Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Awal Usia Kehamilan Ditentukan dari HPHT? Ini Penjelasan Medis

3 min read
Kenapa Awal Usia Kehamilan Ditentukan dari HPHT? Ini Penjelasan Medis
Pexels/Pavel Danilyuk
  • Usia kehamilan dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) karena waktu ovulasi dan pembuahan berbeda-beda serta sulit dipastikan pada setiap perempuan.

  • HPHT menjadi standar medis karena tanggal menstruasi terakhir umumnya lebih mudah diingat, sementara ovulasi dapat berubah antarperempuan maupun antarsiklus.

  • Perhitungan dari HPHT membantu dokter memperkirakan HPL, memantau perkembangan janin, serta menjadwalkan pemeriksaan dan skrining prenatal; HPL bukan tanggal kelahiran pasti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menjalani kehamilan, Mama mungkin pernah bertanya-tanya mengapa usia kehamilan dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir, bukan sejak terjadinya pembuahan. 

Padahal, kehamilan baru terjadi ketika sel sperma berhasil membuahi sel telur. Dalam dunia medis, usia kehamilan umumnya dihitung berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). 

Metode ini digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan sekaligus menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL) si Kecil. Lantas, kenapa awal usia kehamilan ditentukan dari HPHT?

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya untuk Mama.

  1. 1. Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi dan waktu ovulasi yang berbeda

    Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi dan waktu ovulasi yang berbeda
    Pexels/mart_production

    Perlu diketahui bahwa setiap perempuan mempunyai siklus menstruasi yang berbeda-beda. Secara umum, siklus menstruasi berlangsung sekitar 28 hari, meskipun sebagian perempuan memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih panjang.

    Perbedaan ini turut memengaruhi waktu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Pada perempuan dengan siklus menstruasi 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14, dihitung sejak hari pertama menstruasi.

    Pada waktu tersebut, sel telur yang telah dilepaskan berpotensi dibuahi oleh sperma. Apabila proses pembuahan berhasil terjadi dan embrio menempel pada dinding rahim, maka kehamilan pun dimulai.

    Namun, waktu ovulasi tidak selalu sama pada setiap perempuan. Bahkan, waktu ovulasi seseorang dapat berubah dari satu siklus menstruasi ke siklus berikutnya. Kondisi inilah yang membuat tanggal terjadinya pembuahan sulit diketahui secara pasti.

  2. 2. HPHT menjadi acuan standar untuk menghitung usia kehamilan

    Pexels/valeriia svietlova
    ilustrasi kehamilan (pexels.com/@valeriia-svietlova-215592657/)

    Dalam dunia medis, perhitungan usia kehamilan tidak dimulai sejak terjadinya ovulasi atau pembuahan, melainkan berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

    Perhitungan ini dikenal dengan istilah gestational age, yaitu usia kehamilan yang dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir sebelum kehamilan terjadi.

    Penggunaan HPHT sebagai acuan dilakukan karena waktu ovulasi dan pembuahan sering kali sulit dipastikan. Sebaliknya, tanggal dimulainya menstruasi terakhir umumnya lebih mudah diingat oleh perempuan, terutama bagi mereka yang rutin mencatat siklus menstruasinya setiap bulan.

  3. 3. Mempermudah dokter memperkirakan waktu persalinan

    Mempermudah dokter memperkirakan waktu persalinan
    Freepik/freepik

    Alasan lain penggunaan HPHT sebagai acuan adalah untuk membantu tenaga medis memperkirakan lamanya kehamilan.

    Secara umum, kehamilan berlangsung sekitar 280 hari atau 40 minggu sejak hari pertama menstruasi terakhir. Perhitungan tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL).

    Dengan mengetahui usia kehamilan, dokter dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin sesuai tahapan kehamilan.

    Selain itu, informasi tersebut membantu dokter menentukan jadwal pemeriksaan kehamilan, skrining prenatal, serta mengevaluasi apakah perkembangan janin berlangsung sesuai dengan usia kehamilannya.

    Meski demikian, Mama perlu memahami bahwa HPL bukanlah tanggal pasti kelahiran bayi. Waktu persalinan dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat dari perkiraan.

    Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap diperlukan untuk memastikan kondisi Mama dan janin tetap terpantau dengan baik.

    Itu dia penjelasan mengenai alasan awal usia kehamilan ditentukan dari HPHT. Semoga informasinya membantu ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More