Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Pengaruh Penggunaan Popok terhadap Tumbuh Kembang Bayi, Ini Kata Dokter

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Penggunaan popok memengaruhi tumbuh kembang bayi
  • Popok yang terlalu tebal dapat membatasi gerakan bayi
  • Pemilihan popok yang tepat penting untuk mendukung perkembangan motorik kasar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tumbuh kembang bayi tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi dan stimulasi, tetapi juga oleh kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Salah satu hal yang menunjang kebutuhan si Kecil dalam kenyamanan adalah penggunaan popok.

Popok yang terlalu tebal, berat saat penuh, atau tidak pas di tubuh bayi bisa membuat geraknya kurang leluasa dan memicu rasa tidak nyaman. Padahal, kebebasan bergerak berperan besar dalam mendukung perkembangan motorik kasar dan koordinasi tubuh bayi.

Dalam acara konferensi pers peluncuran MAKUKU Comfort Fit pada Kamis (12/2/2026) di Ballroom Hotel Gran Mahakam, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Rini Sekartini menjelaskan tentang pengaruh penggunakan popok terhadap tumbuh kembang bayi.

Berikut Popmama.com merangkum informasinya untuk Mama.

Table of Content

1. Pengaruh penggunaan popok terhadap tumbuh kembang bayi

1. Pengaruh penggunaan popok terhadap tumbuh kembang bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi
Popmama.com/Alya Putri Abi

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Rini Sekartini, menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, bayi mulai belajar merangkak, berdiri, melangkah, hingga berjalan. Fase ini melatih kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuhnya.

Pada masa tersebut, perkembangan motorik menjadi fondasi utama dalam proses tumbuh kembang anak yang berpengaruh pada perkembangan selanjutnya. Dalam proses perkembangan ini, anak membutuhkan ruang gerak yang cukup agar kemampuan fisiknya dapat bertumbuh secara optimal.

Kebebasan bergerak juga membantu si Kecil lebih percaya diri dalam mengeksplorasi lingkungan sekitar sekaligus mendukung proses belajar melalui aktivitas fisik. Oleh karena itu, apa yang digunakan si Kecil, seperti popok menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orangtua untuk mendukung tumbuh kembang secara menyeluruh.

"Pada fase ini, anak membutuhkan ruang gerak yang bebas agar otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuhnya dapat berkembang secara optimal. Penggunaan popok juga bisa menjadi salah satu faktor pengaruhnya," ujar Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K).

2. Bagaimana popok memengaruhi gerak bayi?

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Penggunaan popok ternyata dapat memengaruhi cara bayi melangkah. Terdapat perbedaan pola berjalan antara bayi yang tidak menggunakan popok, menggunakan popok sekali pakai, dan menggunakan popok dengan kain yang tebal.

Bayi yang berjalan tanpa popok umumnya menunjukkan pola langkah yang lebih alami, dengan jarak antar kaki lebih rapat dan gerakan yang cenderung stabil. Penggunaan popok sekali pakai yang tidak terlalu tebal, biasanya hanya terlihat sedikit perubahan pada lebar langkah dan masih relatif terkendali.

Pada popok yang lebih tebal dan berat, bayi cenderung melebarkan kaki secara signifikan untuk menjaga keseimbangan karena adanya ganjalan di antara paha. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kaki bayi terbuka lebih lebar, keseimbangan menjadi kurang stabil, serta frekuensi gangguan saat berjalan lebih tinggi, terutama pada bayi yang masih lebih muda.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tebal ganjalan di antara paha bayi, semakin besar usaha yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan gerak dan menjaga keseimbangan tubuhnya.

3. Apakah cara jalan yang terpengaruh popok bisa berdampak hingga dewasa?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Perubahan pola berjalan pada bayi akibat penggunaan popok umumnya bersifat sementara. Seiring pertumbuhan dan bertambahnya kekuatan otot serta koordinasi tubuh, cara berjalan anak dapat kembali menyesuaikan secara alami.

Namun, jika kebiasaan berjalan yang kurang tepat berlangsung cukup lama, postur dan pola langkah bisa membutuhkan waktu untuk diperbaiki. Dalam kondisi tertentu, anak perlu dilatih kembali agar dapat berjalan dengan posisi kaki yang lebih lurus dan seimbang.

“Kembali, hanya saja postur tubuh dan cara jalannya bisa memerlukan waktu untuk diperbaiki,” kata dr. Rini Sekartini.

4. Perhatikan penggunaan popok agar tidak terkena ISK

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Penggunaan popok perlu diperhatikan dengan baik agar tidak menimbulkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Popok yang tidak segera diganti saat basah atau kotor dapat menciptakan kondisi lembap yang menjadi tempat berkembangnya bakteri. Terlebih jika urine bercampur dengan tinja, risiko kontaminasi bakteri semakin meningkat.

Kondisi lembap yang dibiarkan terlalu lama dapat memudahkan bakteri dari area anus berpindah ke saluran kemih. Pada bayi perempuan, risiko ini cenderung lebih tinggi karena letak saluran kemih lebih dekat dengan anus.

Oleh karena itu, pada anak perempuan membersihkan area kelamin sebaiknya dilakukan dari depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih. Sementara pada anak laki-laki, kebersihan ujung penis juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi infeksi. Sunat dini juga dapat membantu menurunkan risiko ISK pada anak laki-laki.

5. Pentingnya pemilihan popok yang tepat

Dok. Makuku
Dok. Makuku

Pemilihan popok yang tepat menjadi hal penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi. Popok yang terlalu tebal dan tidak memiliki daya serap optimal dapat membatasi gerakan anak. Akibatnya, langkah menjadi lebih pendek, gerakan terlihat kaku, bahkan berpotensi memengaruhi perkembangan motorik kasar si Kecil.

Karena itu, orangtua disarankan memilih popok yang tipis namun tetap memiliki daya serap baik agar permukaannya tetap kering. Selain itu, perhatikan elastisitas di bagian pinggang dan paha supaya popok dapat mengikuti gerakan tubuh bayi tanpa terasa ketat atau mengganjal. Bahan yang lembut dan nyaman juga penting untuk mencegah iritasi atau ruam.

Dengan popok yang nyaman, ringan, dan pas di tubuh, bayi dapat bergerak lebih bebas saat merangkak hingga belajar berjalan. Kebebasan gerak inilah yang turut mendukung proses pertumbuhan fisik dan perkembangan motoriknya secara optimal.

Nah, itulah penjelasan tentang pengaruh penggunaan popok terhadap tumbuh kembang bayi. Semoga informasi bermanfaat, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Bolehkah Bayi Makan Buah Dingin dari Kulkas?

16 Feb 2026, 11:20 WIBBaby