Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Makan Nanas saat Hamil Tua Bisa Mempercepat Persalinan?
Pexels/Matheus Bertelli
  • Studi pada 2.400 ibu hamil di Nigeria menemukan hubungan antara konsumsi nanas dan sejumlah indikator persalinan.

  • Kelompok yang mengonsumsi nanas memiliki skor Bishop lebih tinggi serta durasi persalinan rata-rata lebih singkat.

  • Temuan tersebut belum membuktikan sebab-akibat atau menjadi dasar penggunaan nanas untuk memicu persalinan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2018-2023

Peneliti menganalisis rekam medis dan kuesioner pola makan ibu hamil yang melahirkan di fasilitas kesehatan Nigeria.

2026

Penelitian tentang konsumsi nanas, pematangan leher rahim, dan hasil persalinan diterbitkan dalam jurnal Medicine.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penelitian mengkaji hubungan konsumsi nanas dengan pematangan leher rahim dan hasil persalinan.
  • Who?
    Chukwuka Elendu dan rekan menganalisis data 2.400 ibu hamil berusia 18-45 tahun.
  • Where?
    Penelitian melibatkan ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan Nigeria.
  • When?
    Data persalinan berasal dari 2018-2023 dan penelitian diterbitkan pada 2026.
  • Why?
    Peneliti mengkaji kaitan konsumsi nanas dengan kesiapan leher rahim dan hasil persalinan.
  • How?
    Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif melalui rekam medis dan kuesioner pola makan, dengan penyesuaian sejumlah faktor lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peneliti melihat data 2.400 ibu hamil di Nigeria yang makan nanas atau tidak. Kelompok yang makan nanas punya tanda leher rahim lebih siap dan waktu melahirkan lebih singkat. Tetapi, peneliti belum tahu apakah nanas benar-benar menyebabkan itu. Mereka masih perlu penelitian lain untuk memastikan manfaat dan keamanannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penelitian ini memberikan gambaran terukur mengenai hubungan konsumsi nanas dengan kesiapan leher rahim, durasi persalinan, dan cara persalinan. Di saat yang sama, peneliti mencatat keterbatasan data dan kebutuhan uji klinis acak terkontrol, sehingga pembahasan manfaat serta keamanan nanas tetap ditempatkan secara hati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang persalinan, ibu hamil mungkin pernah mendengar anggapan bahwa makan nanas dapat membantu mempercepat kelahiran bayi. Hal ini karena adanya kandungan bromelain dalam buah tersebut menjadi salah satu alasan nanas sering dikaitkan dengan persiapan tubuh menghadapi persalinan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medicine pada 2026 berjudul “The impact of pineapple consumption on cervical ripening and labor outcomes: A Nationwide Retrospective Cohort Study among pregnant women in Nigeria” mengkaji hubungan konsumsi nanas dengan pematangan leher rahim dan hasil persalinan pada ibu hamil di Nigeria.

Hasilnya menunjukkan beberapa hubungan menarik, tetapi belum membuktikan bahwa makan nanas secara langsung menyebabkan persalinan lebih cepat. Lantas, apa saja yang ditemukan para peneliti?

Berikut Popmama.com rangkum temuan jurnal tersebut dalam beberapa poin.

1. Penelitian membandingkan konsumsi nanas pada 2.400 ibu hamil

Pexels/Shameel mukkath

Penelitian oleh Chukwuka Elendu dan rekan ini menggunakan desain kohort retrospektif, yakni menelusuri data yang sudah tersedia. Peneliti menganalisis rekam medis dan kuesioner pola makan ibu hamil berusia 18-45 tahun yang melahirkan di fasilitas kesehatan Nigeria pada 2018-2023.

Sebanyak 2.400 peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni 1.200 ibu yang melaporkan rutin mengonsumsi nanas pada trimester ketiga dan 1.200 ibu yang tidak mengonsumsinya. Informasi konsumsi mencakup frekuensi serta jumlah asupan dalam 4–8 minggu sebelum melahirkan.

Analisis turut memperhitungkan faktor seperti usia ibu hamil, riwayat persalinan, indeks massa tubuh, usia kehamilan, dan kondisi sosial ekonomi.

2. Konsumsi nanas dikaitkan dengan leher rahim yang lebih siap

Freepik/azerbaijan_stockers

Pematangan leher rahim merupakan proses perubahan jaringan yang membantu leher rahim melunak dan membuka untuk persalinan. Dalam penelitian ini, kesiapan tersebut dinilai melalui skor Bishop yang tercatat saat ibu masuk rumah sakit untuk bersalin.

Kelompok yang mengonsumsi nanas memiliki rata-rata skor Bishop 6,2, sedangkan kelompok yang tidak mengonsumsinya memiliki rata-rata 5,4. Setelah penyesuaian faktor lain, selisihnya tetap sebesar 0,8 poin.

Peneliti menduga bromelain, enzim pemecah protein dalam nanas, mungkin berhubungan dengan perubahan jaringan leher rahim. Namun, mekanisme ini masih berupa hipotesis dan tidak dibuktikan langsung oleh penelitian.

3. Rata-rata durasi persalinan lebih singkat sekitar 1,7 jam

Pexels/Hannah Barata

Rata-rata durasi persalinan pada kelompok yang mengonsumsi nanas tercatat 8,5 jam, dibandingkan 10,2 jam pada kelompok yang tidak mengonsumsinya. Analisis setelah memperhitungkan faktor lain juga menunjukkan hubungan dengan durasi persalinan yang lebih singkat sekitar 1,7 jam.

Peneliti turut menemukan pola bahwa kategori konsumsi nanas yang lebih tinggi berkaitan dengan durasi persalinan lebih singkat. Meski demikian, hasil ini tidak berarti setiap ibu hamil yang makan nanas akan mengalami persalinan lebih cepat. Penelitian tersebut mengamati hubungan antarfaktor, sehingga belum dapat memastikan nanas sebagai penyebab perbedaan durasi persalinan.

4. Persalinan vaginal spontan lebih banyak, kondisi bayi relatif serupa

Pexels/Tom Fisk

Persalinan vaginal spontan tercatat pada 65 persen ibu hamil dalam kelompok yang mengonsumsi nanas, dibandingkan 50 persen pada kelompok yang tidak mengonsumsinya. Sementara itu, angka operasi caesar masing-masing sebesar 20 persen dan 30 persen. Temuan ini menunjukkan hubungan konsumsi nanas dengan perbedaan cara persalinan dalam kelompok yang diteliti.

Untuk kondisi bayi baru lahir, peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna secara statistik pada berat lahir, skor Apgar, maupun kebutuhan perawatan di unit perawatan intensif neonatal atau NICU. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konsumsi nanas dalam semua jumlah dan kondisi kehamilan pasti aman.

5. Nanas belum menjadi rekomendasi untuk memicu persalinan

Pexels/AI25.Studio Studio

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Informasi konsumsi nanas berasal dari laporan peserta sehingga bisa dipengaruhi ketepatan ingatan. Faktor lain yang tidak sepenuhnya terukur, termasuk aktivitas fisik dan kebiasaan makan, juga mungkin memengaruhi hasil. Selain itu, temuan pada peserta di Nigeria belum tentu berlaku sama pada populasi dengan pola makan dan layanan kesehatan berbeda.

Peneliti menegaskan perlunya uji klinis acak terkontrol untuk memastikan manfaat, keamanan, jumlah, serta waktu konsumsi yang tepat. Karena itu, temuan ini belum menjadi dasar untuk menggunakan nanas sebagai metode standar memicu persalinan. Mama dapat membicarakan konsumsi nanas dengan dokter atau bidan agar saran yang diberikan sesuai dengan kondisi kehamilan.

Itulah tadi penjelasan mengenai temuan penelitian tentang konsumsi nanas dan persalinan. Ada hubungan yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, tetapi bukti yang tersedia belum memastikan bahwa nanas dapat mempercepat persalinan.

Sumber:

  • Elendu dkk. (2026), The impact of pineapple consumption on cervical ripening and labor outcomes: A Nationwide Retrospective Cohort Study among pregnant women in Nigeria, Medicine, 105:16(e48335).

Curated For You

Editorial Team

Related Article