lambung. Keluhan tersebut cenderung lebih terasa pada usia kehamilan yang semakin besar.
4. Gas berlebih bisa membuat perut lebih sering berbunyi

Pexels/SHVETS production Suara perut juga bisa terjadi ketika gas bergerak di dalam usus. Gas dapat bertambah ketika Mama makan terlalu cepat, menelan banyak udara, atau mengonsumsi makanan tertentu yang lebih sulit dicerna.
Dalam Mayo Clinic disebut bahwa gas di saluran pencernaan dapat berasal dari udara yang tertelan serta proses fermentasi makanan oleh bakteri di usus besar. Makanan tertentu juga bisa meningkatkan produksi gas, sehingga perut terasa kembung atau lebih sering berbunyi.
5. Konstipasi saat hamil juga bisa ikut berperan

Pexels/Matilda Wormwood Konstipasi cukup sering terjadi selama kehamilan karena progesteron membuat gerakan usus menjadi lebih lambat. Semakin lama makanan berada di dalam usus, semakin besar kemungkinan Mama mengalami kembung dan penumpukan gas.
Progesteron membuat usus lebih rileks sehingga proses mendorong sisa makanan menjadi lebih lambat. Rahim dan janin yang semakin besar juga dapat memberikan tekanan pada usus dan rektum.
6. Kapan perut bunyi saat hamil perlu diwaspadai?

Pexels/Nikita Korchagin Jika perut hanya berbunyi tanpa keluhan lain, umumnya kondisi ini berkaitan dengan proses pencernaan normal. Namun, ibu hamil perlu memeriksakan diri jika bunyi perut disertai nyeri perut berat atau menetap, muntah berulang, diare berat, konstipasi yang tidak membaik, darah pada feses, atau perut semakin membengkak dan terasa sangat tidak nyaman.
Disarankan pemeriksaan medis jika gas atau keluhan pencernaan tidak kunjung membaik atau disertai gejala seperti muntah, diare, konstipasi, penurunan berat badan, atau darah pada feses. Pada kehamilan, nyeri perut yang berat atau mengkhawatirkan juga sebaiknya segera dievaluasi tenaga kesehatan.
Itulah tadi informasi mengenai fakta kenapa perut ibu hamil sering bunyi padahal sudah makan. Jangan dulu panik dan khawatir ketika sakit perut terjadi, ya!























