Selain memberi jeda waktu, posisi tidur setelah sahur juga penting diperhatikan. Ibu hamil dianjurkan tidur dengan posisi miring ke kiri karena dapat membantu melancarkan aliran darah ke janin sekaligus mengurangi tekanan pada organ pencernaan.
Menggunakan bantal tambahan untuk menopang kepala dan punggung juga bisa membantu mencegah asam lambung naik saat tidur. Tak kalah penting, pilih menu sahur yang ramah bagi lambung.
Hindari makanan terlalu pedas, berlemak, atau asam karena dapat memperparah keluhan heartburn saat berbaring. Sebaliknya, pilih makanan tinggi serat, protein, serta cukup cairan agar ibu hamil merasa kenyang lebih lama sekaligus tetap nyaman saat beristirahat setelah sahur.
Nah, itu dia pembahasan mengenai bolehkah ibu hamil langsung tidur setelah sahur. Semoga informasinya membantu, ya, Ma.
1. Apakah ibu hamil boleh langsung tidur setelah sahur? | Secara umum, ibu hamil tidak disarankan langsung tidur setelah sahur. Posisi berbaring segera setelah makan dapat meningkatkan risiko asam lambung naik, perut terasa penuh, hingga mual. Sebaiknya beri jeda terlebih dahulu agar proses pencernaan berjalan lebih optimal. |
2. Berapa lama jeda yang dianjurkan sebelum tidur kembali setelah sahur? | Ibu hamil dianjurkan menunggu sekitar 30–60 menit setelah sahur sebelum kembali tidur. Dalam waktu tersebut, makanan sudah mulai dicerna sehingga risiko gangguan pencernaan dan heartburn bisa berkurang. |
3. Apa yang bisa dilakukan ibu hamil selama menunggu waktu tidur setelah sahur? | Selama masa jeda, ibu hamil bisa duduk santai, membaca, berdzikir, atau berjalan ringan di dalam rumah. Aktivitas ringan ini membantu tubuh memulai proses pencernaan tanpa membuat ibu hamil kelelahan. |
4. Apakah tidur setelah sahur berbahaya bagi janin? | Tidur setelah sahur tidak berbahaya bagi janin selama ibu hamil memberi jeda waktu, memilih posisi tidur yang tepat, dan tidak mengalami keluhan pencernaan berat. Justru, istirahat yang cukup tetap penting untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin selama puasa. |