Mengutip Cleveland Clinic, Mama perlu peka terhadap tanda-tanda kantuk yang ditunjukkan si Kecil, seperti menguap, mengucek mata, terlihat lebih diam, atau mulai kehilangan minat bermain. Ketika tanda-tanda tersebut mulai muncul, Mama bisa segera membantu si Kecil bersiap tidur.
Jangan menunggu sampai si Kecil terlalu lelah dan akhirnya rewel. Bayi yang sudah sangat mengantuk justru terkadang lebih sulit ditenangkan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap.
Mama bisa membuat rutinitas sederhana sebelum tidur agar si Kecil terbiasa mengenali bahwa aktivitas tersebut menjadi tanda waktunya beristirahat. Misalnya, rutinitas dapat dimulai dengan mandi, mengganti popok, dan mengenakan pakaian tidur,
Rutinitas tidak harus panjang atau rumit. Yang terpenting adalah melakukan beberapa aktivitas yang sama secara konsisten sehingga si Kecil perlahan memahami pola tersebut sebagai persiapan menuju waktu tidur.
Konsistensi menjadi salah satu hal penting ketika Mama sedang membangun kebiasaan tidur si Kecil. Jangan langsung mengganti metode hanya karena mengalami satu atau dua malam yang terasa sulit.
Si Kecil membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola baru. Jika Mama terlalu sering mengubah cara menidurkannya, si Kecil bisa kesulitan memahami rutinitas yang sedang dibangun. Karena itu, berikan waktu untuk melihat bagaimana responsnya.
Melansir Australian Breastfeeding Association, Mama tetap perlu memperhatikan sinyal dan kebutuhan si Kecil, bukan hanya berpegang pada jadwal tidur secara kaku. Setiap bayi memiliki pola tidur dan kebutuhan yang dapat berbeda.
Mama juga tidak perlu merasa bersalah jika harus menyesuaikan rutinitas berdasarkan kondisi si Kecil. Memahami sinyal lapar, mengantuk, tidak nyaman, atau membutuhkan kedekatan dengan orangtua dapat membantu Mama menentukan respons yang sesuai.
Mama juga perlu memperhatikan pengamatan terhadap si Kecil sehari-hari. Orangtua biasanya semakin mengenali kebiasaan dan sinyal bayinya setelah menghabiskan banyak waktu bersama.
Karena itu, metode tidur yang dipilih sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan si Kecil. Tidak ada satu pendekatan yang otomatis cocok untuk semua bayi, sehingga Mama dapat melakukan penyesuaian selama tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan si Kecil.
Jika Mama merasa ragu mengenai pola tidur si Kecil atau menemukan perilaku yang tidak biasa selama proses membangun kebiasaan tidur, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Terlebih jika perubahan tidur disertai tanda lain yang membuat Mama khawatir.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu sleep training? Sebuah metode untuk membiasakan si Kecil tertidur yang Mama wajib ketahui dan dicoba. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!