Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels.com/Kenneth Surillo
  • Atresia bilier adalah gangguan saluran empedu pada bayi yang dapat merusak hati serius bila terlambat ditangani.

  • Tanda utama meliputi kulit atau mata kuning setelah dua minggu, feses pucat, serta urine kuning pekat hingga kecokelatan akibat penumpukan bilirubin.

  • Gejala lain mencakup kulit gatal, bayi rewel, berat badan sulit naik, dan perut membengkak; pemeriksaan dokter diperlukan terutama bila tanda-tanda muncul bersamaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada bayi yang saluran empedunya bermasalah. Kulit dan mata mereka bisa kuning lama. Pupnya bisa pucat dan pipisnya gelap. Bayi juga bisa gatal, rewel, susah naik berat badan, atau perutnya buncit. Kalau ada tanda ini, Mama dan Papa perlu cepat membawa bayi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orangtua tentu ingin si Kecil tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Namun, ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai sejak bayi baru lahir, salah satunya atresia bilier atau kelainan pada saluran empedu yang dapat mengganggu fungsi hati.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini. Lantas, apa saja yang perlu Mama dan Papa waspadai?

Berikut Popmama.com telah merangkum ciri-ciri kelainan hati empedu pada bayi dilansir dari Cleveland Clinic.

1. Kulit dan bagian putih mata menguning

Pexels.com/https://kaboompics.com/

Salah satu tanda awal atresia bilier adalah penyakit kuning atau jaundice. 

Kondisi ini membuat kulit dan bagian putih mata bayi tampak menguning akibat penumpukan bilirubin, yaitu zat yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah.

Penyakit kuning memang cukup umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya membaik dalam satu hingga dua minggu.

Namun, jika warna kuning pada kulit atau mata bayi masih terlihat setelah berusia dua minggu, orangtua perlu segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan.

Pasalnya, penyakit kuning yang berlangsung lebih lama dapat menjadi tanda atresia bilier atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan medis.

2. Warna feses tampak pucat

Pexels.com/freestocks.org

Perubahan warna feses juga dapat menjadi salah satu tanda atresia bilier pada bayi. Feses bayi yang mengalami kondisi ini dapat terlihat pucat, seperti krem muda atau putih keabu-abuan.

Dalam kondisi normal, empedu membantu memberikan warna kuning, cokelat, atau hijau pada feses. Namun, ketika saluran empedu tersumbat, empedu tidak dapat mencapai usus sehingga warna feses menjadi lebih pucat dari biasanya.

Jika Mama mendapati feses si Kecil berwarna sangat pucat atau berbeda dari biasanya, segera konsultasikan dengan dokter. Perubahan ini perlu diperhatikan, terutama jika disertai penyakit kuning.

3. Urine berwarna gelap

Pexels.com/eduardo199o9

Selain warna feses, warna urine bayi juga dapat menunjukkan adanya gangguan pada aliran empedu. Bayi dengan atresia bilier dapat memiliki urine berwarna gelap, seperti kuning pekat hingga kecokelatan.

Perubahan ini berkaitan dengan penumpukan bilirubin dalam tubuh yang dapat dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, urine bayi terlihat lebih gelap dibandingkan biasanya.

Apabila perubahan warna urine terjadi bersamaan dengan kulit menguning atau feses pucat, orangtua sebaiknya tidak menunda pemeriksaan medis.

4. Kulit terasa gatal

Pexels.com/Polina Tankilevitch

Seiring perkembangan kondisi, bayi dengan atresia bilier dapat mengalami rasa gatal pada kulit. Gejala ini dapat muncul ketika bayi berusia sekitar 6–10 minggu.

Gangguan aliran empedu dapat menyebabkan penumpukan zat-zat yang berkaitan dengan empedu di dalam tubuh sehingga memicu rasa gatal.

Pada bayi, rasa tidak nyaman ini mungkin terlihat dari perilakunya, misalnya sering menggaruk atau menggosok kulit dan tampak lebih rewel dari biasanya.

5. Bayi menjadi lebih rewel

Pexels.com/Huynh Van

Bayi dengan atresia bilier juga dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti lebih mudah rewel atau sulit ditenangkan.

Rasa tidak nyaman akibat gangguan pada hati dan saluran empedu dapat memengaruhi kenyamanan bayi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, bayi yang rewel tidak selalu mengalami atresia bilier. Orangtua perlu memperhatikan apakah gejala ini muncul bersama tanda lain, seperti penyakit kuning yang menetap, urine gelap, atau feses pucat.

6. Berat badan sulit bertambah

Pexels.com/Tanaya Sadhukhan

Empedu berperan penting dalam membantu usus mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Ketika empedu tidak dapat mengalir dengan baik ke usus, proses penyerapan nutrisi dapat terganggu.

Akibatnya, bayi dengan atresia bilier dapat mengalami kesulitan menambah berat badan atau mengalami gangguan pertumbuhan.

Jika berat badan si Kecil tidak bertambah sesuai harapan, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

7. Perut membengkak

Pexels.com/Marcin Jozwiak

Tanda lain yang dapat muncul ketika atresia bilier berkembang adalah perut bayi terlihat membesar atau membengkak.

Kondisi ini dapat terjadi akibat penumpukan cairan di dalam rongga perut atau asites. Pembengkakan perut juga dapat berkaitan dengan gangguan fungsi hati yang semakin berat.

Jika perut bayi tampak membesar secara tidak biasa, terutama jika disertai penyakit kuning atau gangguan pertumbuhan, segera bawa si Kecil untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Itulah beberapa ciri-ciri kelainan hati empedu pada bayi yang perlu diwaspadai. Atresia bilier merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati permanen jika tidak ditangani.

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami ciri-ciri di atas agar si Kecil mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article